Catatan perjalanan Liburan ke Lampung 2 (menjelajahi Teluk Kiluan)

Hari ketiga di Lampung kami melanjutkan berpetualang ke Teluk Kiluan. Teluk Kiluan yang terletak di Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Propinsi Lampung, berjarak kurang lebih 80 km dari Bandar Lampung dan dapat ditempuh sekitar 4 jam dengan menggunakan mobil pribadi. Dengan berbekal GPS kami menyusuri jalan yang berbukit, curam, rusak dan akhirnya kami menemukan Teluk Kilaun yang berada pada koordinat  S5.749252 – E105.192740

Gerbang Kiluan

Gerbang Menuju Pantai Kiluan

Daerah wisata yang bagus ini sayangmya belum dikelola dengan baik. Kondisi jalanan banyak yang rusak dan berlubang, jadi mirip dengan sungai kering😦

Di sepanjang jalan menuju Teluk Kiluan terlihat rumah-rumah asli suku Lampung yang berbentuk panggung.

Rumah Panggung Lampung

Rumah Panggung Penduduk Asli Lampung

Setelah sampai di Teluk Kiluan kami berhenti di warung kecil milik Pak Yon. Di depan warung memang disediakan untuk parkir mobil, dan disitu kami parkir mobil sambil mencari informasi kalau akan menyeberang dan menginap di Pulau Kiluan (karena kami belum booking penginapan). Pak Yon menyarankan agar kam menginap di cottage milik Pak Sarmin yang terletak di ujung pantai saja karena di cottage di pulau sudah penuh. Setelah tawar menawar harga sewa cootage dengan Bu Sarmin yang kebetulan sedang berbelanja di warung Pak Yon, jadilah kami menginap di cottage Pak Sarmin dengan harga sewa Rp. 300rb/malam, bonus dianter naik perahu motor ke pulau (jika sewa perahu untuk menyeberang ke pulau harganya Rp. 15rb/orang untuk sekali jalan). Sebelum menuju ke cottage Pak Sarmin, Oh My God ban mobil belakang sebelah kanan kempes tertusuk paku.  Untung bawa ban serep, Alhamdulillah sesuatu banget😉.

Cottage milik Pak Sarmin lumayan bagus, kamarnya luas bisa dihuni sekitar 4-6 orang tetapi dengan fasilitas ala kadarnya. Dinding terbuat dari papan, kasur tempe di lantai, kursi tamu dari plastik, kamar mandi dengan gayung, ada closet duduk dan listrik terbatas dari diesel. Listrik mulai nyalai jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Oya kalau mau pesan cottage milik Pak Sarmin bisa SMS ke No. 081272283879

DSC_1344

Di teras Homestay

Tips  selama di cottage

  1. penuhin air di bak mandi selama keran air menyala, karena setelah bak mandi penuh air dimatikan (menghemat listrik).
  2. listrik dari diesel menyala pkl 18.00 s.d. pkl 06.00, charge peralatan listrik segera sebelum diesel dimatikan.
  3. Colokan listrik longgar banget karena sering dipakai, plester jack ke colokan biar nggak goyang-goyang.
  4. Sedia lotion anti nyamuk daripada nggak bisa tidur karena digigitin nyamuk

Setelah istirahat sejenak, perahu motor siap mengantar kami menuju Pulau Kiluan. Kurang lebih 10 menit sampailah kami di Pulau Kiluan dan kami minta dijemput jam 17.30. Di Teluk dan Pulau Kiluan sinyal HP sangat lemah sehingga menyulitkan untuk komunikasi. Biaya masuk Pulau Kiluan Rp. 5rb/kepala (dikit-dikit bayar, bayar kok dikit-dikit ya.. hehe)

Pantai di tepi Pulau Kiluan sangat alami dengan pasir putih yang bersih. Airnya berwarna hijau dan kebiru-biruan dan terdapat banyak terumbu karang, bintang laut biru dan berbagai ikan hias. Jadi kalu kesini wajib hukumnya untuk snorkeling😉. Jika tidak membawa peralatan snorkeling bisa sewa dengan harga Rp 35 rb, live vest Rp 15.000 (bila diperlukan). Overall snorkeling lumayan bagus, tapi masih kalah dengan Taman Nasional Pulau Menjangan Bali.

DSC_1352

Pantai Kiluan

Oya jika mau menginap di cottage yang ada di Pulau Kiluan bisa menghubungi pengelola Pak Choiril Anwar (081377695200) atau Pak Dirham (saudaranya 081369991340). Tarif Rp 200rb / hari dengan fasiitas ala kadarnya (juga) dan kamar mandi berada diluar untuk umum.

Setelah hampir 3 jam berenang dan snorkeling ditepi Pulau Kiluan kami berbilas di kamar mandi. Kamar mandi dengan fasilitas seadanya dan harus menimba air disumur😦 . Sambil menunggu perahu menjemput kami memesan teh panas untuk sekedar menghangatkan badan. Harga teh panas dengan gelas kecil Rp.3rb. Mahal?? Mahal  atau murah itu relatif. Tepat pukul 17.30 datanglah perahu motor menjemput kami dan ditengah perjalanan menuju ke Teluk Kiluan byuurr..hujan mulai mengguyur.

