06
Jan
13

Catatan perjalanan Liburan ke Lampung 2 (menjelajahi Teluk Kiluan)

Hari ketiga di Lampung kami melanjutkan berpetualang ke Teluk Kiluan. Teluk Kiluan yang terletak di Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Propinsi Lampung, berjarak kurang lebih 80 km dari Bandar Lampung dan dapat ditempuh sekitar 4 jam dengan menggunakan mobil pribadi. Dengan berbekal GPS kami menyusuri jalan yang berbukit, curam, rusak dan akhirnya kami menemukan Teluk Kilaun yang berada pada koordinat  S5.749252 – E105.192740

Gerbang Kiluan

Gerbang Menuju Pantai Kiluan

Daerah wisata yang bagus ini sayangmya belum dikelola dengan baik. Kondisi jalanan banyak yang rusak dan berlubang, jadi mirip dengan sungai kering :-(

Di sepanjang jalan menuju Teluk Kiluan terlihat rumah-rumah asli suku Lampung yang berbentuk panggung.

Rumah Panggung Lampung

Rumah Panggung Penduduk Asli Lampung

Setelah sampai di Teluk Kiluan kami berhenti di warung kecil milik Pak Yon. Di depan warung memang disediakan untuk parkir mobil, dan disitu kami parkir mobil sambil mencari informasi kalau akan menyeberang dan menginap di Pulau Kiluan (karena kami belum booking penginapan). Pak Yon menyarankan agar kam menginap di cottage milik Pak Sarmin yang terletak di ujung pantai saja karena di cottage di pulau sudah penuh. Setelah tawar menawar harga sewa cootage dengan Bu Sarmin yang kebetulan sedang berbelanja di warung Pak Yon, jadilah kami menginap di cottage Pak Sarmin dengan harga sewa Rp. 300rb/malam, bonus dianter naik perahu motor ke pulau (jika sewa perahu untuk menyeberang ke pulau harganya Rp. 15rb/orang untuk sekali jalan). Sebelum menuju ke cottage Pak Sarmin, Oh My God ban mobil belakang sebelah kanan kempes tertusuk paku.  Untung bawa ban serep, Alhamdulillah sesuatu banget ;-) .

Cottage milik Pak Sarmin lumayan bagus, kamarnya luas bisa dihuni sekitar 4-6 orang tetapi dengan fasilitas ala kadarnya. Dinding terbuat dari papan, kasur tempe di lantai, kursi tamu dari plastik, kamar mandi dengan gayung, ada closet duduk dan listrik terbatas dari diesel. Listrik mulai nyalai jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Oya kalau mau pesan cottage milik Pak Sarmin bisa SMS ke No. 081272283879

DSC_1344

Di teras Homestay

Tips  selama di cottage

  1. penuhin air di bak mandi selama keran air menyala, karena setelah bak mandi penuh air dimatikan (menghemat listrik).
  2. listrik dari diesel menyala pkl 18.00 s.d. pkl 06.00, charge peralatan listrik segera sebelum diesel dimatikan.
  3. Colokan listrik longgar banget karena sering dipakai, plester jack ke colokan biar nggak goyang-goyang.
  4. Sedia lotion anti nyamuk daripada nggak bisa tidur karena digigitin nyamuk

Setelah istirahat sejenak, perahu motor siap mengantar kami menuju Pulau Kiluan. Kurang lebih 10 menit sampailah kami di Pulau Kiluan dan kami minta dijemput jam 17.30. Di Teluk dan Pulau Kiluan sinyal HP sangat lemah sehingga menyulitkan untuk komunikasi. Biaya masuk Pulau Kiluan Rp. 5rb/kepala (dikit-dikit bayar, bayar kok dikit-dikit ya.. hehe)

Pantai di tepi Pulau Kiluan sangat alami dengan pasir putih yang bersih. Airnya berwarna hijau dan kebiru-biruan dan terdapat banyak terumbu karang, bintang laut biru dan berbagai ikan hias. Jadi kalu kesini wajib hukumnya untuk snorkeling ;-) . Jika tidak membawa peralatan snorkeling bisa sewa dengan harga Rp 35 rb, live vest Rp 15.000 (bila diperlukan). Overall snorkeling lumayan bagus, tapi masih kalah dengan Taman Nasional Pulau Menjangan Bali.

DSC_1352

Pantai Kiluan

Oya jika mau menginap di cottage yang ada di Pulau Kiluan bisa menghubungi pengelola Pak Choiril Anwar (081377695200) atau Pak Dirham (saudaranya 081369991340). Tarif Rp 200rb / hari dengan fasiitas ala kadarnya (juga) dan kamar mandi berada diluar untuk umum.

Setelah hampir 3 jam berenang dan snorkeling ditepi Pulau Kiluan kami berbilas di kamar mandi. Kamar mandi dengan fasilitas seadanya dan harus menimba air disumur :-( . Sambil menunggu perahu menjemput kami memesan teh panas untuk sekedar menghangatkan badan. Harga teh panas dengan gelas kecil Rp.3rb. Mahal?? Mahal  atau murah itu relatif. Tepat pukul 17.30 datanglah perahu motor menjemput kami dan ditengah perjalanan menuju ke Teluk Kiluan byuurr..hujan mulai mengguyur.

