Archive for November 2011
Liburan Amerika (3)
Dari New York ke Chicago
Setelah 2 malam di New York, kami pindah menuju Chicago. Kami menginap di La Quinta Hotel yang terletak tidak jauh dari pusat kota Chicago. Kamarnya lumayan nyaman dan bersih. Di Chicago saya jalan-jalan sendiran kaya’orang hilang karena suami saya sedang training, so bisa pergi bareng dan berfoto kalau malam.
Beli Metro Pas
Selama saya di Chicago saya beli karu pass metro untuk 7 hari. Sehingga saya bebas naik bus atau kereta. Dengan membeli metro pass lebih murah daripada kita harus membayar setiap kali kita pergi.
Milineum Park
Millennium Park adalah tujuan wisata utama di sekitar Danau Michigan. Di tempat tersbut banyak orang duduk-duduk santai sambil menyaksikan pemutaran video yang pernah populer, seperti “Cloud Gate,” dan patung Anish Kapoor dalam “The Bean.”
Saya pun datang berkali-kali ke Milineum Park hanya untuk sekedar duduk-duduk mencari udara panas dan foto. Lokasi Milinium Park tidak jauh dari hotel saya, hanya sekali naik bus sudah sampai ke taman ini. Sayangnya di Chicago semua jalan satu arah, itulah yang kadang-kadang membuat saya bingung
Michigan Avenue
Michigan Avenue adalah jalan utama di Chicago dan juga dikenal sebagai Magnificant Mil untuk belanja unik dan indah bangunan. Di sepanjang Michigan Avenue ini terdapat Macy’s, Nordstrom, Neiman Marcus, dan masih banyak lagi. Pusatnya adalah sebuah tempat bernama Water Tower, sebuah gedung pompa air yang merupakan landmark Chicago. Gedung ini bentuknya seperti kastil tua, dan kalau malam hari sangat cantik dengan penerangan yang indah. Di depannya terletak sebuah taman kecil, yang penuh pengunjung. Di Water tower itu pula saya membeli parfum bermerk, yang harganya jauh lebih murah daripada di Jakarta, saya juga beli leggo mainan, Body Shop, dll. Penjual parfum sangat ramah, dia orang Pakistan ngajak ngobrol tentang Indonesia. Sedikit bangga, Indonesia terkenal juga yak
Navy Pier
Navy Pier merupakan kompleks taman bermain yang menggabungkan alam dan perkotaan. Dari Navy Pier ini, kita bisa naik kapal pesiar untuk mengarung Chicago River. Tapi saat crussing tidak dari sini, karena saya udah kemalaman untuk naik kapal pesiar. Saya di Navie Pier hanya melihat-lihat dan tidak lupa berfoto.Di sini kita juga bisa menikmati pemandangan kota Chicago dari atas Ferris Wheel.
Cruissing
Satu hari sebelum saya pulang, saya ikut cruissing naik kapal boat menyusuri sungai Chicago yang membelah kota Chicago di antara gedung-gedung yang menjulang tinggi. Saya naik boat dari Michigan Avenue Bridge, dengan membayar 15 USD. Saya duduk di atas deck dan kadang berdiri melihat pemandanagan sekitar. Sayangnya cuaca mendung dan sangat dingin (walaupun belum musim dingin), dan akhirnya saya pindah di bawah yang agak sedikit lebih hangat daripada di atas dengan udara terbuka. Selama kurang lebih 1,5 jam, seorang pemandu wisata menjelaskan tentang berbagai hal, mulai dari sejarah kota Chicago, bandit legendaris Al Capone dan nama-nama gedung di sepanjang sungai Chicago. Dia juga menjelaskan gedung-gedung yang termasuk katagori tertinggi di dunia, dia sebutkan: John Hancock Chicago (344 m), Sears Tower Chicago (422 m), Menara Petronas Kuala Lumpur (452 m), Shanghai World Trade Center (500 m) dan The Burj Dubai (800 m).
