Sabaidee Luang Prabang

Tanggal 22-23 Februari 2011 saya mendapat undangan untuk mengikuti diskusi Human Rights di Luang Prabang, Laos. Saya sedikit bingung dan berpikir dimana Luang prabang  itu? Mengapa panitia memilih tempat di Luang Prabang. Ada apa di Luang Prabang? Saya langsung browsing tentang Luang Prabang. Ternyata di Luang Prabang banyak peninggalan UNESCO, mungkin karena alasan itulah Panitia memilih tempat di Luang Prabang. Luang Prabang adalah sebuah kota yang terletak di aliran sungai Mekong di Laos.

Transit di Bangkok

Untuk menuju ke Luang Prabang dari Jakarta hanya ada dua pesawat yaitu Bangkok Airways dan Lao Airways. Dan harus transit di Bangkok.

Saya berangkat dari Jakarta hari Minggu tanggal 20 Februari dengan menggunakan maskapai Thai Airways. Perjalanan dari Jakart ke Bangkok kurang lebih 3, 5 jam. Tidak perbedaan waktu antara Bangkok dan Jakarta. Saya berangkat pukul 01.05 siang, sampai di Bangkok 16.35 sore. Di Bangkok saya menginap di Hotel Kriss Residence, lokasi tidak jauh dari Bandara, hanya sekitar 10 menit. Saya memilih Hotel Kriss Residence karena dekat dengan hotel dan ada fasilitas transfer 2 way ke airport. Tapi setelah saya sampai di airport, saya cari-cari tidak ada petugas dari Kriss Residence, saya mau telp tidak tau nomer telpnya karena pemesanan online lewat Agoda dan dipemesanan tidak dicantumkan nomer telp hotel, hanya alamat saja. Akhirnya saya naik taxi, Unfortunatelly sopir taxi tidak tau lokasi hotel. Setelah keluar dari pintu gerbang bandara di belok kiri karena itu sudah jalan Lad Prabang. Sopir taxi bingung dan nanya orang dipinggir jalan. Orang di jalan juga tidak tau alamat hotel itu. Kemudian sopir taxi menanyakan apakah saya tau no telp hotel dan punya telp untuk menelphone, karena saya tidak punya SIMCard Thailand saya bilang tidak ada, dan sopir taxi bilang ok, pake HP saya saja. (pikir saya, ini sopir taxi baik banget). Setelah dia telp, akhirnya dia menemukan lokasi hotel. Taxi puter balik dan ketemulah lokasi hotel. Taxi habis 143 THB, saya bayar 160THB dan saya minta kembalian, tenyata sopir taxi minta 300THB dengan alasan ongkos telp. Saya pikir itu permainan sopir taxi. Setelah saya check in saya marah dengan petugas hotel kenapa saya tidak dijemput, dan petugas hotel bilang sudah dijemput dan ditunggu di gate 4 tapi tidak bawa kertas yang bertuliskan nama saya atau nama hotel. Saya pikir ini juga alasana hotel. Siang harinya saya check out dan siap menuju Luang Prabang dengan menggunakan Bangkok Airways.

Luang Prabang

Perjalanan dari Bangkok menuju Luang Prabang sekitar 2 jam, dan tidak perbedaan waktu antara Bangkok dan Luang Prabang, dengan demikian juga tidak ada perbedaan waktu antara Indonesia dengan Luang Prabang.

Bandara di Luang Prabang sangat kecil . Setelah turun dari pesawat menuju tempat pemeriksaan Imigrasi. Ternyata  dari Indonesia harus ada visa on arrival. (Kecuali diplomatic passport and Official passport). Biaya visa 30 USD. Dari Bandara saya dijemput mobil dari hotel Chantavanigh Resort and Spa. Ada dua hotel yang digunakan untuk acara dikusi HAM yaitu hotel Chantavanigh dan Vangsavath.

Setelah isitirahat sejenak di kamar, jam 6 PM kami bersiap makan malam di hotel Chantavanigh. Hotel Chantavanigh terletak disebrang sungai Mekong, untuk menuju kesana kami harus naik shuttle boat dan sebelumnya harus naik turun tangga. Benar-benar pengalaman yang mengesankan dan tak terlupakan.

Kota Luang Prabang sangat sepi, tapi banyak tourist dari mancanegara yang mengunjungi. Banyak sekali temple (pagoda).

 

Hotel Vangsavath

Saya menginap di Hotel Vangsavath. Hotelnya cukup bagus, dengan bangunan model arsitektur kuno. Hampir semua dindingnya terbuat dari kayu. Dan ternyata itu adalah model peninggalan UNESCO. Kamarnya cukup nyaman dengan AC, TV dan juga tersedia WIFI. Hotel sudah termasuk breakfast. Bagi yang beragma muslim harap hati-hati dalam memesan menu.

Tempat menarik di Luang Prabang :

Night Market

Untuk menuju night market bisa naik tuk-tuk (semacam bajaj). Tuk-tuk bisa dibayar dengan KIP ataupun THB. Naik tuk-tuk bayar 2000 KIP (20THB)

Di Night market, banyak jualan kaos, souvenir, gantungan kunci, dan makanan.harganya relative murah . Night Market tutup jam 9PM. Di Night Market kita boleh membayar dengan menggunakan  Thai bath. Disana saya beli gantungan kunci, kaos, syal, magnet dan semuanya bisa ditawar. Sayangnya banyak orang Laos yang gak bisa bahasa Inggris, so kita harus menggunakan bahasa tarsan saat menawar barang😉. Untuk makanan, banyak makanan tradisional seperti mi, ketan, nasi, lauk. Bagi yang beragama muslim harus hati-hati karena banyak makanan tidak  halal.

Kuang Si Water Falls —

Terletak 29km dari Luang Prabang. Untuk menuju waterfall saya harus berjalan kaki dengan naik tangga.  Di bawah waterfall dibolehkan untuk berenang dan bahkan melompat dari atas.  Banyak kolam disana dengan ketinggian yang berbeda dan dibolehkan untuk berenang/mandi.

Pak Ou Caves

Temple Budha yang terkenal di sebelah utara Sungai Mekong dan bisa ditempuh melalui jalan darat sekitar 1 jam atau menggunakan boat sekitar 1,5 jam. Ada dua gua disini yaitu level bawah dan atas. Sangat gelap untuk menuju ke atas, sangat dianjurkan membawa senter, lilin, lampu dsbnya.

Phou Si

Sangat indah pemandangan dari suatu bukit untuk menikmati sunset dan sunrise. Tiket masuk 20.000 KIP.

Masih banyak tempat menarik di Luang Prabang dan sayangnya saya tidak sempat mengunjunginya, antara lain:

The Haw Kham Royal Palace Museum

Wat Xieng Thong temple

Alms ceremony

Haw Kham

Vat Xieng Toung

Transit di Bangkok (lagi..)

Hari Kamis 24 Februari saya harus kembali ke Jakarta dan transit di Bangkok.  Setelah sampai di Suvarnabhumi, International Airport, saya mencari petugas dari Kriss Residece, tapi tidak ada, dan saya akhirnya telp (10THB). Saya harus marah lagi karena belum dijemput, dan setelah saya telp baru mobil datang. Benar-benar pelayanan kurang memuaskan. Padahal rabu malam saya kirim email utnuk memastikan pesawat saya. Sebenarnya hotel cukup bagus, apalagi hanya untuk sekedar transit seperti saya. Kamar cukup bersih dan pelayan yang ramah (walaupun sudah tua), sayangnya selalu alasan untuk masalah penjemputan.


One thought on “Sabaidee Luang Prabang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s