Di Teluk maupun di Pulau Kiluan ini sangat sepi. Tidak seperti daerah wisata pada umumnya yang selalu dipenuhi dengan orang berjualan makanan dan toko-toko souvenir. Disini tidak ada restaurant ataupun sekedar warung indomi. Tapi jangan khawatir, kalau kita mau makan cukup memesan dari pemilik cottage. Mereka akan mengantar makanan ke kamar yaitu nasi, sayur, ikan tongkol, sambel dan air putih hanya dengan membayar Rp. 15rb/porsi. Teh manis juga ada dengan cukup membayar Rp.2.500,-/gelas. Dan jika cuaca memungkinkan bisa bakar ikan sambil api unggun. Sayang pada saat kami kesana hujan sangat deras  :-(

Dolphin show

Pagi jam 6 kami diketok tukang perahu yang akan mengantar kami melihat lumba-lumba.  Dengan perahu motor kecil kami menuju tengah laut untuk melihat lumba-lumba menari-nari. Biaya naik perahu untuk melihat dolphin Rp. 250 rb/perahu.Perahu biasanya hanya diisi maksimal 4 orang termasuk pemandu. Lumba-lumba disini ada 2 species yaitu hidung botol dan paruh panjang dibanding di Lovina Bali yang cuma 1 spesies (hidung botol). Lumba-lumba paruh panjang show off meloncat ke atas air (di Lovina nggak ada). Kami sempat melihat 2 ekor lumba-lumbah paruh panjang meloncat di atas air dengan ketinggian sekitar 1 meteran. Sayang tidak sempat terekam kamera karena begitu cepatnya.

Perjalanan kurang lebih 30 menit mengantarkan kami ke tengah laut dan kami pun bagaikan diayun-ayun oleh ombak yang lumayan besar. Jadi serasa naik roller coaster, untungnya saya kuat dan tidak mabok laut hehe.

Atraksi lumba-lumba tidak terlalu banyak, jika dibandingkan dengan Pantai Lovina,Bali. Mungkin karena cuaca yang mendung dan kami merasa kurang beruntung melihat lumba-lumba yang menari-nari. Bahkan boleh dibilang saya agak kecewa karena hanya seidkit melihat lumba-lumba :-(

Setelah kurang lebih 1 jam di Samudra Hindia untuk melihat atraksi lumba-lumba perahu motor kami pun kembali ke Teluk Kiluan. Sudah hampir sampai ke Pulau Kiluan alamaakkkkk perahu motor kami terhenti karena olinya habis, huaaa mana hujan pula :-( :-( . Akhirnya datangkah bala bantuan perahu nelayan yang bersedia menarik perahu kami sampai ketepian.

Begitulah pengalaman kami selama liburan di Lampung. This trip is one of my memorable holidays in my life.

Tips:

  1. bagi yang mabuk laut dan punya nyali kecil, jangan coba-coba ikut tour lumba-lumba. Hal ini karena perahu jukung ukuran kecil melawan ombak samudera Hindia yang ganas. Selama di perahu bakalan serasa naik roller coaster dengan bonus perut dikocok-kocok.
  2. Tanyain kondisi mesin perahu sebelum berangkat. Pengalaman: perahu yang saya tumpangi bocor oli sehingga harus ditarik perahu lain. Untung sudah dekat dermaga cottage. Coba kalau pas di Samudera Hindia, siapa yang mau nolongin?
06
Jan
13

Catatan perjalanan Liburan ke Lampung I (Pantai Mutun, Klara)

Belum selesai membuat catatan perjalanan liburan ke Jepang, sudah tersusul membuat blog catatan liburan ke Lampung. Everyday is an holiday, begitulah seolah yang ada dipikiran saya :-D

Liburan panjang empat hari (libur 1 Muharam 1434 H, 15 November 2012) saya dan suami berlibur ke Lampung. Kami ingin mengexplore pantai yang ada di Lampung (yang katanya bagus). Tanpa rencana, kamipun tiba-tiba berniat menghabiskan liburan panjang di Lampung. We were not well prepared for this trip (browsing tentang tempat yang akan dikunjungi baru dilakukan di mobil dan di ferry) but everything was going well. Sukses jadi backpacker ;-)

Perjalanan dimulai dari toll dalam kota menuju ke Ancol pukul 16.00, maksud hati ingin membeli peralatan snorkeling di Mangga Dua Square, tapi ternyata toko sudah tutup jam 6 sore :-( Kemudian perjalanan dilanjutkan sampai toll Tangerang dan kemudian masuk toll Merak (berhenti di Rest Area km 68 beli bensin dan makan malam). Kondisi jalan toll sangat padat alias macet parah :-( . Sepanjang jalan toll menuju Merak banyak truk yang berjalan sangat pelan membuat kami harus berhati-hati dan waspada dalam mengendarai mobil. Sampai di Merak pkl 23, ngantri masuk kapal.Penyeberangan bayar Rp. 232.500,- untuk golongan mobil pribadi.

Kurang lebih 5 jam perjalanan dari Merak ke Lampung (termasuk menunggu kapal jalan) akhirnya kami sampai juga di Bakauheni,Lampung pkl. 3.45 dini hari.

Kemudian pertualangan dimulai dengan menuju ke Pantai Mutun, kurang lebih 1, 5 jam dari Bakauheni (karena pagi buta jalanan lancar).

Sampai Pulau Mutun, kami harus membayar retribusi 2ribu/orang. Suasana Pantai Mutun sangat sepi karena kami sampai disana masih pkl 5.20 dan sambil menunggu siang kamipun tidur di mobil sampai pkl 7. Setelah menikmati matahari terbit, kamipun menikmati keindahan Pantai Mutun. Pantai Mutun merupakan pantai berpasir putih dan air laut yang begitu jernih hingga ke tepian pantai menjadi daya tarik pantai ini. Karena berada di teluk, airnya pun begitu tenang dengan ombak yang kecil. Sehingga menjadi lokasi yang aman untuk berenang

DSC_1184

Sunrise di Pantai Mutun

Kemudian pertualangan dilanjutkan ke Pulau Tangkil dengan naik perahu motor sekitar 10 menit. Biaya naik perahu Rp. 20rb/orang untuk sekali jalan.

