Sharing Pengalaman mengunjungi “Incredible” India

Dua kali mendapat kesempatan mengunjugi “Incredible” India. Pertama tahun 2011 saya bersama suami melakukan perjalanan wisata ke India dan kali kedua saya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan legal drafting di India. Saya akan sharing pengalaman dua kali saya ke India baik sebagai wisatawan maupun pada saat mengikuti pelatihan legal drafting. Untuk bisa masuk ke India, kita harus apply visa. Syarat apply visa India:

1. Booking hotel

2. Tiket Pesawat PP

3. Itinerary Alamat Kedutaan India di Jl. HR Rasuna Said Kav. S-1 Kuningan Jakarta Selatan,

Untuk permohonan pendaftaran visa dilayani pukul 09.00-12.00. Proses pengajuan visa 4 hari kerja. Tahun 2011 saya mendapatkan visa turis dengan membayar sejumlah Rp. 492 ribu dan tahun 2015 saya mendapat visa student (single entry) gratis karena saya lolos seleksi short course.

Pengalaman I ke India tahun 2011

Saya dan suami pergi ke India awal Januari 2011. Tidak ada penerbangan langsung dari Jakata ke India. Berbekal tiket promo Airasia, saya dan suami berangkat dari Kuala Lumpur menuju New Delhi. Kurang lebih 6 jam di udara akhirnya kami tiba di Ind Karena ada tiket promo Kl-India yang cukup murah. Di India kami mengunjungi 4 kota yaitu : New Delhi, Agra, Jaipur (Golden triangle India) dan Simla. Di New Delhi kami menginap di hotel Raunak, pelayananya cukup baik dan disediakan fasilitas penjemputan. Sampai New Delhi sekitar jam 12 malam dan menunggu jemputan dari hotel yang lamaa datangnya.

Golden Triangle India New Delhi

Kami di New Delhi 2 hari dan naik hop on hop off (HOHO Bus) untuk mengunjugi beberpa tempat menarik. HOHO Bus (Hop On Hop Off) – Seperti di New York, London, Roma, Singapore dana beberapa kota besar lainnya, new Delhi memiliki bus wisata yang dirancang di mana kita dapat membayar biaya yang ditetapkan untuk jangka waktu 1 atau 2 hari dan bus berjalan melewati tempat-tempat wisata tertentu. Kita dapat naik dan turun di halte khusus HOHO dan bus akan datang setiap 30-45 menit. HOHO tidak beroperasi pada hari Senin. Harga HOHO Rs. 300

Beberapa tempat menarik di new Delhi yang sempat kami kunjungi adalah: 1. The Lotus temple Di antara banyak di landmark-yang dikenali tersebar di seluruh Delhi, Lotus temple benar-benar wonderful. Dirancang dalam bentuk bunga lotus suci, ada 27 kelopak bunga-yang terbuat dari marmer dan membentuk kelopak bunga.

IndiagateLotus

2. SKCON Hare Krishna Temple, 3. Jama Masjid 4. Akshardham Temple 5. India gate 6. Jantar Mantar 7. Qutub Minar 8. Humayun’s Tomb 9. Tomb of Safdarjung 10. Red Fort 11. National Museum of New Delhi 12. Raj Ghat – Gandhi Memorial

Simla

Setelah 2 hari di New Delhi, kami melanjutkan perjalanan ke Simla dengan menggunakan kereta. Kami naik kereta Setiabudi Express sampai dengaan Kalka dan kemudian dari kalka naik kereta kecil menuju Simla. Kereta dapat di booking secara online http://www.irctc.co.in. Di atas kereta, kita tinggal menunjukkan print out konfirmasi pemesanan tiket yang sudah dikirim melalui email. Shimla terletak di negara India bagian utara Himachal Pradesh, kota ini terletak di daerah perbukitan barat laut Himalaya dan udaranya sangat dingin. Sepanjang perjalanan menuju Simla saya dapat melihat keindahan alam.

Indiaku2Pemandangan menuju simla

Tak hanya keindahan alam yang ditawarkan, sederet wisata sejarah pun hadir melengkapi keunikan yang diberikan oleh sentuhan komersialisasi dan era globalisasinya. Shimla Mall Road, yang disebut-sebut sebagai detak jantung kota ini, menawarkan sentuhan paling komersil sepanjang jalan, bisa dibilang sepanjang area ini adalah jalur tersibuk di wilayahnya, penuh dengan pasar dari tingkat emperan hingga semua barang yang berbau branded. Konon hadirnya jalan ini merupakan peninggalan jalur lalu lintas saat zaman kolonial Inggris dulu. Shimla Ridge, atau disebut juga The Ridge, yang terletak tepat dijantung kota ini, memberikan warna budaya para penghuni lokal Shimla, yang merupakan tautan menuju pusat-pusat aktivitas di sepanjang jalan perbukitan ini, dari mulai pusat perbelanjaannya, pasar rakyatnya, hingga menuju tempat ibadah yang kebanyakan adalah Hindu*.

Kereta Simla

Kereta menuju Simla

Simla2Naik kuda di SimlaSimla

Dari Simla menuju ke Jaipur

Sampai di sta. Jaipur pkl 00- Ditawari naik taxi oleh pemuda lokal nama Raja. Oragnya ramah. Ternyata taxinya mirip suzuki truntung jadul, ongkos RS 150. (terakhir baru ketahuan bahwa ongkos ini kemahalan karena cuma deket, kalo naik tuktuk cuma RS 50).- Checkin hotel di hotel HR Palace, paspor ditinggal karena hotel nggak ada fotokopi. Baru bisa fotokopi pagi (lesson learned: bawa banyak foto kopi paspor+visa).- Hotelnya bagus, nggak kelihatan bintang 2. Kamar tidur besar, ruang tamu besar, ada lembari besar, kamar mandi bagus (walau tanpa tube), TV, AC. Kelihatannya hotel terbagus dari seluruh hotel yg kita book selama di India ☺

Pagi browsing di internet tour di Jaipur. Ada tour menggunakan bus (bukan hop on hop off, tapi ditungguin sama busanya). Harus berangkat pkl 09.00 di pickup point tertentu RS 200/orang. Hotel nawarin naik tuktuk RS 230/orang, tapi bebas kemana pun, dan ditunggui. Sip, daripada diburu-buru tour package, nggak bisa memfoto objek dengan tenang, akhirnya kita ambil. Sekalian get along with locals :-) Jaipur sight seeing:- Sopir Tuktuk namanya Bablu, masih pengantin baru (5 bulan nikah), orangnya ramah, pinter inggris walau dia nggak bisa baca.Hampir setiap tempat yang dikunjungi dia jelasin sejarah dan isinya. Lumayan nggak perlu sewa guide hehe.

