Konichiwa Kyoto, Nara dan Osaka

Kyoto

Hari ketiga di Jepang, kami berencana ingin melihat Kyoto. Kyoto adalah kota yang terletak di Pulau Honshu, Jepang. Kota ini merupakan bagian dari daerah metropolitan Osaka-Kobe-Kyoto. Kyoto memiliki banyak situs bersejarah dan merupakan ibu kota Prefektur Kyoto. Di dalam kota mengalir beberapa sungai seperti Kamogawa, Katsuragawa, dan Ujigawa serta dikelilingi oleh tiga buah gunung, yaitu Higashiyama, Kitayama, dan Nishiyama, dengan ketinggian sekitar 1000 m di atas permukaan laut.
Berangkat pagi dari hotel dengan sarapan pagi yang disediakan oleh hotel dengan berbagai pilihan roti, onigari (nasi khas Jepang), ikan asap, soup, salad, dan juice. Keluar hotel, kami langsung menuju Shin Osaka Station yang hanya berjarak beberapa meter dari hotel. Dari Shin Osaka kami naik Shinkansen. Sebelum naik Shinkansen, kami memesan tempat duduk Shinkansen di kantor JR (kantor JR ada di beberapa station). Bisa juga langsung naik tanpa reservasi, tempat duduk tanpa reservasi tersedia di gerbong 1-5.
Kyoto terletak cukup dekat dari Shin Osaka, hanya satu station. Setelah turun di Kyoto station kami langsung mencari informasi untuk membeli one day pass. Keluar lewat pintu keluar Karasuma (north side of station) ada counter penjualan tiket bus. Tiket one day pass seharga 500 yen dan tiket ini bisa dipakai untuk naik semua bus. Di Kyoto juga tersedia city bus sight seeing, yaitu Raku Bus. Raku Bus ada 3 yaitu bus no 100, 101 dan 102.
Rakus Bus 100 dari platform C1 menuju Kiyomizu Tempel, Heian Shrine, dan Ginkaku-ji temple.

Raku Bus 101 dari platform A2 menuju ke: Nijo Castle, Kitano Tenmangu Shrine, Kinkaku-ji Temple.
Raku Bus 102 (berangkat dari Kitaoji bus terminal, platform F) menuju Ginkaku-Ji Temple, Kinkaku-ji Temple, Daitoku-ji Temple.
Raku Bus, merupakan sight seeing bus, tapi berbeda dengan hop-on hop-off seperti di Singapore, Malaysia, New York, dll. Raku Bus tampak seperti bus kota pada umumnya, penuh, berjubel dan ada beberapa orang yang berdiri, tapi memang Raku bus tujuanya ke obyek-obyek wisata. Kita boleh naik-turun di tempat tertentu dan naik lagi tanpa bayar.
Naik Bus di Kyoto, modelnya berbeda dengan di Indonesia, naik lewat belakang turun lewat depan. Jika sudah membeli one day pass, pada saat naik pertama kali kartu harus dimasukan ke mesin pada saat turun sehingga tercetak tanggal di kartu tersebut. Untuk seterusnya hanya menunjukan tanggal pada kartu tersebut kepada sopir.

Di Kyoto sangat banyak kuil dan temple, tapi hanya beberapa saja yang sempat kami kunjungi yaitu:

1. Ginkaku-ji Temple

Bangunan ini dibangun atas perintah Shogun Ashikaga Yoshimasa (1435-1490) sebagai tempat peristirahatan yang nyaman. Paviliun Ginkakuji adalah bangunan sederhana dengan eksterior kayu dan didesain menggabungkan gaya bangunan yang ada di China dan Jepang. Untuk masuk ke dalam temple ini cukup merogoh kocek 500 yen.

Ginkaku-ji Temple diambil dari taman diatasnya..