Pulau Tangkil memiliki pantai berpasir putih yang bersih dan masih alami. Walaupun cuaca cukup terik tak mengurungkan niat kami untuk berenang dipinggiran pantai dan juga naik kano (sampan kecil). Dengan cukup membayar Rp. 20rb kami dapat berkano sepuasnya, sampai cape :-D

DSC_1238

Bersampan ria sampai pegel..;-)

Di Pulau Tangkil banyak saung-saung yang ternyata jika duduk harus bayar, karena saung-saung itu disewakan seharga Rp.75rb/sepuasnya (mahal).

Setelah puas berenang dan bersampan kami menelpon Pak Si Entong (HP.085758153634), tukang perahu yang mengantar kami ke Pulau Tangkil, untuk dijemput. Setelah berbilas di kamar mandi dengan air seadanya (bayar Rp 2rb/orang) dan membayar parkir yang lumayan mahal Rp. 15rb kamipun menuju Bandar Lampung untuk mencari penginapan. Mampir makan siang di Tenda Hijau dengan menu ayam bakar sampailah di Hotel Pacific, Teluk Betung, Bandar Lampung. Kamar lumayan ok lah dengan cukup merogoh kocek Rp. 245rb/malam.

Pantai Klara (Klapa Rapat)

Setelah istirahat sejenak di hotel, kami berniat melihat sunset di Pantai Klara. Dengan berpedoman pada GPS kami menemukan lokasi Pantai Klara yang berada 105°13’30” BT dan 05°35’10” LS. Pantai Klara, yang berjarak cukup dekat dengan Pantai Mutun, terletak di Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.

Jalan munuju Pantai Klara sangat berliku dan tidak disarankan bagi pemula untuk menyetir di daerah ini.

Nama Klara yang merupakan kepanjangan dari Kepala Rapet, karena lokasi pantai ini sangat banyak pohon kelapa yang jaraknya saling berdekatan satu sama lain sehingga membentuk peneduh bibir pantai. Pantai Klara ini ada dua yaitu Pantai Klara 1 dn Pantai Klara 2 dengan tiket masuk Rp. 25rb/mobil. Pantai ini mempunyai pemandangan yang cukup bagus yaitu pegunungan, perbukitan dengan tebing-tebing dan pulau-pulau kecil di lepas pantai. Di sebelah Tenggara ke lepas pantai terdapat Pulau Kelagian, Pahawang dan Pulau Maitem (sayangnya kami tidak sempat kesana).

DSC_1328

Senja di Pantai Klara

Di Pantai Klara juga tersedia beberapa permainan air seperti kanoe , banana boat dan juga banyak saung-saung untuk sekedar duduk-duduk yang disewakan. Kalau kita duduk di saung tanpa bayar so pasti akan didekati petugas dan diusir ;-)

25
Nov
12

Menjelajahi Gunung Fuji

Hari terakhir di Jepang, kami berniat ke Gunung Fuji. Belum lengkap rasanya jika ke Jepang tidak mengunjugi Gunung Fuji.

Gunung Fuji merupakan gunung yang tertinggi di Jepang yang dikelilingi oleh 5 danau (Kawaguchi, Yamanaka, Sai, Motosu, Shoji) dan hutan Aokigahara yang membalut kaki gunung Fuji. Semuanya kemudian menjadi bagian dari Taman Nasional Fuji-Hakone-Izu yang dilindungi oleh pemerintah Jepang.

Udara dingin dan berkabut menyelimuti Kota Tokyo di pagi ini, tapi tidak mengurangi niat kami untuk menjelajahi Gunung Fuji. Berangkat dari hotel pukul 08.00 menuju ke station Shinagawa dan kemudian naik JR Tokaido Shinkansen menuju ke Odawara station.
Setelah sampai di Odawara station kami membeli tiket two days Hakone Pass seharga 3900 yen. Jika dihitung-hitung membeli 2 days Hakone pass lebih murah daripada membeli tiket ketengan. Tiket ini dapat digunakan unlimited Odakyu termasuk bus, kereta, boats, cablecar dan ropeway di dalam Hakone area.
Kemudian dari Odawara kami naik kereta Odakyu Romancecar menuju ke Hakone-Yumoto.

Odakyu Romancecar

Di Hakone-Yumoto kami ingin berfoto-foto sambil menunggu kereta berangkat ke Gora alamaaakkk… Camera SLR kami tiba-tiba nggak mau menjepret :-(  :-( untungnya kami membawa cadangan pocket camera.
Kemudian dari Hakone-Yumoto kami naik Hakone Tozan Train menuju ke Gora (kurang lebih 1 jam). Setelah sampai Gora kami naik cable car menuju Sounzan.

Cable car dari Gorake Souzan

Jalan dari Gora menuju Sounzan mulai berkelok-kelok, menanjak dengan tingkat kecuraman sekitar 45 derajat sehingga cable car berjalan zig-zag.  Setelah sampai di Souzan kami naik ropeway ke Togendai. Selama kurang lebih 10 menit didalam ropeway,  kami dapat menikmati pemandangan yang begitu indah. Kami melihat hamparan pohon-pohon yang mulai berwarna kuning dan merah menjadikan kami tetap semangat menuju Gunung Fuji walaupun dingin menyelimuti tubuh.

Ropeway

Dalam perjalanan menuju Togendai kami turun di Owakudani untuk melihat kawah belerang dan melihat Gunung Fuji dari kejauhan. Owakudani ini merupakan salah satu tempat terbaik untuk melihat Gunung Fuji secara jelas. Sayangnya kabut menyelimuti sehingga Gunung Fuji tak tampak :-( :-(

Sayangnya Gunung Fuji berselimut kabut

Owakudani ini terkenal dengan makanan khasnya yaitu telur hitam Kuro-Tamango yang langsung direbus air mendidih alami berbau belerang. Telur hitam yang direbus dalam air belerang ini juga diyakini penduduk sekitar bisa memperpanjang usia. Ini mitos, silakan percaya atau tidak. Saya sendiri tidak mencoba telur hitam ini karena dilihat dari bentuknya kok tidak menarik ;-) . Telur-telur hitam itu banyak dijual di toko-toko sekitar Owakudani yang juga menjual souvenir.