Beberapa tempat wisata yang kami kunjungi selama dua ahri di Jaipur adalah: 1) City Palace 2) Hawa Mahal 3) Amber Fort and Palace 4) Jaigarh Fort 5) Nahargarh Fort 6) Jantar Mantar Observatory 7) Albert Hall Museum Amber Sound and Light Show Malam hari kami melihat Light Show. Light Show ini meliputi kisah Amber Fort dan Jaipiur dinasti. Durasi light show selama 52 menit. Jaipur kotanya kumuh, ruko-ruko tua dan kurang terawat. Semrawut: semua jenis kendaraan ada: sepeda, bajaj, becak, motor, mobil, traktor (dimodifikasi), sampai gerobak ditarik kebo (nggak mungkin sapi karena sapi itu dewa), bahkan gerobak ditarik Unta pun ada, babi berkeliaran dimana-mana. Berisik sekali: bunyi klakson bersahut-sahutan. Tapi ini mungkin karena peraturan lalin disana (dari tulisan di belakang hampir semua mobil bak terbuka: Horn Please). Agra Naik kereta malam

Jaipur menuju Agra

turun di station Agra Cant. Kemudian dari staiton menuju hotel naik taksi. Biaya taksi dari station – hotel RS 225 dengan jarak sekitar 7,5 km. Sopir taksi Mr. Mohammad Ahzar. Letak hotel Taj Plaza strategis, 0,6 km dari gerbang sisi Timur Taj Mahal. Mobil lain sudah nggak boleh 1 km sebelumnya, tapi karena masuk hotel Taj Plaza taxy kita boleh masuk. Sight seeing di Agra: Hari pertama (01 – 07 pm) Habis makan siang di hotel (seorang sekitar RS 100) langsung diantar oleh Mr. Azhar berkeliling Agra. Biaya RS 460 untuk half day sight seeing sesuai peraturan taxy tour di sana. 1. Itmad-Ud-Daulah’s – Baby Taj Ini merupakan bangunan makam ayah dari kaisar cewek Nur Jehan. Lebih kecil dari Taj Mahal maka disebut Baby Taj. Banguna terbuat dari marmer dengan hiasan batu berwarna-warni. Menuju kesana macet banget karena ada banjir di terowongan. Kendaraan nggak bergerak. Semua nggak mau ngalah. Lebih kacau di banding kemacetan Jakarta. Azhar berkali-kali marah dan ngomel2 ke kendaraan lain yang menyerobot. Daripada waktu habis di jalan, aku minta batalin saja dan langsung ke tujuan berikutnya yaitu Agra fort. 2. Agra Fort Ini merupakan benteng pertahanan di Agra mirip Red Fort di Delhi.Terbuat dari red sand stone. Hampir semua bangunan monumen dan benteng di India terbuat dari batu ini sehingga ada kemiripan yaitu warnanya merah. Entry fare RS 250 / orang. Dapat potongan RS 50 kalo menunjukkan tiket Taj Mahal . Di dalamnya ada masjid dari marmer dan taman untuk berwudlu. 3. Taj Mahal Sebelum berkunjung ke objek wisata lain, sebaiknya beli dulu tiket Taj Mahal seharga RS 750 / orang karena bila menunjukkan tiket tersebut maka akan mendapat potongan RS 50 untuk tiket Agra Fort, Fatehpur Sikri, Sikandra, dll (hanya berlaku untuk pembelian tiket pada hari yang sama dengan tiket Taj Mahal).

Taj Mahal dibuat untuk mengenang salah satu istri Shah Jahan yaitu Mumtaz Mahal. Di dalam Taj Mahal ada 2 makam yaitu makam Shah Jahan sendiri dan istrinya Mumtaz Mahal. Ada 3 gerbang masuk Taj Mahal yaitu gerbang timur, barat, dan selatan. Gerbang barat paling rame karena pintu masuk dari stasiun Agra Fort (sebaiknya dihindari). Ada 3 bangunan di Taj Mahal yaitu 1 taj mahal sendiri, dan 2 masjid di kiri kanannya. Masuk komplek Taj Mahal masih boleh pakai sepatu, tapi begitu masuk Taj Mahal dan 2 masjidnya harus lepas sepatu. Ada penitipan sepatu RS 5 atau bisa pakai sarung sepatu yang disediakan pada saat beli tiket. Pas kita kesana, banyak banget turisnya. Kaya semut aja, mau foto berdua saja susah. Lesson learned: sebaiknya datang pagi sekali saat masih lenggang. Karena Taj Mahal terbuat dari Marmer, maka warnanya akan berubah-ubah sesuai dengan arah sinar matahari. Lantai dan dinding Taj Mahal juga dingin banget kalo dipegang. Menjelang sunset, makin banyak orang yang datang. Foto juga sudah semakin nggak bagus, karena bayangan bangunan menutupi detil Taj Mahal. Pukul 05.30 PM balik kel hotel. Hari kedua (10.30 am – 16.15 pm)

Hari kedua

sudah janjian dengan Azhar untuk mengunjungi Sikindra dan Fatehpur Sikri yang terletak jauh dari kota Agra. Biaya taxi RS 1400 sudah termasuk tol dan parking. Teringat bahwa memory DSLR sudah hampir penuh, maka masih terkantuk-kantuk buka netbook untuk mindahin foto-foto dari DSLR ke netbook. Memori DSLR adalah SDCard adapter yang didalamnya diisi dengan microsd. Karena terburu-buru dan mungkin masih ngantuk dan gelap, pas mencopot dari DSLR yang kecabut hanya microsdnya saja. Alahsil microsd bengkok dan mencelat dari adapternya. Ternyata microsdnya patah ditengah. Wah alamat ini. Dicoba dimasukkan lagi adapter dan dibaca di netbook nggak bisa. Microsd dicoba dilurusin dan dibaca lagi juga nggak bisa. Akhirnya nyerah, ya sudahlah berarti microsd rusak. Lesson learned: Untuk hati-hati dengan microsd, mudah patah, kalo DSLR pake sdcard sebaiknya benar-benar sdcard bukan sdcard adapter + microsd. Rusak microsdnya sih nggak seberepa, tapi foto2nya itu loh. Semua foto di Agra Fort dan Taj Mahal berarti hilang. Hiks…. Kami berdua rasanya pengin nangis waktu itu. Sempat kepikiran untuk balik dulu ke Delhi terus balik lagi ke Agra di hari Sabtu (karena Taj Mahal tutup di hari Jumat). Tetapi setelah ditimbang-timbang akan mengacaukan semua itenerary yang sudah dibuat, mengacaukan semua booking tiket KA dan hotel yang sudah dilakukan. Belum lagi harus beli tiket Taj Mahal yang mahal (RS 750 / orang), gambling apakah kereta pulang tersedia, cukup nggak waktu ke bandara, dsb. Akhirnya diambil keputusan, ya sudah diikhlaskan saja. Paradigma dari yang semula harus ada foto diubah menjadi yang penting pengalamannya, foto hanyalah pelengkap saja. Ini perlu dilakukan biar hati nggak ganjel dan tetap happy sehingga tidak mengganggu sisa perjalanan. Habis breakfast, Azhar sudah menunggu di loby. Pada saat keluar hotel yang mengemudi masih Azhar, ternyata di tengah jalan dia turun dan diganti dengan saudaranya yaitu Abid Ali. Ternyata dibanding Azhar, Abid Ali ini kurang jujur (ketahuan setelahnya).

1. Sikandra Sikandra terletak 8 km dari Agra. Perjalanan kesana tidak begitu lancar. Ada juga macetnya dan lebih parah dibanding Jakarta karena mampet nggak bergerak. Biasanya di sekitar pasar dan perempatan. Tapi hanya sekitar 20 menit saja. Biaya masuk Sikindra RS 100 / orang. Sikindra merupakan makam keluarga raja Akbar. Disitu dimakamkan raja Akbar, 3 istrinya yang berbeda agama yaitu Islam, Hindu, dan Kristen serta anak-anaknya. Banguna terbuat dari red sand stone seperti Red Fort dan Agra Fort. 2. Fatehpur Sikri Fatehpur Sikri terletak 36 km dari Agra. Ke sana lewat tol yang bayarnya pulang pergi RS 70 (sudah termasuk dalam biaya taksi). Perjalanan juga nggak begitu lancar kalo melintasi rel KA. Bisa menunggu lebih dari 15 menit hanya untuk menanti KA lewat. Belum kemrawutan yang terjadi setelah KA tersebut lewat. Sampai di Fatehpur taksi berhenti 1 km sebelumnya. Kata Abid, harus naik tuktuk dan menyewa guide karena kompleknya sangat luas. OK, kami turuti kata Abid. Naik tuktuk biaya RS 80, biaya guide RS 500. Setelah sampai di Fatehpur Sikri baru ketahuan bahwa ini adalah scam. Karena banyak orang yang jalan kaki kesana, dan banyak sekali yang nggak pake guide. Lesson learned: 1. jangan percaya pada orang baru dikenal, walaupun kelihatannya baik. Apalagi di India. Kebanyakan adalah tout dan scam. 2. jangan pernah menyewa guide dimanapun (nggak hanya di India). Guide hanya menerangkan sejarah, setelah selesai tour pasti lupa. Yakin deh, cari dengan google pasti ketemu semua yang diceritakan oleh guide itu. Lagian kita kesana bukan buat belajar sejarah, tapi melihat sisa peninggalan sejarah. Belajarnya di rumah aja :-) Fatehpur Sikri dibangun oleh kaisar Akbar kakek dari Sjah Jahan yang membangun Taj Mahal.

