Posts filed under: ‘Europa‘
Mengunjungi Eropa (London)
Tanggal 26 Okober 2008, aku dan suami pergi ke Eropa. Berangkat dari Jakarta jam 00.45 WIB naik Emirates dan transit di Dubai 4 jam. Setelah transit di Dubai, kami melanjutkan perjalanan ke London. Sebelum berangkat ke Eropa, kami sudah menyiapkan segala sesuatunya, karena ini adalah pengalaman pertama aku ke luar negeri, sebelum berangkat aku harus bikin passport hijau.
Pembuatan passport sekitar 1 minggu dengan biaya Rp. 270.000, sedangkan suami karena dinas dia menggunakan passport biru (Pasport yang dikeluarkan oleh Deplu utk dinas ke LN bagi instansi pemerintah). Kami harus mengurus dua visa yaitu visa Inggris dan visa Schengen karena kami berencana melanjutkan perjalanan ke daratan Eropa lainnya. Kami meerencanakan di London 7 hari, karena suami training di London 4 hari. Setelah itu kami berencana jalan-jalan ke Roma sekitar 3 hari dan di Paris juga 3 hari.
Kami memboooking hotel dan pesawat Easy Jet lewat web untuk ke Roma dan Perancis, karena pesan jauh-jauh hari sebelumnya, kami bisa mendapat penerbangan murah dari London ke Italy, dari Italy ke Paris dan dari Paris ke London. Di London kami menginap di Wisma Merdeka, Wisma milik KBRI.
Sampe di London, kami bingung mencari alamat Wisma Merdeka. Semua alamat kami simpan di laptop dan PDA dan sampai di London, pas saat tiba di Heathrow semua PDA dan Laptop lowbatt. Kebetulan di HP, suami pernah menyimpan dari Blog orang yang tahu alamat Wisma Merdeka, dia bilang alamat Wisma Merdeka Dartmouth Road 44, dekat station underground Hendon. Kemudian dari Airport Heathrow kami naik underground ke arah Station Hendon.
Sampai di station Hendon kami kebingungan mencari alamat Darttmouth Road, tanya petugas station alamat Wisma Merdeka di Darthmouth Road dia kurang paham, akhirnya kami membeli peta kecil di minimarket depan station. Karena kami keliatan orang asing yang lagi kebingungan, ada bule mendekati kami dan membatu mencarikan arah ke Darthmoth Road. Dari station kami harus berjalan mencari Darthmouth Road. Dengan membawa 2 koper besar kami berjalan menuju Darthmouth Road. Dan sampailah kami di Darthmouth Road 44. Oh My God, Darthmouth Road 44 bukan Wisma Merdeka, tapi sebuah rumah yang bertuliskan For Sale.
Rasanya kami mau menangis, ini di perantauan di negeri orang, tapi kami tersesat. HP ku tidak bisa digunakan untuk telp keluar, tapi masih bisa untuk SMS. Aku SMS adikku yang ada di Indonesia dan di Jerman untuk segera mencarikan alamat Wisma Merdeka. SMS lama sekali gak dibalas-balas dan kami rasanya panic sekali. Keadaan semakin tidak bersahabat dengan turunnya hujan. Hujan gerimis rintik-rintik turun membasahi kami. Kami kedinginan.
Sambil menunggu balasan SMS kami nekad meneduh di rumah orang. Pas kami meneduh, pemilik rumah keluar dan kami bilang kalau kami tersesat numpang neduh. Dia orang Bangladesh mempersilakan kami masuk, kami disuguhi teh tarik dan biskuit. Mereka sangat baik. Mereka mencarikan alamat Wisma Merdeka dari Internet. Ternyata kami salah alamat, di London ada 2 alamat Dartmouth Road yaitu di NW2 dan NW8. Kami harus tahu kode posnya. Ternyata Wisma Merdeka terletak Dartmouth Road 44 yang di Willesdengreen NW2 bukan yang di Hendon NW8. Setelah kami mendapat alamat kami memutuskan naik taxi menuju Wisma Merdeka. Lagi-lagi orang Bangladesh yang kami temui sangat baik, mereka memesankan kami taxi. Setelah taxi datang, kami segera menuju ke Wisma Merdeka. Pas di taxi sms dari adik masuk, mereka ngasih tau kami alamat Wisma Merdeka, dekat Station Underground Willesdengreen. Setelah sampai di Wisma Merdeka, kami langsung tertidur karena kecapean.
London
Kami di London 7 hari, cukup panjang buat saya untuk berjalan-jalan mengelilingi London hehehe. Suami training selama 4 hari (Selasa s/d jumat). Selama suami training, aku jalan-jalan sendiri kaya’ orang bego hehehe. Adik yang di Jerman nitip dibawakan sweater dan baju-baju dari Indonesia, dan minta dikirim ke Kalshuhe Jerman) dari London. Biaya kirim paket dari London lebih murah daripada dikirim dari Indonesia. Aku mencari Royal Mail yang kebetulan ada di dekat Wisma Merdeka. Dengan bahasa Inggris yang kurang lancar aku pergi ke Royal Mail untuk mengirim paket. aku juga jalan-jalan sendiri selama sumai training. Bagi aku, ini kesempatan aku untuk belajar dan memperbaiki bahasa Inggris aku yang boleh dibilang “kacau”.
Tujuh hari di London, cukup bagi aku untuk mempraktekkan bahasa Inggris dan ternyata aku bisa berkomunikasi dengan bule dengan lancar. Terus terang saja, kalau bahasa jarang digunakan kita juga bisa lupa. Di London kami mengujungi tempat-tempat menarik seperti Big Ben, London Eye, London Bridge, Tower Bridge, House of Parliamant, Westminster Abbey, Buckingham Palace, Stepherdbush, Harrods, Albert and Victoria Musseum, Science Musseum, National Musseum, Greenwich, dll. Foto-foto selengkapnya bisa dilihat di picasaweb suamiku. Oh ya kami membeli souvenir di Bond street. Di sana banyak souvenir yang murah-meriah dengan harga sekitar GBP 3.