Setelah berfoto-foto kami naik ropeway lagi menuju ke Togendai. Dari atas ropeway terlihat hamparan pemandangan yang sangat indah, pohon-pohon berwarna-warni, hijau, kuning dan merah dan jika tidak kabut dari atas ropeway ini akan terlihat puncak Gunung Fuji yang berbalut salju dan permukaan Danau Ashi yang berwarna biru kristal.

Pemandangan Gunung Fuji dan Danau Ashi dari atas

Setelah sampai di Togendai, kami naik Hakone Sight Seeing Boat menyusuri Danau Ashi. Kapal ini dibentuk layaknya kapal bajak lauk jaman baheula.

Hakone sight seeing boat

Tujuan dari kapal ini ke Moto Hakone dan Hakonemachi. Selama kurang lebih 30 menit perjalanan dari Togendai ke Hakonemachi kami dapat melihat pemandangan indahnya Danau Ashi. Danau Ashi ini terbentuk dari dua ledakan besar Gunung Hakone yang membentuk kawah dan sekarang menjadi danau yang indah.

Lake Ashi

Setelah kapal merapat di Hakonemachi kami kembali ke Tokyo dengan naik bus Hakone Tozan Bus ke Hakome-Yumoto (kurang lebih 45 menit)
Melihat keindahan pemadangan di Jepang, jadi teringat akan keindahan yang dimiliki negeri sendiri. Jika kita bisa mengelola keindahan alam di Indonesia dengan baik, tak kalah menariknya dengan Jepang.

10
Nov
12

Konichiwa Kyoto, Nara dan Osaka

Kyoto

Hari ketiga di Jepang, kami berencana ingin melihat Kyoto. Kyoto adalah kota yang terletak di Pulau Honshu, Jepang. Kota ini merupakan bagian dari daerah metropolitan Osaka-Kobe-Kyoto. Kyoto memiliki banyak situs bersejarah dan merupakan ibu kota Prefektur Kyoto. Di dalam kota mengalir beberapa sungai seperti Kamogawa, Katsuragawa, dan Ujigawa serta dikelilingi oleh tiga buah gunung, yaitu Higashiyama, Kitayama, dan Nishiyama, dengan ketinggian sekitar 1000 m di atas permukaan laut.
Berangkat pagi dari hotel dengan sarapan pagi yang disediakan oleh hotel dengan berbagai pilihan roti, onigari (nasi khas Jepang), ikan asap, soup, salad, dan juice. Keluar hotel, kami langsung menuju Shin Osaka Station yang hanya berjarak beberapa meter dari hotel. Dari Shin Osaka kami naik Shinkansen. Sebelum naik Shinkansen, kami memesan tempat duduk Shinkansen di kantor JR (kantor JR ada di beberapa station). Bisa juga langsung naik tanpa reservasi, tempat duduk tanpa reservasi tersedia di gerbong 1-5.
Kyoto terletak cukup dekat dari Shin Osaka, hanya satu station. Setelah turun di Kyoto station kami langsung mencari informasi untuk membeli one day pass. Keluar lewat pintu keluar Karasuma (north side of station) ada counter penjualan tiket bus. Tiket one day pass seharga 500 yen dan tiket ini bisa dipakai untuk naik semua bus. Di Kyoto juga tersedia city bus sight seeing, yaitu Raku Bus. Raku Bus ada 3 yaitu bus no 100, 101 dan 102.
Rakus Bus 100 dari platform C1 menuju Kiyomizu Tempel, Heian Shrine, dan Ginkaku-ji temple.

Raku Bus 101 dari platform A2 menuju ke: Nijo Castle, Kitano Tenmangu Shrine, Kinkaku-ji Temple.
Raku Bus 102 (berangkat dari Kitaoji bus terminal, platform F) menuju Ginkaku-Ji Temple, Kinkaku-ji Temple, Daitoku-ji Temple.
Raku Bus, merupakan sight seeing bus, tapi berbeda dengan hop-on hop-off seperti di Singapore, Malaysia, New York, dll. Raku Bus tampak seperti bus kota pada umumnya, penuh, berjubel dan ada beberapa orang yang berdiri, tapi memang Raku bus tujuanya ke obyek-obyek wisata. Kita boleh naik-turun di tempat tertentu dan naik lagi tanpa bayar.
Naik Bus di Kyoto, modelnya berbeda dengan di Indonesia, naik lewat belakang turun lewat depan. Jika sudah membeli one day pass, pada saat naik pertama kali kartu harus dimasukan ke mesin pada saat turun sehingga tercetak tanggal di kartu tersebut. Untuk seterusnya hanya menunjukan tanggal pada kartu tersebut kepada sopir.

Di Kyoto sangat banyak kuil dan temple, tapi hanya beberapa saja yang sempat kami kunjungi yaitu:

1. Ginkaku-ji Temple

Bangunan ini dibangun atas perintah Shogun Ashikaga Yoshimasa (1435-1490) sebagai tempat peristirahatan yang nyaman. Paviliun Ginkakuji adalah bangunan sederhana dengan eksterior kayu dan didesain menggabungkan gaya bangunan yang ada di China dan Jepang. Untuk masuk ke dalam temple ini cukup merogoh kocek 500 yen.

Ginkaku-ji Temple diambil dari taman diatasnya..