Fatehpur Sikri terdiri dari 2 bangunan yaitu Fatehpur dan Sikri. 2.a. Fatehpur Masuk Fatehpur gratis tetapi harus lepas sepatu karena disitu terdapat masjid besar yaitu mesjid Jama. Di luar komplek Fatehpur terdapat watertank penampungan seluruh air hujan di komplek Fatehpur. Air ini akan digunakan untuk kehidupan sehari-hari seperti mencuci, memasak, mandi, wudlu dan sebagainya. Dulu katanya, dengan membayar RS 100 maka ada orang yang berani terjun dari tembok Fatehpur ke kolam tersebut. Sekarang hal ini sudah dilarang dan bagian atas kolam dipasang jaring besi. Didalam komplek Fatehpur selain masjid jama juga terdapat komplek pemakaman umum, komplek sekolahan (madrasah) dan makam penasehat agama kaisar Akbar. Sikri.

2.b. Sikri Masuk Sikri boleh pakai sepatu. Biaya masuk RS 250 orang. Di dalam sikri terdapat banyak bangungan antara lain: rumah 3 istri kaisar Akbar (beragama Islam, Hindu, dan Kristen), bangunan untuk sidang parlemen, kandang hewan (kuda, gajah, dan onta). Juga terdapat panggung untuk penyanyi istana. Didalamnya juga terdapat papan catur dengan pion manusia (yg menjalankan raja, pindah dengan cara menari). Juga disitu juga ada pengadilan gajah. Kalo orang dituduh bersalah maka akan diadili oleh gajah. Bila gajah menginjaknya sampai mati maka dia bersalah, bila dibiarkan maka dia benar (what a foolish law). Gajah yang sakit dan mati dimakamkan di samping komplek Fatehpur Sikri di Elephant Tower yang dindingnya dihiasi Gading Gajah (tapi replika alias palsu). Selesai dari Fatehpur Sikri kita pulang. Di perjalanan Abid Ali memampirkan kita ke rumah makan. Karena dari awal sudah nggak srek, kami yakin ini pasti scam juga. Benar saja, rumah makan disitu harganya mahal banget. Hampir 3x dari harga normal. Kami langsung keluar lagi tanpa memesan menu. Abid Ali tergopoh-gopoh mengikuti kami keluar.

Selanjutnya langsung balik ke stasiun. Di stasiun ketahuan lagi belangnya si Abid Ali. Dia secara terang-terangan minta komisi (what a shame). Disitu ketemu juga dengan Azhar. Ketika diminta berfoto hanya Azhar yang mau, Abid nggak mau. Entah saudara atau bukan, kok beda banget tabiatnya antara Azhar dan Abid.

India -red fortKereta di India

Pengalaman ke-2 di India

Kali kedua ke India saya mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan legislative drafting di India. Pelatihan ini bermula dari surat tawaran yang dikirim dari Setneg ke kantor saya. Pelatihan yang ditawarkan hanya 3 pelatihan dan sama sekali tidak nyambung dengan background saya. Tapi dalam surat setneg tersebut disebutkan silakan membuka website India Embassy Jakarta dan banyak program yang ditawarkan. Dengan modal nekat dan atas ijin pimpinan akhirnya saya apply short course legal drafting. Prosesnya sangat panjang dan cukup berbelit dan saya hampir give up. Waktunya sudah mepet dan belum punya sertifikat TOEIC. Mau gak mau harus test TOEIC dan Alhamdulilah hasilnya cukup memuaskan, jauh diatas dari yang disyaratkan ☺

Tanggal 11 Februari 2015 saya berangkat ke New Delhi dengan naik Jet Airways transit di Singapore 3 jam. Lumayan bisa cuci mata di Singapore. I Love Changi ☺ Bisa belanja-belanji di Changi Airport. Haduh belum sampai ke India udah nenteng belanjaan ☺ Perjalanan dari Singapore menuju New Delhi selama 6 jam dan sampai New Delhi jam 22.55. Setelah proses Imigrasi dan ambil barang saya tanya ke petugas dimana India Tourist Development Center (ITDC) karena saya dijemput oleh ITDC dan dijawab oleh petugas bahwa ITDC sudah tutup dan kalaupun kamu dijemput, penjemput akan berada diluar dengan membawa tulisan namamu. Begitu kata petugas dan sayapun keluar dengan membawa 2 koper. Mondar-mandir setelah keluar dari pintu selama kurang lebih setengah jam, tak kunjung saya melihat penjemput yang membawa nama saya ☹ Udah jam 12 malam dan rasanyapun mau nangis. Akhirnya saya tanya lagi dengan petugas dimana ITDC dan dijawab di dalam, kalau kamu mau masuk, kopermu tinggal diluar, tidak boleh dibawa masuk. Alamaakk… galak amat sih petugas. Setelah ketemu dengan petugas di ITDC saya diantar dengan taxi menuju Hotel Samrat yang berlokasi sekitar 12 km dari airport. Setelah sampai hotel, sopir taxi membantu menurunkan koper saya dan minta tips. Haduhh.. Pelatihan Legal Drafting di Parlemen, India Saya mengikuti pelatihan Legal Drafting selama satu bulan. Pesertanya berjumalah 32 orang dari 25 negara dibawah kerjasama Colombo Plan. Pembelajaran dibagi 2 yaitu materi dan kunjungan lapangan. Minggu pertama setiap peserta harus mempresentasikan Legal sistem di negaranya. Urutan presentasi berdasarkan alpabeth nama negara dan saya mendapat giliran presentasi pada hari keempat. Alhamdulillah presentasi lancar dan di bilang good job oleh dosen. Selama mengikuti pelatihan, saya mendapatkan tugas drafting 3 undang-undang dan satu concept paper dengan topik rewrite old laws, lesson learnt from Germany. Selain belajar di kelas, kunjungan lapangan, setiap sabtu diadakan program city tour dan juga ke Taj Mahal. Satu minggu sebelum training berakhir, kami melakukan kunjungan lapangan di Bangaluru dan Mysore.

Berkunjung ke KBRI

Selama di India, saya sempatkan ke KBRI. Kebetulan letak KBRI tidak jauh dari hotel Samrat dan saya cukup jalan kaki. Saya menemui bagian konsuler karena saya ingin menanyakan masalah visa saya yang single entry. Saya tau single entry berarti bahwa saya hanya bisa sekali masuk ke India dengan menggunakan visa tersebut sementara setelah selesai pelatihan saya ingin ke Nepal. Petugas Bagian Konsuler yang masih muda tidak dengan ramah menerima saya, dan cenderung agak songong. Dia bilang gak usah ke Nepal lah, ke India juga bagus kok kenapa mesti ke Nepal. Karena saya tau India bisa Visa on Arrival, sayapun menanyakan tentang VOA. Dia jawab sekarang VOA harus apply online tidak bisa apply di airport. Dan saya bilang ok saya akan apply online dimana alamat website nya? Dia menjawab di googling aja. Haduh pejabat diplomat kok tidak ramah. Secara sesama orang Indonesia yang sama-sama sedang di luar negeri. Validation session Setelah 4 hari di Bangeluru, rombongan kembali ke New Delhi dan pagi harinya Jumat 13 Maret 2015 adalah closing ceremony. Tak terasa sebulan sudah saya di India dan saatnya back home. Bye bye India, I am gonna miss you, “Incredible”India. Thank God for giving me an opportunity to see ‘Incredible”India, see Taj Mahal, one of 7 wonder in the world.

