Bangkok, I am coming….

12 Januari 2010, saya dan suami berlibur ke Bangkok, Thailand.  Kami berangkat naik AirAsia PK. 16.20 WIB. Kurang lebih perjalanan Jakarta – Bangkok 3, 5 jam. Tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Bangkok.

Tiba di  Bangkok International Airport (Suvarnabhumi), jam 20.40 waktu Bangkok.  Kami menginap di Hotel Sawasdee Khaosan Road Inn (bintang dua).  Hotel lumayan representative untuk back packer seperti kami. Hotel terletak di kawasan Khaosan Road, dengan harga yang cukup murah. Hotel lumayan bersih dan nyaman, tidak terlalu bising. Hanya saja, hotel ini tidak ada fasilitas lift, sehingga kami harus naik turun tangga setiap hari, dan membuat kaki cukup gempor. Kami tinggal di lantai 4.

Kesan pertama Bangkok tidak jauh berbeda dengan Jakarta, macet.  Hanya saja untuk infrastruktur Bangkok lebih bagus dari Indonesia. Bangkok punya MRT (subway) dan BTS (monorail). Kapan ya Indonesia bisa punya monorail dan subway??? Adanya Cuma KRL doank hikssss…

Obyek wisata Bangkok:

Saya di Bangkok 3 hari, 2 malam. Dan ini merupakan kunjungan yang sangat singkat. Banyak obyek wisata di Bangkok yang tidak dapat saya kunjungi, tetapi paling tidak saya sudah mengunjungi 3 obyek wisata besar yang patut di kunjugi di Bangkok yaitu : Wat Arun, Wat Pho, dan Grand Palace.  Ketiga obyek besar di Bangkok tersebut terletak berdekatan.

Wat Arun (temple of dawn)

Wat Arun (Temple of Dawn) adalah salah satu bangunan yang menjadi ciri khas kota Bangkok. Kuil ini terletak di tepi barat sungai Chao Phraya di Thon Buri. View terbaik untuk melihat kuil ini adalah dari seberang sungai, yaitu pada saat pagi hari saat kuil ini memancarkan kerlap-kerlip ribuan cermin kecil yang menempel di dindingnya, dan pada saat menjelang matahari terbenam untuk mendapatkan efek siluet kuil ini.

Saya pergi ke Wat Arun naik bus no. 82 (dari Khosan Road), tarif bus 7 Baht (sekitar Rp. 2ribu).  Bus berhenti tepat di samping Grand Palace.  Kemudian jalan sekitar 10m untuk menuju Wat Arun. Untuk menuju Wat Arun harus  naik perahu (boat) dengan membayar 3 Baht/orang, karena kuil ini terletak di seberang sungai. Biaya tiket untuk masuk untuk naik ke Wat Arun 50 Baht/orang.

Hati-hati, disana ada tempat berfoto berupa papan lukisan orang berpakaian Tradisional lengkap yang bisa kita isi dengan wajah kita. Jika anda menggunakannya untuk berfoto, anda akan diminta bayar 40 Baht/orang. Selain itu ada juga yang menyediakan pakaian tradisional Thailand, jika kita ingin berfoto dengan pakaian tersebut, dapat menyewa dengan biaya 200 Baht/orang.

Wat Pho (Temple of reclining budha)

Wat Pho terkenal dengan Patung Budha Raksasa yang sedang berbaring dengan panjang 46 meter dan tinggi 15 meter. Patung budha yang berlapis emas ini menggambarkan keadaan saat Sang Buddha berlalu ke nirvana.

Untuk masuk ke Wat Pho kita harus bayar 50 baht/orang.

Grand Palace

Merupakan tempat bersejarah di Thailand. Dulu Istana ini digunakan sebagai pusat pemerintahan dan kediaman keluarga raja. Sekarang istana ini menjadi obyek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Untuk mengunjungi istana ini, pengunjung diharuskan memakai pakaian sopan, tidak boleh memakai celana pendek ataupun kaos tanpa lengan. Bagi wisatawan yang memakai pakain kurang rapi tapi tetap ingin masuk ke dalam istana, disediakan penyewaan.  Harga tiket masuk 350 baht/orang.