2.  Kinkaku-ji Temple

Kinkakuji (Golden Pavilion) adalah kuil Buddha Zen yang dikeliling oleh taman dengan gaya Muromachi terletak di tepi danau dengan memiliki tiga lantai, dua lantai dilapisi emas murni yang dibangun sekitar abad ke-14. Kuil ini dibangun sebagai tempat peristirahatan bagi Shogun Yoshimitsu Ashikaga (1358-1409). Dia menginginkan agar seluruh fasad luar bangunan dilapisi dengan emas, tetapi pada kenyataannya hanya mampu menutup atap ketiga dengan daun emas sebelum kematiannya. Kuil ini pernah dibakar oleh seorang biksu muda yang mengalami gangguan jiwa pada tahun 1950, dan kemudian kuil ini dibangun kembali pada tahun 1955. Biaya masuk ke Kinkaku-ji Temple 400 yen

Kinkaku-ji temple (Golden Pavilion)

3. Kyoto Imperial Palace
Kyoto Imperial Palace digunakan sebagai tempat tinggal keluarga kaisar sampai tahun 1868, kemudian kaisar dan ibukotanya dipindahlkan ke Tokyo. Namun demikian, Kaiar tetap meminta Istana tersebut tetap dilestarikan. Istana terdiri dari beberapa bangunan dan dikelilingi taman yang luas. Taman tersebut sering dipakai masyarakat untuk berolahraga. Saya pada saat mengungjungi Istana ini pada musim gugur, jadi pohon-pohon terlihat sangat indah dengan daun-daun yang berwarna-warni (hijau dan kuning). Sayangnya saya datang pada hari Sabtu, dan Istana buka dari Senin sampai Jumat. Jadi pas nyampe sana pas tutup. Kecewa :-(

4. Fushimi Inari Taisha Shrine
Fushimi Inari Taisha terletak di Fushimi-ku, Kyoto. Kuil ini merupakan dasar dari pegunungan Inari yang terletak 233 m di atas permukaan laut dan ada jalur mendaki menuju kuil yang lebih kecil. Kuil ini dikenal sebagai “The Shrine of fox”. Rubah (fox) dianggap sebagai utusan yang menjaga kuil. Untuk menuju ke kuil ini dari Kyoto sta naik JR Nara Line, turun di Fushimi Inari station. Gratis dengan menggunakan JR Pass.

Fushimi Inari Taisha, thousands of vermilion torii gates

Nara
Setelah mengunjugi Kyoto, kami melanjutkan perjalanan ke Nara. Nara sangat dekat dengan Kyoto sekitar 42 km dan ditempuh sekitar 35 menit dengan menggunakan JR Nara Line (gratis dengan JR pass) dan the private Kintetsu Kyoto Line.
Kami menuju Nara dengan menggunakan JR Line dan turun di Nara Station. Station di Jepang sangat tertib, yang turun selalu didahulukan sehingga tidak terjadi saling mendorong antara yang akan masuk dan yang akan keluar. Para penumpang sudah antri di dekat pintu masuk kereta dengan tertib antri, tidak ada yang menyerobot. (bandingkan dengan di Indonesia, hmm jauh sekali)
Nara (奈良市 Nara-shi?, kota Nara) adalah ibu kota Prefektur Nara. Kota ini terletak di bagian utara Prefektur Nara, dan berbatasan dengan Prefektur Kyoto. Nara merupakan ibu kota pertama Jepang sebelum kemudian dipindahkan ke Kyoto selama hampir 1.000 tahun.
Setelah sampai di Nara kami membeli one day pass seharga 500 yen. Lagi-lagi karena keterbatasan waktu, kami hanya sempat mengunjungi dua tempat yaitu:
1. Todaiji temple

Berfoto di depan Todaiji temple

Todaiji temple merupakan temple budha yang terbesar. Di dalamnya terdapat patung Buddha yang sangat besar.

Great Buddha Statue at Todaiji temple

Sebelum memasuki gerbang temple, terlihat banyak rusa berkeliaran dengan jumlah ribuan. Para rusa ini dianggap sebagai utusan dewa yang berkelana di bumi, Mereka mendekati pengunjung dan tampak begitu jinak. Para  pengunjung tidak boleh memberi makanan rusa kecuali makanan yang dijual dengan harga 150 yen.

Foto dengan rusa yang jinak

Todaiji temple ini sangat luas dan besar. Kami berjalan mengelilingi temple ini sambil berfoto-foto. Tetapi aturan setiap masuk kuil dan taman di Jepang tidak boleh membawa tripod (entah apa maskudnya), sehingga kami kalau mau foto berdua harus meminta tolong wisatawan lain.

Di sekitar temple, banyak toko-toko yang menjual souvenir. Kami tidak membeli souvenir di tempat wisata karena kami pikir harganya mahal. Seperti biasa, harga souvenir di tempat wisata 2x lipat lebih mahal daripada di toko yang bukan tempat wisata. Ternyata setelah kami bandingkan di toko yang bukan berada di tempat wisata harganya sama saja. So lebih baik membeli souvenir di tempat wisata sehingga kita tidak perlu lagi menghabiskan waktu hanya mencari oleh-oleh.

Oya, tiket masuk temple seharag 500 yen untuk dewasa, dan 300 yen untuk anak-anak.
Di sepanjang jalan menuju pintu masuk, banyak orang yang berjualan makanan, dan kami pun mencoba membeli makanan seperti bakso tapi terbuat dari ketan. 1 tusuk harganya 100 yen. Rasanya? Silakan dicoba sendiri ;-)

Bakso ketan rasanya manis, asin.

2. Nara Park

Taman Nara dengan pohon yang berwarna-warni

Taman ini merupakan sebuah lapangan terbuka yang terletak di kaki Gunung Wakakusa. Di taman ini berkeliaran banyak rusa yang dibiarkan untuk berbaur dengan masyarakat. Rusa-rusa ini berjalan pelan diantara pengunjung. Kadang mereka bergerombol mendekati pengunjung yang memberi makan mereka. Rusa ini tampak jinak namun dipasang pengumuman bahwa rusa ini walaupun jinak rusa tetap merupakan binatang liar yang dapat menanduk, menendang, dan menggigit sehingga para pengunjung diharap tetap berhati-hati.
Taman Nara ini dipenuhi dengan pohon-pohon yang besar dan akan semakin cantik jika kita mengunjunginya pada waktu musim gugur ataupun musim dingin karena daun-daun akan berubah warna menjadi kuning dan merah. Beruntung sekali kami kesana pada waktu musim gugur sehingga kami bisa melihat keindahan Taman Nara dengan daun-daun yang berwarna-warni.