China Town
Di setiap negara pasti ada daerah yang namanya China Town. Di Chicago pun demikian. Di China Town banyak dijual souvenir dengan harga yang relatif murah jika dibandingkan dengan toko-toko di pusat kota Chicago. Saya membeli tempelan kulkas, gantungan kunci dan souvenir-souvenir lain untuk oleh-oleh.
Buckingham Water Fountain
Air mancur ini mulai beroperasi setiap hari dari jam 08.00 pagi sampai jam 11 Malam dari pertengahan April sampai pertengahan Oktober. Beruntunglah saya, yang pergi k Chicago pada bulan September sehingga saya dapat menikmati keinddahan air mancur ini. Saya datang pada malam hari dan cuacanya benar-benar dingin, sampai tangan saya terasa membeku. Pertunjukan air mancur ini sangat indah, karena setelah senja menampilkan koreografer dengan lampu dan musik.
Selama kurang lebih 7 hari di Chicago saya sudah berkeling-keling sendiri dengan menggunakan Metro ke semua Landmark Chicago.
Chicago terkenal sebagai kota yang dijuluki “windy city”. Memang benar-benar windy city. Saya datang ke Chicago masih musim gugur (bulan September), tapi dinginya… benar-benar menusuk tulang. Kadang gerimis, sehingga menambah udara makin dingin. Saya pakai sweater rangkap 2 saja masih kedinginan
****
3 comments November 24, 2011
Liburan ke Amerika (2)
2 N in New York
Pemeriksaan di Airport
Begitu sampe airport dan saat kita keluar seperti biasa, kita harus berurusan dengan petugas imigrasi. Salah seorang bertugas membawa anjing pelacak berkeliling mendekati setiap orang yang ada di antrian imigrasi. Orang-orang yang dicurigai membawa barang-barang yang dilarang termasuk makanan pasti akan diciumi oleh anjing. Termasuk saya, yang pada waktu itu hanya membawa sebuah pisang di dalam tas. Pisang itupun dapat di pesawat. Alhasil tas saya diciumi anjing. Saya agak takut, akhirnya petugas tanya ke saya “ any food?” saya bilang yes, just banana.. hohoho alhasil sebuah pisang disita oleh petugas.
Di New York saya menginap di Hotel Air Way Inn yang tidak jauh dari Airport. Kebetulan ada shuttle menuju hotel. Setelah istirahat semalam, paginya saya dan suami akan jalan-jalan. Kami tidak tau cara naik bus karena belum beli Metro Pass, kami bertanya pada Ibu-ibu yang kebetulan sedang menunggu bus di halte. Kami bertanya dengan sopan, ongkosnya berapa naik bus, dijawab dengan singkat dan kami bertanya lagi, apakah punya uang receh, kalo ada mau nuker. Kali pikir si bule ini orang Asia tanya terus..dijawab dengan jutek tukar aja noh di toko sebrang. Kami masih berdiri bengong, dan si bule jutek bilang “ go’’go..” haduh’’ dikira gelandangan kalee ya saya :-(
2 Malam di New York lumayan menyenangkan. Saya ikutan Hop on – Hop off. Tiket Ho-Ho berlaku sampe 3 hari. Bayar 54 USD. Tiket termasuk untuk cruising dan night sight seeing.
Liberty Statue dan Ellis Island
Patung Liberty terletak disebuah pulau. Untuk menuju tempat Patung Liberty berada, kita harus naik fery menyebrangi sungai Hudson. Kita dapat lewat Battery Park di Lower Manhattan atau juga dapat dicapai dari Liberty State Park di Jersey City. Seperti biasa di daerah objek wisata, banyak di jual souvenir dengan harga yang relatif mahal (jika di kurs dengan rupiah hehe). Di sini saya hanya membeli magnet patung liberty kecil dengan harga 4 USD. Karena mahal saya hanya membeli 1.
Setelah melihat Patung Liberty, saya beserta rombongan menuju Pulau Ellis. Pulau ini pernah menjadi pelabuhan pendaratan dari kaum immigran pada tahun 1892 – 1954.