2.  Kinkaku-ji Temple

Kinkakuji (Golden Pavilion) adalah kuil Buddha Zen yang dikeliling oleh taman dengan gaya Muromachi terletak di tepi danau dengan memiliki tiga lantai, dua lantai dilapisi emas murni yang dibangun sekitar abad ke-14. Kuil ini dibangun sebagai tempat peristirahatan bagi Shogun Yoshimitsu Ashikaga (1358-1409). Dia menginginkan agar seluruh fasad luar bangunan dilapisi dengan emas, tetapi pada kenyataannya hanya mampu menutup atap ketiga dengan daun emas sebelum kematiannya. Kuil ini pernah dibakar oleh seorang biksu muda yang mengalami gangguan jiwa pada tahun 1950, dan kemudian kuil ini dibangun kembali pada tahun 1955. Biaya masuk ke Kinkaku-ji Temple 400 yen

Kinkaku-ji temple (Golden Pavilion)

3. Kyoto Imperial Palace
Kyoto Imperial Palace digunakan sebagai tempat tinggal keluarga kaisar sampai tahun 1868, kemudian kaisar dan ibukotanya dipindahlkan ke Tokyo. Namun demikian, Kaiar tetap meminta Istana tersebut tetap dilestarikan. Istana terdiri dari beberapa bangunan dan dikelilingi taman yang luas. Taman tersebut sering dipakai masyarakat untuk berolahraga. Saya pada saat mengungjungi Istana ini pada musim gugur, jadi pohon-pohon terlihat sangat indah dengan daun-daun yang berwarna-warni (hijau dan kuning). Sayangnya saya datang pada hari Sabtu, dan Istana buka dari Senin sampai Jumat. Jadi pas nyampe sana pas tutup. Kecewa😦

4. Fushimi Inari Taisha Shrine
Fushimi Inari Taisha terletak di Fushimi-ku, Kyoto. Kuil ini merupakan dasar dari pegunungan Inari yang terletak 233 m di atas permukaan laut dan ada jalur mendaki menuju kuil yang lebih kecil. Kuil ini dikenal sebagai “The Shrine of fox”. Rubah (fox) dianggap sebagai utusan yang menjaga kuil. Untuk menuju ke kuil ini dari Kyoto sta naik JR Nara Line, turun di Fushimi Inari station. Gratis dengan menggunakan JR Pass.

Fushimi Inari Taisha, thousands of vermilion torii gates

Nara
Setelah mengunjugi Kyoto, kami melanjutkan perjalanan ke Nara. Nara sangat dekat dengan Kyoto sekitar 42 km dan ditempuh sekitar 35 menit dengan menggunakan JR Nara Line (gratis dengan JR pass) dan the private Kintetsu Kyoto Line.
Kami menuju Nara dengan menggunakan JR Line dan turun di Nara Station. Station di Jepang sangat tertib, yang turun selalu didahulukan sehingga tidak terjadi saling mendorong antara yang akan masuk dan yang akan keluar. Para penumpang sudah antri di dekat pintu masuk kereta dengan tertib antri, tidak ada yang menyerobot. (bandingkan dengan di Indonesia, hmm jauh sekali)
Nara (奈良市 Nara-shi?, kota Nara) adalah ibu kota Prefektur Nara. Kota ini terletak di bagian utara Prefektur Nara, dan berbatasan dengan Prefektur Kyoto. Nara merupakan ibu kota pertama Jepang sebelum kemudian dipindahkan ke Kyoto selama hampir 1.000 tahun.
Setelah sampai di Nara kami membeli one day pass seharga 500 yen. Lagi-lagi karena keterbatasan waktu, kami hanya sempat mengunjungi dua tempat yaitu:
1. Todaiji temple

Berfoto di depan Todaiji temple

Todaiji temple merupakan temple budha yang terbesar. Di dalamnya terdapat patung Buddha yang sangat besar.

Great Buddha Statue at Todaiji temple

Sebelum memasuki gerbang temple, terlihat banyak rusa berkeliaran dengan jumlah ribuan. Para rusa ini dianggap sebagai utusan dewa yang berkelana di bumi, Mereka mendekati pengunjung dan tampak begitu jinak. Para  pengunjung tidak boleh memberi makanan rusa kecuali makanan yang dijual dengan harga 150 yen.

Foto dengan rusa yang jinak

Todaiji temple ini sangat luas dan besar. Kami berjalan mengelilingi temple ini sambil berfoto-foto. Tetapi aturan setiap masuk kuil dan taman di Jepang tidak boleh membawa tripod (entah apa maskudnya), sehingga kami kalau mau foto berdua harus meminta tolong wisatawan lain.