Osaka

Setelah dari Nara kami kembali Kyoto kemudian naik JR Line ke Osaka. Osaka (大阪市 Ōsaka-shi?, Kota Osaka) adalah sebuah kota di wilayah Kansai dan merupakan sebuah metropolis air yang dikenal dengan sungai-sungainya dengan jumlah jembatan terbanyak di Jepang. Ada dua pusat kota di Osaka, yakni Umeda di sebelah utara, dan Namba di sebelah selatan. Kedua pusat kota ini dihubungkan oleh jalan utama yang bernama Midosuji
Setelah sampai di station Osaka, Kami keluar melalui pintu selatan (south gate) melewati Daimaru Department Store dan Taiyo no Hiroba.

Berjalan di lorong menuju HEP Five

Kemudian kami nyebrang menuju Hankyu Entertainment Park (HEP) Five. HEP Five ini merupakan komplek pertokoan tempat anak muda nongkrong. Kemudian kami naik ferris wheel (kincir ria) dengan ketinggian 106 meter. Dari atas kami bisa melihat Kota Osaka.

Naik kincir ria

Selain HEP Five, di Osaka ada beberapa obyek wisata yang bagus dikunjungi diantaranya (yang tidak sempat kami kunjungi) :

1.Osaka Castle
2.Namba dan Shinsaibashi
3.Aquarium Kaiyukan di Tempozan
4.Universal Studios Japan (USJ)
5.Umeda
6.Pusat Perbelanjaan Tenjinbashi
7.Menara Tsutenkaku
8.Kebun Binatang Tennoji
9.Kuil Sumiyoshitaisha
Oyaa, selama jalan-jalan kalau mau lebih hemat, bisa membeli makan di super market jauh lebih murah daripada kita makan di sebuah restaurant.

02
Nov
12

Tadaima Hiroshima dan Pulau Miyajima

Tanggal 24 Oktober 2012 saya dan suami berangkat ke Tokyo naik Air Asia. Pesawat berangkat jam 08.35, transit di Kuala Lumpur 3 jam, dan baru nyampe di Haneda jam 23.00 (waktu Tokyo).

Thanks Airasia, Everyone can fly….

Kami menginap di Hotel Toyoku Inn Haneda. Kami memilih menginap di hotel ini karena dekat dengan bandara dan hotel tersebut menyediakan shuttle bus dari bandara menuju hotel. Kalau naik taxi mahal.

Sarapan pagi dengan menu paket yang sudah disediakan oleh hotel. Berbagai menu sederhana  ala barat dan Jepang tersedia. Kami sarapan mencoba mencicipi semuanya. Makan onigiri (nasi khas Jepang) dan juga makan roti. Ada minuman yang kami kira adalah es teh ternyata air kopi dingin dengan butiran es didalamnya sehingga dari luar tampak seperti es teh. Oya, orang Jepang biasa minum teh hijau tanpa gula .

Paginya kami check out dan pindah hotel di daerah Shin-Osaka.  Dari Haneda naik monorail menuju ke Hamatsucho Station (Karena belum menukar JR Pass, harus beli tiket 600 yen/orang, kalau pakai JR Pass naik monorail gratis)

Beli JR Pass

 Selanjutnya kami menuju ke Shinagawa Station untuk menukar kuitansi dengan JR Pas yang asli sekaligus memesan tiket Shinkansen ke Shin Osaka Station.

Kami menginap di Hotel Via Inn Shin Osaka. Dalam peta, hotel sangat dekat dengan station, hanya berjarak  200 meter.  Setelah sampai di Shin Osaka station, kami keluar lewat pintu timur (east exit) dan  kami agak kebingungan mencari letak hotel karena di peta lokasi yang ada di depan station tidak ada denah hotel. Pada saat kami terlihat kebingungan membaca peta tersebut,  ada seorang Ibu muda sambil menggendong anaknya membantu kami mencarikan hotel, walaupun dia tidak bisa berbahasa Inggris tapi cukup ramah dan sangat membantu bahkan sampai menelpon ke hotel untuk mencari alamat.  Orang Jepang ramah-ramah ya… jarang menemukan orang seperti itu di Jakarta ;-) . Ternyata letak hotel sangat dekat dengan station tetapi ada di belokan jalan sehingga tidak kelihatan dan belum ada di peta lokasi karena hotel masih baru (baru 2 bulan)

Sampai di hotel, baru bisa check in jam 3 pm, sementara kami sudah datang jam 13.30, akhirnya kami nitip tas dulu  kemudian pergi ke Hiroshima dan Pulau Miyajima.

Hiroshima

Perjalanan ke Hiroshima dari Shin Osaka sekitar 1,5 jam dengan menggunakan Shinkansen.

Shinkansen-Hikari ke Hiroshima

Setelah sampai di Hiroshima,  kami naik trem bayar 220 yen sekali naik. Kalau  yang dikunjugi banyak, lebih worthed beli one day pass = 600 yen.

