Menjelajahi Pulau Tidung

Tanggal 2-3 Oktober saya dan teman-teman kursus Bahasa Inggris di kantor mengadakan outing class program ke Pulau Tidung. Rombongan kami berjumlah 13 orang. Kami menggunakan jasa travel dengan membayar p.350rb/orang.

Hari Pertama

Kami ngumpul di Dermaga Muara Angke jam 06.00 pagi, dan jam 06.30 kapal diberangkatkan ke pulau tidung. Perjalanan kurang lebih menempuh waktu 2,5 jam. Sepanjang perjalanan kami  dipuaskan oleh pemandangan laut yang menarik, seperti rombongan burung laut yang beterbangan, serangkaian pulau yang kita lewati, papasan kapal nelayan, dan juga pemandangan laut lepas yang menakjubkan.

Setelah sampai di Pulau tidung kami di jemput guide dari travel kami.  Dari dermaga kami berjalan kaki menuju homestay. Setelah istirahat sejenak, saya dan teman-teman berkeliling dengan naik sepeda. Setelah makan siang dan minum es kelapa muda, kami naik kapal untuk menikmati keindahan alam dasar laut, kebetulan cuaca agak mendung sehingga tidak terlalu panas untuk snorkling. Wow!! Begitu indahnya dasar laut. Dengan snorkling  kita dapat melihat ikan-ikan lucu diantara terumbu karang yang eksotis. Setelah selesai snorkling, kami dibawa menuju Pulau Payung untuk singgah sambil menikmati warung jajanan yang tersedia. Makanan yang paling banyak dijumpai di Pulau Tidung adalah indomi, otak-otak dan ikan kembung. Tidak ada wisata kuliner yang bisa di explore di pulau ini😦

Setelah selesai snorkling Jam 8 malam, kami BBQ di tepi pantai sambil menikmati suara gemuruh ombak yang nyaris tak terdengar. Ternyata BBQ versi orang Pulau Tidung adalah ikan kembung bakar. Alhasil perut jadi kembung karena dicekoki ikan kembung terus😦

Hari Kedua

Jembatan Cinta


Cuaca kurang bersahabat pada waktu kami ke Pulau Tidung. Pagi-pagi buta sudah diguyur hujan lebat disertai petir. Kami kehilangan moment untuk menikmati sunrise.

Jam 7 hujan sudah reda, saya dan teman-teman bersepeda menuju jembatan cinta. Jembatan cinta menghubungkan pulau tidung besar dan tidung kecil, yang konon kata nya kalau pacaran berpegangan tangan di jembatan ini, senantiasa cinta mereka akan abadi sampai pelaminan.

Di penghujung jembatan penghubung, menapaki pantai Pulau Tidung Kecil yang merupakan kawasan pengembangbiakan mangrove, masih tampil indah ditelusuri dengan bersepeda, melalui jalan setapak yang dipenuhi dengan ilalang dan pantai sepi yang pasirnya putih lembut, sangat indah pemandangannya.

Kembali ke Jakarta

Jam 1PM kapal membawa saya beserta rombongan untuk kembali ke Jakarta. Lagi-lagi cuaca kurang bersahabat, hujan badai membuat kapal yang kami tumpangi terombang-ambing. Saya sangat panik ketika melihat beberapa orang dari rombongan lain menggunakan pelampung. Alhamdulillah bisa kembali ke Jakarta dengan selamat.

2 thoughts on “Menjelajahi Pulau Tidung

  1. Wow that was strange. I just wrote an extremely long comment but after I clicked submit my comment didn’t appear.
    Grrrr… well I’m not writing all that over
    again. Anyways, just wanted to say fantastic blog!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s