DSC_0646DSC_009130 LD-AgraFort-28021530 LD-TajMahal-280215

Namaste, Kathamandu

Setelah satu bulan saya mengikuti short course di India, saya ditemani suami tercinta melanjutkan kunjungan pribadi ke Kathmandu, Nephal. Nepal (नेपाल), terletak di kawasan pegunungan Himalaya, adalah sebuah Negara terkurung daratan di Asia Selatan yang berbatasan dengan Republik Rakyat Tiongkok (Daerah Otonom Tibet) di sebelah utara dan India di sebelah barat, timur dan selatan*.

Untuk masuk ke Nephal diperlukan visa dan bisa visa on arrival di Bandara. Prosesnya cukup cepat bisa mengisi secara on line dan manual. Jika online, foto langsung dari computer yang tersedia untuk mengisi aplikasi online, jia mengisi manual harus membawa foto. Biaya Visa on arrival 25 USD.

WP_20150314_09_22_41_Pro__highres

Isi aplikasi VOA on line

3 Hari, 4 Malam di Nephal

Pesawat Air India AI 213 membawa kami ke Kathmandu, Nephal. Setelah 1,5 jam di udara tibalah kami di Trubhuvan, International Airport. Kathamandu. Setelah selesai urusan imigrasi dan ambil bagasi, kami keluar bandara untuk mencari penjemput dari hotel. Ternyata Hotel yang sudah kami pesan tidak menjemput dengan alasan kami tidak mengirimkan jadwal pesawat. Ya sudahlah males berdebat di telphone dengan petugas hotel. Akhirnya kami naik prepaid taxi dari bandara ke hotel bakcyard 700 NPS (sekitar 70 ribu)

Selama di Kathamandu kami menginap di Hotel Backyard. Hotel yang cukup murah, terletak di daerah Thamel yang merupakan pusat tempat wisata. Sepanjang Thamel banyak orang berjualan pasmina, syal yaak dan souvenir dengan harga yang cukup terjangkau.

Beberapa Interesting Places yang saya kunjungi selama 4 hari, 3 malam di Nephal :

Day -1

Kathmandu Durbar Square

Setelah rehat sebentar, sore hari kami berjalan-jalan ke Kathmandi Durbar Square. Cukup dekat denga hotel backyard sekitar 1,5 km so kami cukup jalan kaki. Sayangnya Kathmandu sangat berdebu dan kotor so kami harus menggunakan masker.

Kathmandu Durbar Square adalah alun-alun di depan istana kerajaan lama, Kathmandu Kingdom. Ini adalah salah satu dari tiga Durbar (istana kerajaan) Kuadrat di Lembah Kathmandu di Nepal, yang semuanya Situs Warisan Dunia UNESCO. The Durbar Square dikelilingi dengan arsitektur spektakuler dan jelas menampilkan keterampilan para seniman dan pengrajin Newar selama beberapa abad. Istana kerajaan awalnya di Dattaraya persegi dan kemudian dipindahkan ke lokasi Durbar persegi.

The Kathmandu Durbar Square memegang istana dari Malla dan Shah raja yang memerintah atas kota. Seiring dengan istana ini, alun-alun mengelilingi quadrangles mengungkapkan halaman dan kuil-kuil. Hal ini dikenal sebagai Hanuman Dhoka Durbar Square, nama yang diambil dari patung Hanuman, pemuja monyet Tuhan Ram, di pintu masuk istana*.

Harga Tiket masuk : NRs. 750.

DSC_0067

WP_20150314_15_36_07_Pro

 

 

 

 

 

 

 

 

Day- 2

Kami rental mobil dari Hotel untuk city tour ke Boudha, Pathan, Pashupati, Swoyambhu. Untuk rental mobil kami cukup merogoh kocek 40 USD atau 4000 NRs. untuk one day sight seeing. Berangkat dari hotel pukul 09.00 pagi dan kembali ke hotel pukul 19.00.

Boudhanath Stupa

Boudhanath Stupa adalah stupa terbesar di Nepal dan candi Budha Tibet suci di luar Tibet. Ini merupakan pusat kebudayaan Tibet di Kathmandu dan kaya simbolisme Buddha. Stupa ini terletak di kota Boudha 7 km dari Kathmandu dan dibangun pda abad ke-5 Masehi* Di sekitar Boudhanath stupa banyak orang berjualan souvenir dan resto dengan harga yang cukup terjangkau.

Harga tiket masuk ke Boudhanath stupa NRs. 250 untuk tourist asing.

DSC_0014

Boudhanat Stupa

Pasuphati

The Temple Pashupatinath, terletak di tepi sungai Bagmati, dianggap sebagai tempat paling suci di Nepal.

Pashupatinath, atau Pashupati, adalah candi Hindu di tepi Sungai Bagmati di Deopatan, sebuah desa 3 km sebelah barat laut dari Kathmandu. Ten=mple ini dianggap tempat paling suci di Nepal karena disekitar bagmati dilakukan proses pembakaran mayat. Hal Ini menarik ribuan peziarah setiap tahun dan telah menjadi terkenal jauh melampaui Lembah Kathmandu. Beberpa temple di area ini dilarang untuk non-Hindu, tetapi pandangan yang baik dari candi bisa didapatkan dari tepi seberang sungai*

Harga Tiket : Rs. 1000 untuk tourist asing

Patan Durbar Square

Patan Durbar Square terletak di pusat kota Lalitpur dan merupakan UNESCO Herritage. The Durbar Square adalah sebuah keajaiban arsitektur Newa. Lantai Square ubin dengan batu bata merah. Ada banyak kuil dan berhala di daerah. Candi utama sejajar berlawanan dari wajah barat istana*.

Harga Tiket masuk : Rs. 500

Patan Golden Temple

Terletak di utara Patan kuil Emas (Hiranyavarna Mahavihara) mungkin kedua atraksi yang paling populer di sini setelah Durbar Square. Candi ini dibangun pada tahun 1409 dan pada kenyataannya sebuah biara Buddha Newari*.

Harga Tiket masuk : Rs. 50

Swoyambhu

Swayambhunath (Devanagari: स्वयम्भूनाथ स्तुप; Bahasa Nepal: स्वयंभू, kadang-kadang diromanisasi Swoyambhunath) adalah kompleks agama kuno di atas sebuah bukit di Lembah Kathmandu, di sebelah barat kota Kathmandu. Hal ini juga dikenal sebagai Kuil Monyet karena ada monyet suci yang tinggal di bagian utara-barat dari candi.

The Swayambhunath Kompleks terdiri dari stupa, berbagai kuil dan kuil-kuil. Temple Situs ini memiliki dua jalur akses: tangga panjang dengan 365 langkah, yang mengarah langsung ke platform utama candi, yang berasal dari atas bukit di sebelah timur; dan jalan mobil di sekitar bukit dari selatan menuju pintu masuk barat daya*.