Big Ben di waktu malam

Buckingham Palace

Mejeng di patung kuda Picadily Street

London Eye

Tower Bridge
Wisma Merdeka
Wisma Merdeka, sebuah wisma milik KBRI. Harganya cukup murah GBP 17,5 malam/orang. Karena harganya murah fasilitasnya biasa-biasa aja, seperti kos-kosan. Kamar mandi diluar, dan disediakan sarapan pagi (roti dengan self service). Kami sengaja mencari penginapan yang murah yang penting bisa buat tidur dan gak kedinginan hehehe. Tapi ternyata kami tetap saja merasa kedinginan. Pemanas ruangan kurang panas. Jam 11 malam pemanas dimatikan dan baru dinyalakan lagi jam 06 pagi. Kata petugas wisma itu untuk menghemat rekening listrik. Pernah juga pemanas di kamar mati. Oh My God, dingin sekali euy! Seperti di dalam kulkas. Pernah pada Rabu malam, suhu udara terasa dingin sekali, selimut berlipat-lipat tetap masuk dinginnya. Mana pemanas sudah dimatikan lagi. Ternyata pas bangun semua atap rumah putih tertutup salju. Ini adalah kejadian pertama di London sejak tahun 1935, salju turun di bulan Oktober (biasanya salju turun bulan Januari – Februari).

