Dari Roma ke Paris

Perjalanan dari Roma ke Paris memakan waktu 1 jam dengan menggunakan EasyJet, dan tidak ada perbedaan waktu. Dari Orly airport naik Metro (Underground) menuju Hotel F1. Kami turun di Porte de Montreuil. Dari station bingung mencari alamat hotel. Masyarakat Perancis kurang bisa (tepatnya tidak mau) berbahasa Inggris, so sulit bagi kami untuk berkomunikasi. Ada madam menghampiri kami dengan bahasa Perancis nanya kami mau kemana, kami bingung karena gak bisa bahasa Perancis sementara si Madam gak bisa bahasa Inggris. Jadilah bahasa tarzan yang digunakan, kami tunjukkan alamat hotel dan dia menunjukkan arah hotel. Tenyata orang Paris ramah-ramah ya hehehe.
Sampai di Hotel F1 disambut reseptionis hotel dengan ramah. Tidak seperti hotel lain, sebelum menginap kami harus bayar di muka. Hotel yang kami tempati walaupun bintang 3 tetapi lebih mirip losmen. Semuanya serba self-service termasuk makan paginya. Kamar hotel tanpa kunci, tetapi menggunakan password (PIN) yang harus kami ingat karena hanya tercetak di lembar tagihan.
Setelah meletakkan barang di kamar dan mandi, kami pun segera menuju menara Eiffel. Tak sabar rasanya pengin melihat menara Eiffel yang terkenal romantis itu. Kebetulan kami sampai di menara Eiffel sore menjelang malam. Menara Eiffel diguyur dengan sinar lampu biru. Kami sempat menyaksikan atraksi lampu di menara Eiffel. Ribuan lampu di sekujur menara Eiffel dinyalakan selama kurang lebih 1 menit setiap jamnya. Lumayan juga moment ini sempat kejepret kamera suamiku.

Eifel, we are in Love

Eiffel, we are in love!

Kami di Paris 3 hari. Kami memanfaatkan waktu yang singkat ini untuk mengelilingi kota Paris. Tempat-tempat yang kami kunjungi antara lain: Menara Eiffel, Cathedrale Notre-Dame de Paris, Musee National d’Histoire Naturralle, Pantheon (Paris), Jardin des Plantes, Jardin du Luxembourg, Sainte-Chapelle, Musee Grevin, Cite des Sciences et de I’industrie-La Geode, Charles de Gaulle Etolite, Musee du Quai Branly, Musee des Arts Premiers, Musee d’ Lovre, Musee d’ Orsay, La Defense, dll. Foto-foto selengkapnya bisa di lihat di Picasaweb suamiku. Kami juga jadi sempat tahu beberapa bahasa Perancis dari mengunjungi tempat-tempat itu seperti:

  • Musee = museum
  • Jardin = taman = garden (Inggris)
  • Cite = kota = city (Inggris)
    053_s

    Opera House

    060_s1

    Musee d' Lovre

    Di Paris masalah bahasa menjadi kendala utama bagi kami yang cuma bisa bahasa Inggris. Kami sempat kesulitan memesan makanan di Mc Donald. Hal ini kejadian dua kali. Kejadian pertama, kami terpaksa seperti tarzan menunjuk-nunjuk gambar menu di dinding. Kejadian kedua lebih mending, karena pramuniaga memanggilkan manager nya yang lumayan bisa berbahasa Inggris sehingga kami lebih mudah memesan menu.

    Jadi kalo ke Paris, jangan lupa belajar sedikit bahasa Perancis. Terutama yang berkaitan dengan traveling seperti membeli tiket, memesan makanan, menanyakan alamat, dsb.

One thought on “Dari Roma ke Paris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s