Pengalaman buruk kami pada saat naik dan turun dengan jalan yang berbeda, sehinggal kami hampir tersesat mencari sopir travel. Unfortunately kami belum beli nomor lokal Nephal yang ada hanya nomor HP India, sekali buat telp sopir langsung habis dan di telp pun tidak bisa. Sehingga kami harus jalan dari pintu turun dan naik lagi untuk mencari jalan yang sama pada waktu naik dan cukup melelahkan :-(

Harga tiket masuk : NPs. 200

DSCN4479

 

 

 

 

 

 

Day-3

Nagarkot

WP_20150316_07_42_22_Pro

 

 

 

 

 

Terletak 32 km dari Kathmandu. Kami berangkat dari hotel pukul 05.00 menuju Nagarkot untuk melihat sunrise. Sayangnya cuaca tak bersahabat, mendung tebal sehingga kami tidak bisa melihat

Cangu Narayan Temple

Cangu Narayan temple terletak 22 km dari Kathmandu merupakan temple tertua di Kathmandu. Temple ini dihaiasi oleh beberapa spesimen terbaik dari batu, kayu, dan kerajinan logam di lembah. Candi ini berdiri sebagai lambang budaya, agama, sejarah dan iman lembah Kathmandu*.

Beberpa temple yang ada disekitar narayan temple :

  • Garuda Narayana Temple
  • Shrine of King Bhupalendra Malla and his mother
  • Krishna Shrine
  • Nateshvara Shrine
  • Sculpture of Sri Mahadev
  • Sculpture of Garuda
  • Shrine of Somalingeshvara
  • Sculptures: Vishnu, Durga Avalokitesvara and Garuda Ganesh
  • Ganesh Shrine
  • Bhagvati Temple
  • Vishnu Vikranta
  • Vishnu Vishvarupa
  • Lakshmi Temple Shiva Temple
  • Stone Column

Harga tiket masuk : NRs 100

Bhaktapur Durbar 

WP_20150316_10_29_45_Pro

WP_20150316_10_31_54_Pro

 

 

 

 

 

 

 

 

Merupakan alun-alun di depan istana kerajaan tua Bhaktapur Kingdom, 1400m di atas permukaan laut. Ini adalah salah satu dari tiga Kuadrat Durbar di Lembah Kathmandu di Nepal, yang semuanya Situs Warisan Dunia UNESCO*.

The Bhaktapur Durbar Square terletak di kota saat Bhaktapur, juga dikenal sebagai Bhadgoan, yang terletak 13 km sebelah timur dari Kathmandu. Sementara kompleks terdiri dari setidaknya empat kotak yang berbeda (Durbar Square, Taumadhi Square, Dattatreya Square dan Pottery Square), seluruh daerah secara informal dikenal sebagai Bhakapur Durbar Square dan merupakan situs yang sangat dikunjungi di Lembah Kathmandu*.

Harga tiket masuk : NRs : 1500

Kirtipur

Kirtipur terletak 8 km sebelah barat daya dari Kathmandu dan Newar kota kuno. Atraksi utama Kirtipur adalah Tribhuvan University-TU, yang terletak di kaki bukit. The Chovar, tempat yang sangat indah terletak dekat Kirtipur. Kuil Adinath, terletak di atas bukit, yang Chilamcho Stupa, kuil Bagh Bhairav, Uma Maheshwor kuil, didedikasikan untuk dewa Siwa dan Shri Kirti Bihara, Biara Budha juga atraksi utama Kirtipur. Kirtipur benar-benar tempat yang religius penting sejarah*.

Sayangnya sopir kami tidak tahu jalan menuju temple tersebut. Jadinya kami hanya mengunjungi vihara dan kuil Buha yang kecil-kecil.

WP_20150316_15_10_12_Pro

Day-4

Shopping

Sebelum pulang kami menyempatkan belanja di sekitar thamel. Banyak toko-toko di sekitar Thamel. harga Pasmina sekitar NRs. 500 dan Syal Yaak sekitar NRs. 700. Magnet sekitar NRs. 250. Kaos bertuliskan Nepal sekitar NRs. 400.

Kualitas barang rata-rata biasa aja tapi cukuplah buat oleh-oleh. Baju saree dan kurtis juga banyak di Nephal.

Makanan Nephal

Momo

 

 

 

 

 

Momo (pangsit) adalah salah satu hidangan yang paling populer Nepal yang dapat dimakan sebagai hidangan atau sebagai makanan pokok. Momo adalah pangsit diisi dengan daging atau sayuran.

Momo banyak di jual di pinggir jalan (food stall) maupun di resto besar. Untuk di food stall harga cukup terjangkau, 3 porsi momo cukup membayar Rps. 270

 

DSC_0148

DSC_0121

 

 

 

 

 

 

 

 

DSC_0130DSCN4436

 

 

 

 

 

DSC_0061

WP_20150315_12_57_22_Pro

 

 

 

 

 

* diambil dari berbagai sumber

Hola Mexico…. (Sharing pengalaman ke Mexico City)

 

Tanggal 15-16 Agustus 2013 saya mendapat tugas dari kantor untuk menghadiri sebuah Workshop di Mexico. Acara berlangsung 1 minggu setelah hari Raya Idul Fitri.

Surat undangan datang kurang lebih 3 minggu sebelum keberangkatan, dengan waktu yang sangat mepet karena terpotong libur lebaran saya harus mengurus surat-surat untuk ke LN. Karena saya seorang PNS, saya sebaiknya berangkat ke LN  dengan menggunakan passport dinas (passport biru). Saya telp ke Kedubes Mexico tentang syarat-syarat pengurusan visa dan dijawab oleh bagian konsuler untuk passport dinas tidak perlu visa. Bagian konsuler juga mengatakan jika punya visa USA bisa digunakan.

Untuk menggunakan passport dinas prosesnya cukup panjang karena selain surat dari kantor, juga harus melalui Setneg dan Kemlu baru turun Ijin ke luar Negeri, ribet banget L. Unfortunately, surat persetujuan dari kantor pusat sangat lamaaaa jadi saya susah meneruskan proses ke Setneg dan bagian konsuler Kemlu. Walaupun belum dapat ijin ke LN dengan menggunakan passport dinas, saya sempat ke Konsuler Kemlu minta Perjanjian antara Indonesia dan Mexico yang menyatakan bahwa Indonesia bebas visa jika menggunakan official passport (buat berjaga-jaga).

Karena surat ijin dari kantor pusat lama turun, atasan di kantor menyarankan untuk berangkat dengan menggunakan passport hijau saja, toh biaya perjalanan dinas bukan atas biaya kantor tapi biaya ditanggung oleh pihak penyelenggara, kebetulan saya juga punya visa USA yang masih berlaku.

Urus visa schengen

Perjalanan ke Mexico bisa transit via Jepang, USA, Hongkong ataupun Franfurt. Saya memilih transit di Franfurt karena ada adik yang tinggal di Karlsruhe, German (1 jam dari Frankfurt).

Lagi-lagi waktu mau apply visa schengen susaaah. Harus pakai appointment dan sudah full. Saya baru mendapatkan appointment di Kedubes Jerman tanggal 6 Agustus 2013 dan butuh proses sekitar 4 hari. Pada tanggal itu saya sudah pulang ke Yogyakarta tercinta untuk merayakan Lebaran bersama dengan keluarga besar. Alhasil impian untuk ke German kandas L L

Setelah cari-cari info melalui browsing dsbnya, akhirnya saya memutuskan apply visa schengen melalui Spanyol, karena untuk apply visa Spanyol bisa angsng bisa datang ke Kedubes Spanyol ataupun melalui VFS. Tanggal 4 Agustus Saya datang ke VFS dengan membawa persyaratan. Dengan berbagai persyaratan yang cukup ketat akhirnya saya bisa mendapatkan visa schengen, Alhamdulillah.