Di sekitar temple, banyak toko-toko yang menjual souvenir. Kami tidak membeli souvenir di tempat wisata karena kami pikir harganya mahal. Seperti biasa, harga souvenir di tempat wisata 2x lipat lebih mahal daripada di toko yang bukan tempat wisata. Ternyata setelah kami bandingkan di toko yang bukan berada di tempat wisata harganya sama saja. So lebih baik membeli souvenir di tempat wisata sehingga kita tidak perlu lagi menghabiskan waktu hanya mencari oleh-oleh.

Oya, tiket masuk temple seharag 500 yen untuk dewasa, dan 300 yen untuk anak-anak.
Di sepanjang jalan menuju pintu masuk, banyak orang yang berjualan makanan, dan kami pun mencoba membeli makanan seperti bakso tapi terbuat dari ketan. 1 tusuk harganya 100 yen. Rasanya? Silakan dicoba sendiri😉

Bakso ketan rasanya manis, asin.

2. Nara Park

Taman Nara dengan pohon yang berwarna-warni

Taman ini merupakan sebuah lapangan terbuka yang terletak di kaki Gunung Wakakusa. Di taman ini berkeliaran banyak rusa yang dibiarkan untuk berbaur dengan masyarakat. Rusa-rusa ini berjalan pelan diantara pengunjung. Kadang mereka bergerombol mendekati pengunjung yang memberi makan mereka. Rusa ini tampak jinak namun dipasang pengumuman bahwa rusa ini walaupun jinak rusa tetap merupakan binatang liar yang dapat menanduk, menendang, dan menggigit sehingga para pengunjung diharap tetap berhati-hati.
Taman Nara ini dipenuhi dengan pohon-pohon yang besar dan akan semakin cantik jika kita mengunjunginya pada waktu musim gugur ataupun musim dingin karena daun-daun akan berubah warna menjadi kuning dan merah. Beruntung sekali kami kesana pada waktu musim gugur sehingga kami bisa melihat keindahan Taman Nara dengan daun-daun yang berwarna-warni.

Osaka

Setelah dari Nara kami kembali Kyoto kemudian naik JR Line ke Osaka. Osaka (大阪市 Ōsaka-shi?, Kota Osaka) adalah sebuah kota di wilayah Kansai dan merupakan sebuah metropolis air yang dikenal dengan sungai-sungainya dengan jumlah jembatan terbanyak di Jepang. Ada dua pusat kota di Osaka, yakni Umeda di sebelah utara, dan Namba di sebelah selatan. Kedua pusat kota ini dihubungkan oleh jalan utama yang bernama Midosuji
Setelah sampai di station Osaka, Kami keluar melalui pintu selatan (south gate) melewati Daimaru Department Store dan Taiyo no Hiroba.

Berjalan di lorong menuju HEP Five

Kemudian kami nyebrang menuju Hankyu Entertainment Park (HEP) Five. HEP Five ini merupakan komplek pertokoan tempat anak muda nongkrong. Kemudian kami naik ferris wheel (kincir ria) dengan ketinggian 106 meter. Dari atas kami bisa melihat Kota Osaka.

Naik kincir ria

Selain HEP Five, di Osaka ada beberapa obyek wisata yang bagus dikunjungi diantaranya (yang tidak sempat kami kunjungi) :

1.Osaka Castle
2.Namba dan Shinsaibashi
3.Aquarium Kaiyukan di Tempozan
4.Universal Studios Japan (USJ)
5.Umeda
6.Pusat Perbelanjaan Tenjinbashi
7.Menara Tsutenkaku
8.Kebun Binatang Tennoji
9.Kuil Sumiyoshitaisha
Oyaa, selama jalan-jalan kalau mau lebih hemat, bisa membeli makan di super market jauh lebih murah daripada kita makan di sebuah restaurant.

3 thoughts on “Konichiwa Kyoto, Nara dan Osaka

  1. Hallo Mba Irna, dengan 7 hari ini mba beli JR Pas kah? Target kota yg dikunjungi juga kurang lebih sama. Cuma bedanya saya landing di Osaka jam 9pagi, baru baliknya dari Haneda. Saya juga rencananya mau ke Tateyama, kira2 kalau tidka menginap memungkinkan kah? kalau gak salah kereta ke Tateyama tidak dicover JR Pass ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s