Time Square
Times Square adalah persimpangan utama di Manhattan, New York City. Pada persimpangan Broadway dan Seventh Evenue membentang dari West 42nd sampai West 47th Streets. Areal Times Square ini meliputi blok antara Sixth dan Eighth Avenues dari Timur ke barat dan West 40th sampai West 53rd Streets dari selatan ke utara yang merupakan bagian komersial dari Midtown Manhattan. Untuk mencapai Times Square sangatlah mudah. Hanya berjalan lurus sampai bertemu seventh Evenue dan berbelok kekanan beberapa ratus meter kita akan menemukan tempat ini.
Di Times Square saya mencari oleh-oleh buat keluarga dan teman-teman. Di sepanjang jalan banyak toko-toko yang menjual parfum, tas, sepatu dan souvenir.Bahkan tas-tas bermerk (palsu) juga ada di sepanjang trotoar dengan harga 10 USD.
Add a comment November 20, 2011
Liburan ke Amerika (1)
Liburan ke Amerika? Wow keren.. I don’t imagine it. Sesuatu yang tak pernah terduga saya bisa jalan-jalan ke Amerika. Saya bersama suami pergi ke New York dan Chicago selama 7 hari. Kebetulan suami saya ada training di Chicago. Sebelum berangkat ke Amerika terlebih dahulu harus apply visa USA yang lumayan ribet.
Apply Visa Amerika
Visa USA dilakukan secara online dan kita harus mengisi form DS-156 (bisa di download di :
http://jakarta.usembassy.gov/bhs/konsuler/informasi_visa.html).
Ada 2 jenis Visa USA, yaitu untuk tujuan kunjungan singkat maupun bisnis (non Immigrant) dan ada juga Visa dengan tujuan bagi yang berminat imigrasi ke Amerika. Setelah registrasi secara online (alamat web site), harus bayar ke Bank Permata atau Stanchart sebesar kurang lebih Rp. 1,2 juta. Setelah bayar ke bank dapat bukti pembayaran dan nomer registrasi di masukan ke aplikasi secara online untk mendapat jadwal wawancara. (khusus untuk pasport biru/dinas tidak ada wawancara). Setelah mengisi form lengkap, kita bisa milih jadwal wawancara. Halaman konfirmasi dengan bar code harus di cetak dan dibawa pada waktu wawancara. Semua pemohon visa non-imigran (NIV) harus mengajukan jadwal wawancara secara online. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jenis-jenis visa non-imigran bisa dlihat di:
http://travel.state.gov/visa/temp/types/types_1286.html.
Wawancara dan sidik jari
Masuk ke Kedutaan Amerika sangat ketat dengan berbagai macam pemeriksaan. Setelah antri panjang dan dapat nomer dan menungu dipanggil untuk sidik jari dan wawancara. Panggilan sidik jari dan wawancara berdasarkan group. Wawacara hanya sekitar 3 menit, kita ditanya mengenai tujuan ke USA, pekerjaan, lama tinggal. Dokumen-dokumen pendukung seperti tiket pesawat, hotel, itinerary, kartu keluarga, dll tidak ditanyakan. Dokumen-dokumen pendukung tersebut bukan jaminan visa kita di acc, ada juga yang sudah membawa tiket pesawatpun ditolak. Karena saya seorang official (tapi saya menggunakan passport hijau) ditanya masalah pekerjaan. Saya ditanya mengenai HAM di Indonesia. Gubrak!!! Kaya’ mau ujian tesis aja ni. Dan saya sempat berfikir kaya’nya gak lolos dapat visa. Di Passport saya kebetulan sudah ada cap dari beberapa negara seperti Inggris, Singapore, LAO PDR, Thailand, Malaysia, Italy, Perancis dan India. Saya ditanya pernah ke India ngapain dan saya juga ditanya apakah pernah dapat undangan bisnis. Setelah wawancara, akirnya si bule kulit hitam bilang yes, you approved. Proses visa sekitar 2 hari setelah wawancara dan visa berlaku selama 5 tahun. Thanks God bisa melihat Amerika…
4 comments November 4, 2011














