Catatan perjalanan Liburan ke Lampung I (Pantai Mutun, Klara)

Belum selesai membuat catatan perjalanan liburan ke Jepang, sudah tersusul membuat blog catatan liburan ke Lampung. Everyday is an holiday, begitulah seolah yang ada dipikiran saya😀

Liburan panjang empat hari (libur 1 Muharam 1434 H, 15 November 2012) saya dan suami berlibur ke Lampung. Kami ingin mengexplore pantai yang ada di Lampung (yang katanya bagus). Tanpa rencana, kamipun tiba-tiba berniat menghabiskan liburan panjang di Lampung. We were not well prepared for this trip (browsing tentang tempat yang akan dikunjungi baru dilakukan di mobil dan di ferry) but everything was going well. Sukses jadi backpacker😉

Perjalanan dimulai dari toll dalam kota menuju ke Ancol pukul 16.00, maksud hati ingin membeli peralatan snorkeling di Mangga Dua Square, tapi ternyata toko sudah tutup jam 6 sore😦 Kemudian perjalanan dilanjutkan sampai toll Tangerang dan kemudian masuk toll Merak (berhenti di Rest Area km 68 beli bensin dan makan malam). Kondisi jalan toll sangat padat alias macet parah😦. Sepanjang jalan toll menuju Merak banyak truk yang berjalan sangat pelan membuat kami harus berhati-hati dan waspada dalam mengendarai mobil. Sampai di Merak pkl 23, ngantri masuk kapal.Penyeberangan bayar Rp. 232.500,- untuk golongan mobil pribadi.

Kurang lebih 5 jam perjalanan dari Merak ke Lampung (termasuk menunggu kapal jalan) akhirnya kami sampai juga di Bakauheni,Lampung pkl. 3.45 dini hari.

Kemudian pertualangan dimulai dengan menuju ke Pantai Mutun, kurang lebih 1, 5 jam dari Bakauheni (karena pagi buta jalanan lancar).

Sampai Pulau Mutun, kami harus membayar retribusi 2ribu/orang. Suasana Pantai Mutun sangat sepi karena kami sampai disana masih pkl 5.20 dan sambil menunggu siang kamipun tidur di mobil sampai pkl 7. Setelah menikmati matahari terbit, kamipun menikmati keindahan Pantai Mutun. Pantai Mutun merupakan pantai berpasir putih dan air laut yang begitu jernih hingga ke tepian pantai menjadi daya tarik pantai ini. Karena berada di teluk, airnya pun begitu tenang dengan ombak yang kecil. Sehingga menjadi lokasi yang aman untuk berenang

DSC_1184

Sunrise di Pantai Mutun

Kemudian pertualangan dilanjutkan ke Pulau Tangkil dengan naik perahu motor sekitar 10 menit. Biaya naik perahu Rp. 20rb/orang untuk sekali jalan.

Pulau Tangkil memiliki pantai berpasir putih yang bersih dan masih alami. Walaupun cuaca cukup terik tak mengurungkan niat kami untuk berenang dipinggiran pantai dan juga naik kano (sampan kecil). Dengan cukup membayar Rp. 20rb kami dapat berkano sepuasnya, sampai cape😀

DSC_1238

Bersampan ria sampai pegel..;-)

Di Pulau Tangkil banyak saung-saung yang ternyata jika duduk harus bayar, karena saung-saung itu disewakan seharga Rp.75rb/sepuasnya (mahal).

Setelah puas berenang dan bersampan kami menelpon Pak Si Entong (HP.085758153634), tukang perahu yang mengantar kami ke Pulau Tangkil, untuk dijemput. Setelah berbilas di kamar mandi dengan air seadanya (bayar Rp 2rb/orang) dan membayar parkir yang lumayan mahal Rp. 15rb kamipun menuju Bandar Lampung untuk mencari penginapan. Mampir makan siang di Tenda Hijau dengan menu ayam bakar sampailah di Hotel Pacific, Teluk Betung, Bandar Lampung. Kamar lumayan ok lah dengan cukup merogoh kocek Rp. 245rb/malam.

Pantai Klara (Klapa Rapat)

Setelah istirahat sejenak di hotel, kami berniat melihat sunset di Pantai Klara. Dengan berpedoman pada GPS kami menemukan lokasi Pantai Klara yang berada 105°13’30” BT dan 05°35’10” LS. Pantai Klara, yang berjarak cukup dekat dengan Pantai Mutun, terletak di Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.

Jalan munuju Pantai Klara sangat berliku dan tidak disarankan bagi pemula untuk menyetir di daerah ini.

Nama Klara yang merupakan kepanjangan dari Kepala Rapet, karena lokasi pantai ini sangat banyak pohon kelapa yang jaraknya saling berdekatan satu sama lain sehingga membentuk peneduh bibir pantai. Pantai Klara ini ada dua yaitu Pantai Klara 1 dn Pantai Klara 2 dengan tiket masuk Rp. 25rb/mobil. Pantai ini mempunyai pemandangan yang cukup bagus yaitu pegunungan, perbukitan dengan tebing-tebing dan pulau-pulau kecil di lepas pantai. Di sebelah Tenggara ke lepas pantai terdapat Pulau Kelagian, Pahawang dan Pulau Maitem (sayangnya kami tidak sempat kesana).

DSC_1328

Senja di Pantai Klara

Di Pantai Klara juga tersedia beberapa permainan air seperti kanoe , banana boat dan juga banyak saung-saung untuk sekedar duduk-duduk yang disewakan. Kalau kita duduk di saung tanpa bayar so pasti akan didekati petugas dan diusir😉

6 thoughts on “Catatan perjalanan Liburan ke Lampung I (Pantai Mutun, Klara)

  1. Di klara, sudah mencoba menyebrang ke pulau nya? Pasir disana jauh lebih bersih, airnya jauh lebih jernih, dan kita bisa melihat ikan2 kecil dg mata telanjang.

    Sekali waktu sempatkan ke pulau pahawang, dan anda tidak akan berhenti berdecak kagum. Sungguhlah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s