Trem di Hiroshima

Di Hiroshima kami hanya sempat mengunjungi beberpa tempat menarik, antara lain:

1. Atomic Bomb Dome

Monumen ini merupakan simbol harapan umat manusia untuk perdamaian dunia dan pemusnahan senjata nuklir. Bom atom yang dijatuhkan di kota Hiroshima, oleh Amerika Serikat pada 6 Agustus 1945, ini telah menewaskan sekitar 140.000 orang, di satu sisi membuat semangat tentara Jepang di seluruh dunia mengalami penurunan, di lain pihak, negara-negara jajahan Jepang justru memanfaatkan situasi ini untuk melakukan konsolidasi bahkan mempersiapkan kemerdekaan, seperti Indonesia. Kalau melihat monumen ini, sepertinya Jepang menderita sekali karena diserang bom atom dan menewaskan banyak korban, padahal jika tidak mendapat serangan bom atom, Jepang dengan sangat kejinya menjajah bangsa-bangsa lain, termasuk Indonesia :-(

Berpose di Atomic Bomb Dome

Continue reading ‘Tadaima Hiroshima dan Pulau Miyajima’

01
Nov
12

Persiapan ke Negeri Sakura….

Tahun ini saya dikasih rejeki bisa jalan-jalan ke Jepang. Kebetulan ada tiket promo air asia dari Jakarta  ke Tokyo. Thanks Air Asia…

Oya sebelum berangkat ke Jepang ada beberapa hal  yang harus disiapkan:

1. Buat Itinerary

Itinerary merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan visa Jepang.

Berikut ini contoh itinerary  saya selama 7 hari di Jepang

日付 datetanggal 訪問先 place you visittempat yang akan dikunjungi 宿泊場所place you staytempat menginap
24 Oktober 2012 Arrive at Haneda, jam 23.00Menuju hotel dengan shuttle bus Stay at Hotel Toyoko Inn, Handea
25 Oktober 2012 Jam 8 pagi menuju ke Hiroshima,See :

1. Peace Memorial Park,

2. Hiroshima Castle

3. Shukkeien Garden

4. Atomic Bomb Dome

kemudian lanjut ke Miyajima naik kapal dan melihat Itsukushima Shrine

Stay at Hotel Via Shin Osaka
26 – Oktober 2012 Kyoto:See :Kyoto Imperial Palace, Ginkaku-ji temple, Kinkaku-ji temple, Fushimi Inari Taisha, Kyoto Castle,

Osaka:

See :

  1. Osaka Castle
  2. Namba dan Shinsaibashi
  3. Aquarium Kaiyukan di Tempozan
  4. Universal Studios Japan
  5. Umeda

Nara

See :

1.  Todaiji Temple

2. Nara Park

3. Kofukuji Temple

4. Kasuga Taisha Shrine

Stay at Hotel Via in Shin-Osaka
29-30  Oktober 2012 Ke Korobe dam, Tetayama, Matsumoto castle Stay at Hotel New Station, Matsumoto
30-31 Oktober 2012 TokyoSee :1. Mt. Fuji

2. Tokyo Tower

3. Harajuku

4. Ueno Garden

5. Foto dengan Hachiko statue di  Shibuya station

Stay at Hotel Toyoko Inn, Tokyo
31 Oktober 2012 Check out

2. Apply Visa

Proses pengajuan visa 3 hari. Applikasi visa di download di http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html. Ada beberapa jenis visa di Jepang:

Jenis-Jenis Visa

  1. Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Kunjungan Keluarga
  2. Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Kunjungan Keluarga (apabila Pengundang adalah WN Jepang yang berdomisili di Indonesia
  3. Visa Kunjungan Sementara untuk Kunjungan Teman
  4. Visa Kunjungan Sementara untuk Kunjungan Wisata dengan Biaya Sendiri
  5. Visa Kunjungan Sementara Berkali-kali (Wisata)
  6. Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Bisnis
  7. Visa Kunjungan Sementara Berkali-kali (Bisnis)
  8. Visa Khusus (Visa Pelajar/ Bekerja/ Pelatihan/ Menetap dalam jangka waktu tertentu)
  9. Visa Transit

Biaya Pembuatan Visa

Harga
    1.Visa Single Entry Rp 325,000,-
    2.Visa Multiple Entry Rp 650,000,-
    3.Visa Transit Rp 80,000,-

3. Beli JR Pass

Biaya transportasi di Jepang sangat mahal.  Untuk menghemat biaya  transportasi lebih baik beli JR pass. Dengan membeli JR Pass tidak perlu membeli tiket kereta selama menggunakan kereta dari Japan Railway (JR). Kalau dihitung-hitung lebih murah menggunakan JR Pass daripada membeli tiket ketengan apalagi kalau kita sering menggunakan kereta selama di Jepang.

JR Pass bisa dibeli di JAL, di Wisma Kyoei Prince, Ground Fl, Jln. Jend. Sudirman Kav. 3-4, Jakarta.

Type dan Harga JR Pass:

Type: Ordinary Green
Duration Adult Child Adult Child
7-day 28,300 YEN 14,150 YEN 37,800 YEN 18,900 YEN
14-day 45,100 YEN 22,550 YEN 61,200 YEN 30,600 YEN
21-day 57,700YEN 28,850 YEN 79,600 YEN 39,800 YEN

JR pass sebelum ditukar

Dengan menggunakan JR Pass ini, kalau kita mau ke luar kota dengan naik Shinkansen (bullet train) maka tidak perlu lagi beli tiket (kecuali untuk kereta Nozomi dan Mizuho). Kalau mau naik kereta dalam kota (JR Line) juga gratis.

Biaya pemesanan tempat duduk di Shinkansen gratis dan bisa dilakukan sesaat sebelum naik kereta, tapi kalau nggak reserve tempat duduk bisa langsung naik di gerbong 1-5.  JR Pass harus selalu dibawa dan ditunjukan ke petugas, masuk lewat pintu yang ada petugasnya.