Oya ini alamat Kedubes Spanyol :

Jl. Haji Agus Salim No. 61, Menteng
10350 Jakarta Pusat
Phone:
+62-21-314-2355 Fax: +62-21-319-35134/+62-21-319-25996

Alamat VFS di Jakarta :
Plaza Asia d/h Plaza ABDA 22nd Floor
Jalan Jenderal Sudirman Kav.59
Jakarta 12190

Jadwal Aplikasi: 08.00 – 15.00 WIB
(Senin-Jumat) Kecuali Hari Raya/Libur

Jadwal Pengambilan Paspor: 08:00 – 16:00 WIB (Senin-Jumat) Kecuali Hari Raya/Libur

Informasi via Telepon :
62-21 29340100

 Proses Aplikasi Visa Schengen  (Spanyol)

Langkah 1 : Aplikasi untuk visa Short-stay Spanyol diterima oleh Pusat Aplikasi Visa.
Langkah 2 : Sebelum memasukkan aplikasi, harap dipastikan terlebih dahulu apa “tujuan kunjungan” ke Spanyol. Harap diketahui bahwa VFS bertugas untuk membantu para pemohon visa dalam proses aplikasi visa, akan tetapi VFS tidak diberikan kuasa untuk memberikan nasihat atau pun memandu dalam hal pemilihan kategori visa. Tugas VFS adalah membantu Kedutaan Besar Spanyol, Jakarta dalam hal administratif aplikasi sehingga pihak VFS tidak memiliki kewenangan apapun mengenai keputusan hasil visa maupun berapa lama waktu yang dibutuhkan Kedutaan Besar Spanyol, Jakarta dalam memproses suatu aplikasi. Hal-hal tersebut seutuhnya adalah hak prerogatif dari Kedutaan Besar Spanyol, Jakarta.
Langkah 3 : Silahkan kunjungi link “SEMUA TENTANG VISA” untuk mengetahui informasi mendetil tentang kategori visa.
Langkah 4 : Harap baca dengan seksama pemberitahuan tentang peraturan keamanan sebelum Anda mengunjungi Pusat Aplikasi Visa / Kedutaan Besar Spanyol, Jakarta.

Status Aplikasi Visa

Apabila telah memasukkan aplikasi visa di Pusat Aplikasi Visa, maka dapat menelusuri status aplikasi secara online melalui situs ini.

Kita dapat memeriksa status aplikasi dengan memasukkan Nomor Resi dan Tanggal Lahir. Silahkan klik disini

Jika ingin langsung menyerahkan aplikasi Visa langsung ke Kedutaan Spanyol harus membuat appointment.  Bisa di click di link Janji Temu

 

 Dokumen yang dubutuhkan:Harap dicatat, berikut ini hal penting yang harus dipenuhi oleh semua orang yang akan mengajukan aplikasi visa.Harus memiliki minimal EUR 1000 dan 6 bulan paspor yang masih berlaku dari tanggal mengajukan permohonan visa Spanyol. Harap dicatat bahwa Kedutaan Besar Spanyol tidak menerima halaman tambahan dimasukkan ke dalam paspor. Jika kita tidak memiliki halaman kosong untuk visa yang bisa ditempelkan, paspor baru harus diperoleh sebelum mengajukan aplikasi Anda.

Berdasarkan peraturan internal Kedutaan Spanyol mengumumkan bahwa tidak bisa memproses aplikasi Visa dengan informasi dibawah ini:

1. Aplikasi menggunakan paspor dengan data aplikan pada halaman 2 yang dirubah dalam halaman catatan pengesahan pada halaman 4 atau 5. Namun jika perubahan di halaman 4 atau 5 dibatalkan dengan disahkan oleh pihak imigrasi paspor tersebut bisa diterima.
2. Aplikasi menggunakan paspor dengan informasi yang salah tentang si aplikan (tanggal lahir, nama, dll).
ASURANSI PERJALANAN

Kedutaan Spanyol di Jakarta menginformasikan untuk semua pelamar Visa sesuai dengan Kode Komunitas Visa (Kode Visa) asuransi perjalanan harus berlaku untuk durasi selama tinggal di Negara Schengen ditambah 15 hari (waktu tenggang) termasuk pada data “ berlaku sampai…di” Visa stiker. Jadi asuransi kesehatan perjalanan harus berlaku untuk durasi tinggal + 15 hari tambahan. Dalam kasus beberapa entri visa, pemegang harus tahu bahwa dalam perjalanan berikutnya harus selalu memiliki asuransi kesehatan perjalanan yang berlaku untuk semua zona Schengen dan untuk semua tinggal di negara-negara Schengen, dan dengan cakupan minimal 30.000 Euro untuk semua konsep. “klik disin

(sumber http://www.vfsglobal.com)

Perjalanan Jakarta – Mexico.

Perjalanan Jakarta-Mexico cukup melelahkan kurnag lebih total perjalanan 41 jam  termasuk lama menunggu transit. Transit I di Singapore 8 jam, transit kedua di Frankfurt 8 jam.

Setelah menunggu 8 jam di Singapore, Lufthansa menerbangkan saya dari Singapore ke Frankurt selama 12 jam 35 menit. Sampai di Frankfurt pagi sekitar jam 5. 40 am dan badan terasa remuk redam. Belum hilang capenya perjalanan dari Yogya-Jakarta dengan menggunakan mobil pribadi 14 jam dan esok harinya harus menempuh perjalanan Jakarta – Frankfurt yang cukup lama L. Sambil menunggu waktu, saya sempatkan selonjoran kaki dan badan saya lumuri dengan fresh care dan counter pain. Dengan harapan sampai Mexico sudah fresh J

Frankfurt – Mexico

Ketika boarding, petugas mempermasalahkan visa Mexico. Saya menunjukkan visa USA dan dijawab oleh petugas harus ada visa Mexico.  Saya panik amat sangat dan saya bilang Indonesia bebas visa, petugas cek apakan Indonesia bebas visa, dan di jawab tidak, Indonesia tidak bebas visa. Saya masih ngeyel dan bilang bahwa Indonesia bebas visa, saya bawa Perjanjian Bilateral antara Indonesia dan Mexico (untung gw udh dapat perjanjian bilateralnya). Agak sedikit was-was karena bebas visa hanya berlaku untuk passport dinas sementara saya menggunakan passport hijau (tapi saya juga bawa 2 passport). Sambil saya mencari perjanjian tsb, petugas di meja sebelah menanyakan ada masalah dengan visa? Dia tanya anda punya visa USA ya, ya pemegang Visa USA bisa masuk ke Mexico. Alhamdulillah lega rasanya. Kemudian petugas I minta maaf karena tidak tau. Alhasil karena ketidaknyamanan tersebut saya dapat bonus duduk di kelas bisnis. Alhamdulillah, Thanks God.

Mexico, I am coming

11 jam  55 menit perjalanan dari Frankfurt ke Mexico cukup melelahkan, tapi untungnya (ditiap kesulitan pasti ada sisi untungnya J ) dapat kelas bisnis jadi tidak terlalu terasa cape.

Sampai Mexico beberapa Laisson Officer (LO) sudah menjemput. Proses Imigrasi juga LO yang ngurus.  Alhamdulillah semua lancar.

 

Dua hari mengikuti workshop sangat menyenangkan. Selain mendapat ilmu, saya mendapat banyak teman dari beberapa negara seperti Mexico, Peru, Cili, Vietnam, Thailand dan Malaysia. Sharing pengalaman dari masing-masing negara sangat menyenangkan dan berarti. Acara workshop ditutup dengan mengunjungi Museum National.