Salju di atas daun maple. Eksotik!
Pergi ke Laundry
Jumat pagi aku gak kemana-mana, karena udah mau check out so aku mesti packing. Sebelum packing, aku berpikir sebaiknya punya baju yang bersih karena masih 1 minggu lagi di Eropa. Karena itu, aku pergi ke Laundry di dekat Wisma Merdeka. Untuk mencuci perlu menukarkan uang koin dengan besaran GBP 1. Untuk mesin cuci 3 koin dan beli sabun 1 koin dan pengering baju 50 pence untuk 10 menit. Pemilik laudry orang Bangladesh, dan aku senang sekali karena pemilik laundry punya kucing british (aku pecinta kucing). Warnanya hitam putih dan sangat jinak. Setelah aku keringkan aku pulang ke wisma, ternyata 10 menit di keringkan masih basah, aku harus setrika sampe kering dan biar cepat kering beberapa baju aku taruh di pemanas.
Setelah packing selesai sorenya aku janjian ketemu suami di Bondstreet sambil makan malam dan kami jalan ke Stepherd Bush. Sepanjang jalan liat orang pada pakai baju aneh-aneh (tepatnya baju serem) karena saat itu pas malam Helooween.
Hari terakhir di London
Kami merencanakan jalan ke Stonehenge pada hari terakhir di London. Tapi karena bangun agak kesiangan, kami membatalkan pergi ke Stonehenge dan kami memutuskan untuk pergi ke Greenwich. Dari Wisma Merdeka jam 09.00 menuju Willesdengreen station. Ternyata sampai di Willesdengreen Station, Jubilee line lagi diperbaiki dan sebagai pengganti ada relpacement bus dari Willesdengreen station menuju Bondstreet station. Dari Bondstreet kita naik underground ke Greenwich station. Dari Greenwich station ke tujuan kami naik bus. Kami turun di Museum Maritim, hujan rintik-rintik membasahi kami, dan udara semakin dingin. Kami tidak menemukan GMT (garis meridien 0 derajat).
Dari Museum Maritim jam 13.00 kami bergegas pulang karena kami harus ke Italy jam 17.00. dari depan museum Maritim kami naik bus Metro No. 99 menuju ke Greenwhich station. Pas naik bus Oyster aku udah habis, aku gak bisa naik Oyster, aku panic dan langsung turun. Sementara Oyster suami masih bisa digunakan tapi dia ikutan turun. Akhirnya aku pake Oyster suami pergi ke Greenwhich station untuk top up Oyster dan kembali ke Museum Maritim menjemput suami. Bus yang aku naiki menuju Greenwhich station rutenya muter-muter, so seharusnya jarak antara Museum Maritim dan Greenwich station hanya 15 menit PP, tapi karena rutenya muter-muter harus ditempuh 45 menit PP.
Setelah top up Oyster dan balik lagi ke Museum Maritim, kami bergegas kembali menuju Wisma, tak disangka, line underground masih diperbaiki, so underground hanya sampai Bondstreet dan dari Bondstreet kami harus naik replacement bus. Gerimis rintik-rintik mengguyur kota London membuat London macet dan kami sampai di Wisma pukul 16.00. Bayangkan saja, pesawat berangkat jam 17. 00 sementara kami masih di wisma merdeka. Kami udah yakin pasti kami terlambat, biarpun kami menuju Gatwick airport naik taxi pun pasti kami terlambat.
Akhirnya kami memutuskan untuk tetap naik underground dari Bondstreet menuju Fullham Broadway Ternyata bukan hanya Jubilee line saja yang diperbaiki tapi ada beberapa line juga yang diperbaiki so kami naik underground tidak bisa turun Fullham station. Akhirnya kami naik bus metro menuju Fullham tapi kami salah jalur, yang seharusnya sudah dekat tapi karena kami tidak tahu jadi semakin menjauh.
Setelah tanya sana-sini sampailah kami di Fulham station, di depan station kami menunggu Easy Jet travel menuju Gatwick Airport dengan bayar GBP 10 /orang. Sampai di Gatwick airport jam 9 malam dan pasti kami sudah ketinggalan pesawat dan tiket kami hangus (kami beli tiket tanpa asuransi). Pada waktu booking tiket easyjet dari London ke Roma GBP 78 untuk 2 orang dan menjelang hari keberangkatan harga tiket sudah naik 3x lipat menjadi GBP 220 untuk 2 orang.
Kami masih menimbang-nimang antara beli easy jet atau membeli penerbangan lain. Kami mencari penginapan di bandara, harga sewa kamar per malam GBP 51 untuk 4 jam. Walah kok mahal sekali, kami putar-putar di airport mencari penginapan yang murah di sekitar airport, ternyata di Gatwick airport banyak sekali turist yang tidur di bangku-bangku, tua-muda, anak-anakpun ada dan akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti mereka tidur di airport biar irit he..3x.
Pagi jam 4 kami bangun dan browsing internet harga-harga tiket dan akhirnya kami memesan Easyjet lewat net. Booking lewat intenet lebih murah daripada membeli di customer service beda GBP 20, kan lumayan he..3x. Jam 06.00 kami check in dan ternyata kami salah membeli tiket, di tiket tertera jadwal keberangkatan jam 17.15 bukan 7.15m. Oh My God, we got in trouble (again). Kami pergi ke customer service untuk mengubah jam dan ternyata kena charge GBP 75. Waduh… maksud hati beli tiket lewat web biar agak murah ternyata salah beli dan jatuhnya lebih mahal
.
Lengkap sudah penderitaan kami di London, datang tersesat pulangnya ketinggalan pesawat. Ya nasib… ya nasib…. Tapi biarpun rasannya mau marah kami tetap senyum biar perjalanan tetap menyenangkan hehehehe (karena masih 1 minggu lagi di Eropa). Always keep smile wherever we are
17 comments January 13, 2009