Tempat Shopping

Ada beberapa tempat shopping di Bangkok yang patut dikunjungi, antara lain:

1. Maa Boon Kroong (MBK),

2. Siam Square,

3. Silom,

4. Central World,

5. Pratunam, Bayoke dan Indra Square,

6. Suan Lum Night Bazaar,

7. Chaktucak Weekend Market

Karena keterbatasan waktu, kami hanya dapat mengunjugi Pratunam market, dan MBK,

Pratunam Market

Saya mencari oleh-oleh di Pratuam market. Disana barang-barang yang ditawarkan relativ lebih murah daripada MBK mall. Di Pratunam banyak juga souvenir dengan harga yang relativ murah. Harga kaos kurang lebih 90 baht (tergantung size) lebih murah disbanding di mall yang harganya sekitar 100 Baht. Bahkan kalau beli minimal 3, dapat diskon 20 baht. Souvenir seperti dompet, tas, gantungan kunci, magnet, patung gajah juga tersedia di Pratunam market dengan harga pas.

MBK

Maa Boon Kroong (MBK) dan Siam Center, merupakan pusat belanja teramai di kawasan Bangkok. MBK dekat dengan Siam Square, cukup dengan naik BTS dari stasiun Asok menuju Siam dengan mengambil jalur BTS ke arah Mo Chit.

Barang-barang yang dijual tidak jauh berbeda dengan Mangga2, Jakarta. Harga relative murah. Kaos, baju, souvenir banyak terdapat di MBK denga harga relative murah dan terjangkau.

Halal Food

Bagi kaum muslim, agak sulit menemukan halal food. Kebanyakan resto pasti menjual makanan yang berbau babi. Semua pasti berbau babi, apalagi soup. Tidak ada tulisan pork soup tapi tulisannya chicken noodle soup atau seafood noodle soup.  Isinya memang soup ayam dan soup seafood tapi ada daging babi di kuahnya. Makanya sebelum memesan pastikan kalau makanan yang Anda pesan tidak mengandung babi.

Tuk-tuk dan Penipu (scammer). Hati-hati!!

Di Bangkok, banyak orang yang keliatanya baik tapi sebenarnya adalah penipu (scammer). Begitu kita kelihatan kebingungan atau tersesat kita akan didekati orang yang memberitahu kita arah dan tempat wisata. Orang itu biasanya fasih bahasa inggris  (kebanyakan orang Thai tidak bisa berbahasa Inggris). Dia akan memberi tahu kalau mau ke tempat obyek wisata yang kita tuju baru buka jam 13.00 ke atas (padahal kenyataannya dari pagi sudah buka) dan sebaiknya pagi ini Anda naik tuk-tuk (mirip bajaj) sekitar 40 Baht ke objek wisata lain dulu sekaligus mampir ke tempat penjulalan souvenir (biasanya perhiasan/ jewelry).  Oleh sopir tuk-tuk yang sudah bekerjasama dengan penipu tadi kita akan di bawa ke tempat penjualan perhiasan yang harganya mahal dan kita tidak dapat mengelak untuk tidak membeli. Sopir tuk-tuk akan mendapat fee dari toko perhiasan tersebut jika bisa membawa tamu kesana. Maka berhati-hatilah dengan orang Thailand yang kelihatannya baik yang kita temui di jalan.

Transportasi di Bangkok

Untuk bepergian, bias menggunakan BTS (monorail), MRT (subway), taxi, bus, tuk-tuk (mirip bajaj). Kalo naik MRT biayanya tergantung jauh dekatnya. Kalau naik BTS, biayanya tergantung zone 1, 2, atau 3. Semakin jauh zone semakin mahal biayanya. Taxi tidak terlalu mahal, karena menggunakan  argo.  Kalo sopir taksi tidak mau pakai argo, keluar saja dan cari taksi yang lain. 1 dari 4 mobil di Bangok adalah taksi. Jadi jangan khawatir nggak dapat taksi.