Di Teluk maupun di Pulau Kiluan ini sangat sepi. Tidak seperti daerah wisata pada umumnya yang selalu dipenuhi dengan orang berjualan makanan dan toko-toko souvenir. Disini tidak ada restaurant ataupun sekedar warung indomi. Tapi jangan khawatir, kalau kita mau makan cukup memesan dari pemilik cottage. Mereka akan mengantar makanan ke kamar yaitu nasi, sayur, ikan tongkol, sambel dan air putih hanya dengan membayar Rp. 15rb/porsi. Teh manis juga ada dengan cukup membayar Rp.2.500,-/gelas. Dan jika cuaca memungkinkan bisa bakar ikan sambil api unggun. Sayang pada saat kami kesana hujan sangat deras  :-(

Dolphin show

Pagi jam 6 kami diketok tukang perahu yang akan mengantar kami melihat lumba-lumba.  Dengan perahu motor kecil kami menuju tengah laut untuk melihat lumba-lumba menari-nari. Biaya naik perahu untuk melihat dolphin Rp. 250 rb/perahu.Perahu biasanya hanya diisi maksimal 4 orang termasuk pemandu. Lumba-lumba disini ada 2 species yaitu hidung botol dan paruh panjang dibanding di Lovina Bali yang cuma 1 spesies (hidung botol). Lumba-lumba paruh panjang show off meloncat ke atas air (di Lovina nggak ada). Kami sempat melihat 2 ekor lumba-lumbah paruh panjang meloncat di atas air dengan ketinggian sekitar 1 meteran. Sayang tidak sempat terekam kamera karena begitu cepatnya.

Perjalanan kurang lebih 30 menit mengantarkan kami ke tengah laut dan kami pun bagaikan diayun-ayun oleh ombak yang lumayan besar. Jadi serasa naik roller coaster, untungnya saya kuat dan tidak mabok laut hehe.

Atraksi lumba-lumba tidak terlalu banyak, jika dibandingkan dengan Pantai Lovina,Bali. Mungkin karena cuaca yang mendung dan kami merasa kurang beruntung melihat lumba-lumba yang menari-nari. Bahkan boleh dibilang saya agak kecewa karena hanya seidkit melihat lumba-lumba😦

Setelah kurang lebih 1 jam di Samudra Hindia untuk melihat atraksi lumba-lumba perahu motor kami pun kembali ke Teluk Kiluan. Sudah hampir sampai ke Pulau Kiluan alamaakkkkk perahu motor kami terhenti karena olinya habis, huaaa mana hujan pula😦😦. Akhirnya datangkah bala bantuan perahu nelayan yang bersedia menarik perahu kami sampai ketepian.

Begitulah pengalaman kami selama liburan di Lampung. This trip is one of my memorable holidays in my life.

Tips:

  1. bagi yang mabuk laut dan punya nyali kecil, jangan coba-coba ikut tour lumba-lumba. Hal ini karena perahu jukung ukuran kecil melawan ombak samudera Hindia yang ganas. Selama di perahu bakalan serasa naik roller coaster dengan bonus perut dikocok-kocok.
  2. Tanyain kondisi mesin perahu sebelum berangkat. Pengalaman: perahu yang saya tumpangi bocor oli sehingga harus ditarik perahu lain. Untung sudah dekat dermaga cottage. Coba kalau pas di Samudera Hindia, siapa yang mau nolongin?

5 thoughts on “Catatan perjalanan Liburan ke Lampung 2 (menjelajahi Teluk Kiluan)

  1. “maaf ninip info pencarian saudaraku”slmat ptang menjlang malm smua ny, ini stts
    gua, 1x mau cri org. Org2 d bwah ini dri desa
    surabaya, kec. Padang
    ratu, kab. Lampung tengah., muhamad fahrin,
    niman, nikmah, rasiah, sugati, sunarto, umi ulfah,
    sungidin,, sepupu2 gua, yg ni tman sklah
    angktan ’86. Alahudasih, bunyamin, hudori,
    alfisori, samin, siti muniroh, sriwati, edi
    purnomo, kuswanto, herianto, dewi maisaroh,
    siti zubaedah, bambang, suswati. Siapa yg tau
    orang2 trsebut, blh inbx k gua, atau pun sms, ke
    no gua, 0178065338..dh 15 thun gua tdk jmpa
    dia orang, sebagai tnda trma kash gua, gua akan
    bg pulsa rp 50.000…mdh2n klian knal sm org2
    trsbut…makasih dr iyon pratikno.artikel yg bagus jadi bisa tambah wawasan.maju terus bloger indonesia.fb Iyon Pratikno Gentouse Namikakankprabu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s