Liburan Amerika (3)
November 24, 2011
ernaprisqilla
Dari New York ke Chicago
Setelah 2 malam di New York, kami pindah menuju Chicago. Kami menginap di La Quinta Hotel yang terletak tidak jauh dari pusat kota Chicago. Kamarnya lumayan nyaman dan bersih. Di Chicago saya jalan-jalan sendiran kaya’orang hilang karena suami saya sedang training, so bisa pergi bareng dan berfoto kalau malam.
Beli Metro Pas
Selama saya di Chicago saya beli karu pass metro untuk 7 hari. Sehingga saya bebas naik bus atau kereta. Dengan membeli metro pass lebih murah daripada kita harus membayar setiap kali kita pergi.
Milineum Park
Millennium Park adalah tujuan wisata utama di sekitar Danau Michigan. Di tempat tersbut banyak orang duduk-duduk santai sambil menyaksikan pemutaran video yang pernah populer, seperti “Cloud Gate,” dan patung Anish Kapoor dalam “The Bean.”
Saya pun datang berkali-kali ke Milineum Park hanya untuk sekedar duduk-duduk mencari udara panas dan foto. Lokasi Milinium Park tidak jauh dari hotel saya, hanya sekali naik bus sudah sampai ke taman ini. Sayangnya di Chicago semua jalan satu arah, itulah yang kadang-kadang membuat saya bingung
Michigan Avenue
Michigan Avenue adalah jalan utama di Chicago dan juga dikenal sebagai Magnificant Mil untuk belanja unik dan indah bangunan. Di sepanjang Michigan Avenue ini terdapat Macy’s, Nordstrom, Neiman Marcus, dan masih banyak lagi. Pusatnya adalah sebuah tempat bernama Water Tower, sebuah gedung pompa air yang merupakan landmark Chicago. Gedung ini bentuknya seperti kastil tua, dan kalau malam hari sangat cantik dengan penerangan yang indah. Di depannya terletak sebuah taman kecil, yang penuh pengunjung. Di Water tower itu pula saya membeli parfum bermerk, yang harganya jauh lebih murah daripada di Jakarta, saya juga beli leggo mainan, Body Shop, dll. Penjual parfum sangat ramah, dia orang Pakistan ngajak ngobrol tentang Indonesia. Sedikit bangga, Indonesia terkenal juga yak
Navy Pier
Navy Pier merupakan kompleks taman bermain yang menggabungkan alam dan perkotaan. Dari Navy Pier ini, kita bisa naik kapal pesiar untuk mengarung Chicago River. Tapi saat crussing tidak dari sini, karena saya udah kemalaman untuk naik kapal pesiar. Saya di Navie Pier hanya melihat-lihat dan tidak lupa berfoto.Di sini kita juga bisa menikmati pemandangan kota Chicago dari atas Ferris Wheel.
Cruissing
Satu hari sebelum saya pulang, saya ikut cruissing naik kapal boat menyusuri sungai Chicago yang membelah kota Chicago di antara gedung-gedung yang menjulang tinggi. Saya naik boat dari Michigan Avenue Bridge, dengan membayar 15 USD. Saya duduk di atas deck dan kadang berdiri melihat pemandanagan sekitar. Sayangnya cuaca mendung dan sangat dingin (walaupun belum musim dingin), dan akhirnya saya pindah di bawah yang agak sedikit lebih hangat daripada di atas dengan udara terbuka. Selama kurang lebih 1,5 jam, seorang pemandu wisata menjelaskan tentang berbagai hal, mulai dari sejarah kota Chicago, bandit legendaris Al Capone dan nama-nama gedung di sepanjang sungai Chicago. Dia juga menjelaskan gedung-gedung yang termasuk katagori tertinggi di dunia, dia sebutkan: John Hancock Chicago (344 m), Sears Tower Chicago (422 m), Menara Petronas Kuala Lumpur (452 m), Shanghai World Trade Center (500 m) dan The Burj Dubai (800 m).
China Town
Di setiap negara pasti ada daerah yang namanya China Town. Di Chicago pun demikian. Di China Town banyak dijual souvenir dengan harga yang relatif murah jika dibandingkan dengan toko-toko di pusat kota Chicago. Saya membeli tempelan kulkas, gantungan kunci dan souvenir-souvenir lain untuk oleh-oleh.
Buckingham Water Fountain
Air mancur ini mulai beroperasi setiap hari dari jam 08.00 pagi sampai jam 11 Malam dari pertengahan April sampai pertengahan Oktober. Beruntunglah saya, yang pergi k Chicago pada bulan September sehingga saya dapat menikmati keinddahan air mancur ini. Saya datang pada malam hari dan cuacanya benar-benar dingin, sampai tangan saya terasa membeku. Pertunjukan air mancur ini sangat indah, karena setelah senja menampilkan koreografer dengan lampu dan musik.
Selama kurang lebih 7 hari di Chicago saya sudah berkeling-keling sendiri dengan menggunakan Metro ke semua Landmark Chicago.
Chicago terkenal sebagai kota yang dijuluki “windy city”. Memang benar-benar windy city. Saya datang ke Chicago masih musim gugur (bulan September), tapi dinginya… benar-benar menusuk tulang. Kadang gerimis, sehingga menambah udara makin dingin. Saya pakai sweater rangkap 2 saja masih kedinginan
****
Entry Filed under: Uncategorized
3 Comments Add your own
Leave a Reply
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed










1.
some |
December 21, 2011 at 5:42 am
cara beli kartu metro pass nya gimana dan berapa?
2.
ernaprisqilla |
December 24, 2011 at 3:23 pm
Hi Samuel, thx ya udh mengunjungi blog saya.
untuk kartu metro bisa di beli d setiap sub way.
harganya ada yang untuk mingguan. kalo kita lama dsana lebih baik beli kartu pass untuk 1 minggu,karena kalo di hitung2 lebih murah harganya.
selamat k USA…
3.
Sekar |
December 30, 2011 at 9:11 am
bagus critanya..