Setelah beli JR Pass di Indonesia, tiket JR Pass di tukar dengan tiket asli JR Pass. Penukaran bisa dilakukan di beberapa station, bisa dlihat di : http://www.japanrailpass.net

JR Pass setelah ditukar

Kereta Shinkansen (Bullet train)

Shinkansen, kereta cepat dengan kecepatan rata-rata sekitar 270 km/jam, gileee cepatnya…. bayangkan jika di Indonesia ada kereta seperti Shinkansen.. woww keren.. ;-)

Untuk melihat jadwal dan route kereta bisa dilihat di hyperdia.com secara online

Jalur Shinkansen

Kereta Shinkansen (Bullet train)

4. Baca informasi sebanyak-banyaknya tentang Jepang. Informasi bisa dibaca dari web:

1)  Japan I can

2) Japan Guide

3) Wikitravel Japan

24
Nov
11

Liburan Amerika (3)

Dari New York ke Chicago

Setelah 2 malam di New York, kami pindah menuju Chicago. Kami menginap di La Quinta Hotel yang terletak tidak jauh dari pusat kota Chicago. Kamarnya lumayan nyaman dan bersih. Di Chicago saya jalan-jalan sendiran kaya’orang hilang karena suami saya sedang training, so bisa pergi bareng dan berfoto kalau malam.

Beli Metro Pas

Selama saya di Chicago saya beli karu pass metro untuk 7 hari. Sehingga saya bebas naik bus atau kereta. Dengan membeli metro pass lebih murah daripada kita harus membayar setiap kali  kita pergi.

Milineum Park

Millennium Park adalah tujuan wisata utama di sekitar Danau Michigan. Di tempat tersbut banyak orang duduk-duduk santai sambil menyaksikan pemutaran video yang pernah populer, seperti “Cloud Gate,” dan patung Anish Kapoor dalam “The Bean.”

Saya pun datang berkali-kali ke Milineum Park hanya untuk sekedar duduk-duduk mencari udara panas dan foto. Lokasi Milinium Park tidak jauh dari hotel saya, hanya sekali naik bus sudah sampai ke taman ini. Sayangnya di Chicago semua jalan satu arah, itulah yang kadang-kadang membuat saya bingung ;-)

Michigan Avenue

Michigan Avenue adalah jalan utama di Chicago dan juga dikenal sebagai Magnificant Mil untuk belanja unik dan indah bangunan. Di sepanjang Michigan Avenue ini terdapat Macy’s, Nordstrom, Neiman Marcus, dan masih banyak lagi. Pusatnya adalah sebuah tempat bernama Water Tower, sebuah gedung pompa air yang merupakan landmark Chicago. Gedung ini bentuknya seperti kastil tua, dan kalau malam hari sangat cantik dengan penerangan yang indah. Di depannya terletak sebuah taman kecil, yang penuh pengunjung. Di Water tower itu pula saya membeli parfum bermerk, yang harganya jauh lebih murah daripada di Jakarta, saya juga beli leggo mainan, Body Shop, dll. Penjual parfum sangat ramah, dia orang Pakistan ngajak ngobrol tentang Indonesia. Sedikit bangga, Indonesia terkenal juga yak ;-)

Navy Pier

Navy Pier merupakan kompleks taman bermain yang menggabungkan alam dan perkotaan. Dari Navy Pier ini, kita bisa naik kapal pesiar untuk mengarung Chicago River. Tapi saat crussing tidak dari sini, karena saya udah kemalaman untuk naik kapal pesiar. Saya di Navie Pier hanya melihat-lihat dan tidak lupa berfoto.Di sini kita juga bisa menikmati pemandangan kota Chicago dari atas Ferris Wheel.

Cruissing

Satu hari sebelum saya pulang, saya ikut cruissing naik kapal boat menyusuri sungai Chicago yang membelah kota Chicago di antara gedung-gedung yang menjulang tinggi. Saya naik boat dari Michigan Avenue Bridge, dengan membayar 15 USD.  Saya duduk di atas deck dan kadang berdiri melihat pemandanagan sekitar. Sayangnya cuaca mendung dan sangat dingin (walaupun belum musim dingin), dan akhirnya saya pindah di bawah yang agak sedikit lebih hangat daripada di atas dengan udara terbuka. Selama kurang lebih 1,5 jam, seorang pemandu wisata menjelaskan tentang berbagai hal, mulai dari sejarah kota Chicago, bandit legendaris Al Capone dan nama-nama gedung di sepanjang sungai Chicago. Dia  juga menjelaskan gedung-gedung yang termasuk katagori tertinggi di dunia, dia sebutkan: John Hancock Chicago (344 m), Sears Tower Chicago (422 m), Menara Petronas Kuala Lumpur (452 m), Shanghai World Trade Center (500 m) dan The Burj Dubai (800 m).

China Town

Di setiap negara pasti ada daerah yang namanya China Town. Di Chicago pun demikian. Di China Town banyak dijual souvenir dengan harga yang relatif murah jika dibandingkan dengan toko-toko di pusat kota Chicago. Saya membeli tempelan kulkas, gantungan kunci dan souvenir-souvenir lain untuk oleh-oleh.

 Buckingham Water Fountain

Air mancur ini mulai beroperasi setiap hari dari jam 08.00 pagi sampai jam 11 Malam dari pertengahan April sampai pertengahan Oktober. Beruntunglah saya, yang pergi k Chicago pada bulan September sehingga saya dapat menikmati keinddahan air mancur ini. Saya datang pada malam hari dan cuacanya benar-benar dingin, sampai tangan saya terasa membeku. Pertunjukan air mancur ini sangat indah, karena setelah senja menampilkan koreografer dengan lampu dan musik.

Selama kurang lebih 7 hari di Chicago saya sudah berkeling-keling sendiri dengan menggunakan Metro ke semua Landmark Chicago.

Chicago terkenal sebagai kota yang dijuluki “windy city”. Memang benar-benar windy city.  Saya datang ke Chicago masih musim gugur (bulan September), tapi dinginya… benar-benar menusuk tulang. Kadang gerimis, sehingga menambah udara makin dingin. Saya pakai sweater rangkap 2 saja masih kedinginan :-(

                                                       ****




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.