Menjelajahi Pulau Tidung
October 3, 2010
ernaprisqilla
Tanggal 2-3 Oktober saya dan teman-teman kursus Bahasa Inggris di kantor mengadakan outing class program ke Pulau Tidung. Rombongan kami berjumlah 13 orang. Kami menggunakan jasa travel dengan membayar p.350rb/orang.
Hari Pertama
Kami ngumpul di Dermaga Muara Angke jam 06.00 pagi, dan jam 06.30 kapal diberangkatkan ke pulau tidung. Perjalanan kurang lebih menempuh waktu 2,5 jam. Sepanjang perjalanan kami dipuaskan oleh pemandangan laut yang menarik, seperti rombongan burung laut yang beterbangan, serangkaian pulau yang kita lewati, papasan kapal nelayan, dan juga pemandangan laut lepas yang menakjubkan.
Setelah sampai di Pulau tidung kami di jemput guide dari travel kami. Dari dermaga kami berjalan kaki menuju homestay. Setelah istirahat sejenak, saya dan teman-teman berkeliling dengan naik sepeda. Setelah makan siang dan minum es kelapa muda, kami naik kapal untuk menikmati keindahan alam dasar laut, kebetulan cuaca agak mendung sehingga tidak terlalu panas untuk snorkling. Wow!! Begitu indahnya dasar laut. Dengan snorkling kita dapat melihat ikan-ikan lucu diantara terumbu karang yang eksotis. Setelah selesai snorkling, kami dibawa menuju Pulau Payung untuk singgah sambil menikmati warung jajanan yang tersedia. Makanan yang paling banyak dijumpai di Pulau Tidung adalah indomi, otak-otak dan ikan kembung. Tidak ada wisata kuliner yang bisa di explore di pulau ini
Setelah selesai snorkling Jam 8 malam, kami BBQ di tepi pantai sambil menikmati suara gemuruh ombak yang nyaris tak terdengar. Ternyata BBQ versi orang Pulau Tidung adalah ikan kembung bakar. Alhasil perut jadi kembung karena dicekoki ikan kembung terus
Hari Kedua
Jembatan Cinta
Cuaca kurang bersahabat pada waktu kami ke Pulau Tidung. Pagi-pagi buta sudah diguyur hujan lebat disertai petir. Kami kehilangan moment untuk menikmati sunrise.
Jam 7 hujan sudah reda, saya dan teman-teman bersepeda menuju jembatan cinta. Jembatan cinta menghubungkan pulau tidung besar dan tidung kecil, yang konon kata nya kalau pacaran berpegangan tangan di jembatan ini, senantiasa cinta mereka akan abadi sampai pelaminan.
Di penghujung jembatan penghubung, menapaki pantai Pulau Tidung Kecil yang merupakan kawasan pengembangbiakan mangrove, masih tampil indah ditelusuri dengan bersepeda, melalui jalan setapak yang dipenuhi dengan ilalang dan pantai sepi yang pasirnya putih lembut, sangat indah pemandangannya.
Kembali ke Jakarta
Jam 1PM kapal membawa saya beserta rombongan untuk kembali ke Jakarta. Lagi-lagi cuaca kurang bersahabat, hujan badai membuat kapal yang kami tumpangi terombang-ambing. Saya sangat panik ketika melihat beberapa orang dari rombongan lain menggunakan pelampung. Alhamdulillah bisa kembali ke Jakarta dengan selamat.
Entry Filed under: Uncategorized
One Comment Add your own
Leave a Reply
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed










1.
MyLieq |
October 6, 2010 at 2:54 am
wah,.,.seru banget yah,.,.jadi gasabar neh mo kesana bareng teman2 kampus akhir bulan ini,.,.