 

 

 

 

Image

Image

City sight seeing

1 hari setelah acara selesai saya bersama teman dari Thailand dan Malaysia ikut tour dari hotel menuju ke Pyramid Teotihuacan kebetulan pesawat saya menuju Franfkurt malam.

Pyramid Teotihuacan adalah sebuah Piramida tertinggi di Meksiko atau yang disebut Teotihuacan yang artinya tempat kelahiran dewa. Pada tahun 1987 UNESCO menobatkan Teotihuacan sebagai Warisan Budaya Kemanusiaan.  Ada dua piramida besar disana yaitu piramida matahari dan piramida bulan. Saya naik sampai atas, meskipun exhausted to climb the pyramid, I was so happy.

Image

 Makanan Mexico

Setelah mengunjungi Pyramid Teotihuacan, rombongan mencari makan khas Mexico. Makanan khas Mexico yang terkenal adalah Nachos dan Tachos. Tacos adalah makanan khas Meksiko yang terdiri atas gulungan atau lipatan tortila yang diisi dengan berbagai macam masakan di dalamnya. Tacos ini terdiri dari telur dadar dan kombinasi kentang, sosis atau daging babi asap (bacon). Sedangkan Nachos terdiri dari keripik tortilla yang disiram dengan keju cair atau saus guascamole. Keripik tortilla sebagai bahan dasarnya tetapi topping sayur, buah atau saus. Lezat sekali bagi yang suka, sayangnya lidah saya lebih menyukai makan di warteg J

Pengalaman 2 hari di Mexico, negara yang bernuansa latin, sangat menyenangkan. Banyak keindahan yang wajib di eksplor disana. Tak pernah terbayangkan bisa ke Mexico dan tak pernah terbayangkan pula kapan bisa kesana lagi. Thanks God for giving me an opportunity to see Mexico city.

Image

Image

Image

Singgah di Karlsruhe, German

Saya singgah di Karlsruhe  sebuah kota  di Jerman selatan yang berbatasan dengan Swiss dan Perancis.  Kota Karlsruhe ini dikenal sebagai kota hukum di Jerman

Kotanya cukup rapi dan menyenangkan. Dengan di guide my twin sis n her family saya mengelilingi kota Karlsruhe. Banyak taman-taman untuk sekedar duduk-duduk dan ngopi-ngopi. Jika dibandingkan dengan Jakarta yang semrawut sungguh berbeda. Karlsruhe sangat sepi dan bebas macet.

 

Image

Kembali ke Jakarta

Tanggal 20 Agustus 2013 Pesawat Lufthansa (LH 0778) kembali  membawa saya ke  Singapore selama kurang lebih 12 jam 20 menit. Transit kurang lebih 3 jam kemudian di lanjutkan dengan  GA 0835 saya mendarat di Soetta Bandara Internasional tanggal 21 Agustus dengan selamat. Thanks God for everything.

***

Catatan perjalanan Liburan ke Lampung 2 (menjelajahi Teluk Kiluan)

Hari ketiga di Lampung kami melanjutkan berpetualang ke Teluk Kiluan. Teluk Kiluan yang terletak di Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Propinsi Lampung, berjarak kurang lebih 80 km dari Bandar Lampung dan dapat ditempuh sekitar 4 jam dengan menggunakan mobil pribadi. Dengan berbekal GPS kami menyusuri jalan yang berbukit, curam, rusak dan akhirnya kami menemukan Teluk Kilaun yang berada pada koordinat  S5.749252 – E105.192740

Gerbang Kiluan

Gerbang Menuju Pantai Kiluan

Daerah wisata yang bagus ini sayangmya belum dikelola dengan baik. Kondisi jalanan banyak yang rusak dan berlubang, jadi mirip dengan sungai kering :-(

Di sepanjang jalan menuju Teluk Kiluan terlihat rumah-rumah asli suku Lampung yang berbentuk panggung.

Rumah Panggung Lampung

Rumah Panggung Penduduk Asli Lampung

Setelah sampai di Teluk Kiluan kami berhenti di warung kecil milik Pak Yon. Di depan warung memang disediakan untuk parkir mobil, dan disitu kami parkir mobil sambil mencari informasi kalau akan menyeberang dan menginap di Pulau Kiluan (karena kami belum booking penginapan). Pak Yon menyarankan agar kam menginap di cottage milik Pak Sarmin yang terletak di ujung pantai saja karena di cottage di pulau sudah penuh. Setelah tawar menawar harga sewa cootage dengan Bu Sarmin yang kebetulan sedang berbelanja di warung Pak Yon, jadilah kami menginap di cottage Pak Sarmin dengan harga sewa Rp. 300rb/malam, bonus dianter naik perahu motor ke pulau (jika sewa perahu untuk menyeberang ke pulau harganya Rp. 15rb/orang untuk sekali jalan). Sebelum menuju ke cottage Pak Sarmin, Oh My God ban mobil belakang sebelah kanan kempes tertusuk paku.  Untung bawa ban serep, Alhamdulillah sesuatu banget ;-).

Cottage milik Pak Sarmin lumayan bagus, kamarnya luas bisa dihuni sekitar 4-6 orang tetapi dengan fasilitas ala kadarnya. Dinding terbuat dari papan, kasur tempe di lantai, kursi tamu dari plastik, kamar mandi dengan gayung, ada closet duduk dan listrik terbatas dari diesel. Listrik mulai nyalai jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Oya kalau mau pesan cottage milik Pak Sarmin bisa SMS ke No. 081272283879

DSC_1344

Di teras Homestay

Tips  selama di cottage

  1. penuhin air di bak mandi selama keran air menyala, karena setelah bak mandi penuh air dimatikan (menghemat listrik).
  2. listrik dari diesel menyala pkl 18.00 s.d. pkl 06.00, charge peralatan listrik segera sebelum diesel dimatikan.
  3. Colokan listrik longgar banget karena sering dipakai, plester jack ke colokan biar nggak goyang-goyang.
  4. Sedia lotion anti nyamuk daripada nggak bisa tidur karena digigitin nyamuk

Setelah istirahat sejenak, perahu motor siap mengantar kami menuju Pulau Kiluan. Kurang lebih 10 menit sampailah kami di Pulau Kiluan dan kami minta dijemput jam 17.30. Di Teluk dan Pulau Kiluan sinyal HP sangat lemah sehingga menyulitkan untuk komunikasi. Biaya masuk Pulau Kiluan Rp. 5rb/kepala (dikit-dikit bayar, bayar kok dikit-dikit ya.. hehe)

Pantai di tepi Pulau Kiluan sangat alami dengan pasir putih yang bersih. Airnya berwarna hijau dan kebiru-biruan dan terdapat banyak terumbu karang, bintang laut biru dan berbagai ikan hias. Jadi kalu kesini wajib hukumnya untuk snorkeling ;-). Jika tidak membawa peralatan snorkeling bisa sewa dengan harga Rp 35 rb, live vest Rp 15.000 (bila diperlukan). Overall snorkeling lumayan bagus, tapi masih kalah dengan Taman Nasional Pulau Menjangan Bali.

DSC_1352

Pantai Kiluan

Oya jika mau menginap di cottage yang ada di Pulau Kiluan bisa menghubungi pengelola Pak Choiril Anwar (081377695200) atau Pak Dirham (saudaranya 081369991340). Tarif Rp 200rb / hari dengan fasiitas ala kadarnya (juga) dan kamar mandi berada diluar untuk umum.

Setelah hampir 3 jam berenang dan snorkeling ditepi Pulau Kiluan kami berbilas di kamar mandi. Kamar mandi dengan fasilitas seadanya dan harus menimba air disumur :-( . Sambil menunggu perahu menjemput kami memesan teh panas untuk sekedar menghangatkan badan. Harga teh panas dengan gelas kecil Rp.3rb. Mahal?? Mahal  atau murah itu relatif. Tepat pukul 17.30 datanglah perahu motor menjemput kami dan ditengah perjalanan menuju ke Teluk Kiluan byuurr..hujan mulai mengguyur.

Di Teluk maupun di Pulau Kiluan ini sangat sepi. Tidak seperti daerah wisata pada umumnya yang selalu dipenuhi dengan orang berjualan makanan dan toko-toko souvenir. Disini tidak ada restaurant ataupun sekedar warung indomi. Tapi jangan khawatir, kalau kita mau makan cukup memesan dari pemilik cottage. Mereka akan mengantar makanan ke kamar yaitu nasi, sayur, ikan tongkol, sambel dan air putih hanya dengan membayar Rp. 15rb/porsi. Teh manis juga ada dengan cukup membayar Rp.2.500,-/gelas. Dan jika cuaca memungkinkan bisa bakar ikan sambil api unggun. Sayang pada saat kami kesana hujan sangat deras  :-(

Dolphin show

Pagi jam 6 kami diketok tukang perahu yang akan mengantar kami melihat lumba-lumba.  Dengan perahu motor kecil kami menuju tengah laut untuk melihat lumba-lumba menari-nari. Biaya naik perahu untuk melihat dolphin Rp. 250 rb/perahu.Perahu biasanya hanya diisi maksimal 4 orang termasuk pemandu. Lumba-lumba disini ada 2 species yaitu hidung botol dan paruh panjang dibanding di Lovina Bali yang cuma 1 spesies (hidung botol). Lumba-lumba paruh panjang show off meloncat ke atas air (di Lovina nggak ada). Kami sempat melihat 2 ekor lumba-lumbah paruh panjang meloncat di atas air dengan ketinggian sekitar 1 meteran. Sayang tidak sempat terekam kamera karena begitu cepatnya.

Perjalanan kurang lebih 30 menit mengantarkan kami ke tengah laut dan kami pun bagaikan diayun-ayun oleh ombak yang lumayan besar. Jadi serasa naik roller coaster, untungnya saya kuat dan tidak mabok laut hehe.

Atraksi lumba-lumba tidak terlalu banyak, jika dibandingkan dengan Pantai Lovina,Bali. Mungkin karena cuaca yang mendung dan kami merasa kurang beruntung melihat lumba-lumba yang menari-nari. Bahkan boleh dibilang saya agak kecewa karena hanya seidkit melihat lumba-lumba :-(

Setelah kurang lebih 1 jam di Samudra Hindia untuk melihat atraksi lumba-lumba perahu motor kami pun kembali ke Teluk Kiluan. Sudah hampir sampai ke Pulau Kiluan alamaakkkkk perahu motor kami terhenti karena olinya habis, huaaa mana hujan pula :-( :-(. Akhirnya datangkah bala bantuan perahu nelayan yang bersedia menarik perahu kami sampai ketepian.

Begitulah pengalaman kami selama liburan di Lampung. This trip is one of my memorable holidays in my life.

Tips:

  1. bagi yang mabuk laut dan punya nyali kecil, jangan coba-coba ikut tour lumba-lumba. Hal ini karena perahu jukung ukuran kecil melawan ombak samudera Hindia yang ganas. Selama di perahu bakalan serasa naik roller coaster dengan bonus perut dikocok-kocok.
  2. Tanyain kondisi mesin perahu sebelum berangkat. Pengalaman: perahu yang saya tumpangi bocor oli sehingga harus ditarik perahu lain. Untung sudah dekat dermaga cottage. Coba kalau pas di Samudera Hindia, siapa yang mau nolongin?

Catatan perjalanan Liburan ke Lampung I (Pantai Mutun, Klara)

Belum selesai membuat catatan perjalanan liburan ke Jepang, sudah tersusul membuat blog catatan liburan ke Lampung. Everyday is an holiday, begitulah seolah yang ada dipikiran saya :-D

Liburan panjang empat hari (libur 1 Muharam 1434 H, 15 November 2012) saya dan suami berlibur ke Lampung. Kami ingin mengexplore pantai yang ada di Lampung (yang katanya bagus). Tanpa rencana, kamipun tiba-tiba berniat menghabiskan liburan panjang di Lampung. We were not well prepared for this trip (browsing tentang tempat yang akan dikunjungi baru dilakukan di mobil dan di ferry) but everything was going well. Sukses jadi backpacker ;-)

Perjalanan dimulai dari toll dalam kota menuju ke Ancol pukul 16.00, maksud hati ingin membeli peralatan snorkeling di Mangga Dua Square, tapi ternyata toko sudah tutup jam 6 sore :-( Kemudian perjalanan dilanjutkan sampai toll Tangerang dan kemudian masuk toll Merak (berhenti di Rest Area km 68 beli bensin dan makan malam). Kondisi jalan toll sangat padat alias macet parah :-(. Sepanjang jalan toll menuju Merak banyak truk yang berjalan sangat pelan membuat kami harus berhati-hati dan waspada dalam mengendarai mobil. Sampai di Merak pkl 23, ngantri masuk kapal.Penyeberangan bayar Rp. 232.500,- untuk golongan mobil pribadi.

Kurang lebih 5 jam perjalanan dari Merak ke Lampung (termasuk menunggu kapal jalan) akhirnya kami sampai juga di Bakauheni,Lampung pkl. 3.45 dini hari.

Kemudian pertualangan dimulai dengan menuju ke Pantai Mutun, kurang lebih 1, 5 jam dari Bakauheni (karena pagi buta jalanan lancar).

Sampai Pulau Mutun, kami harus membayar retribusi 2ribu/orang. Suasana Pantai Mutun sangat sepi karena kami sampai disana masih pkl 5.20 dan sambil menunggu siang kamipun tidur di mobil sampai pkl 7. Setelah menikmati matahari terbit, kamipun menikmati keindahan Pantai Mutun. Pantai Mutun merupakan pantai berpasir putih dan air laut yang begitu jernih hingga ke tepian pantai menjadi daya tarik pantai ini. Karena berada di teluk, airnya pun begitu tenang dengan ombak yang kecil. Sehingga menjadi lokasi yang aman untuk berenang

DSC_1184

Sunrise di Pantai Mutun

Kemudian pertualangan dilanjutkan ke Pulau Tangkil dengan naik perahu motor sekitar 10 menit. Biaya naik perahu Rp. 20rb/orang untuk sekali jalan.

Pulau Tangkil memiliki pantai berpasir putih yang bersih dan masih alami. Walaupun cuaca cukup terik tak mengurungkan niat kami untuk berenang dipinggiran pantai dan juga naik kano (sampan kecil). Dengan cukup membayar Rp. 20rb kami dapat berkano sepuasnya, sampai cape :-D

DSC_1238

Bersampan ria sampai pegel..;-)

Di Pulau Tangkil banyak saung-saung yang ternyata jika duduk harus bayar, karena saung-saung itu disewakan seharga Rp.75rb/sepuasnya (mahal).

Setelah puas berenang dan bersampan kami menelpon Pak Si Entong (HP.085758153634), tukang perahu yang mengantar kami ke Pulau Tangkil, untuk dijemput. Setelah berbilas di kamar mandi dengan air seadanya (bayar Rp 2rb/orang) dan membayar parkir yang lumayan mahal Rp. 15rb kamipun menuju Bandar Lampung untuk mencari penginapan. Mampir makan siang di Tenda Hijau dengan menu ayam bakar sampailah di Hotel Pacific, Teluk Betung, Bandar Lampung. Kamar lumayan ok lah dengan cukup merogoh kocek Rp. 245rb/malam.

Pantai Klara (Klapa Rapat)

Setelah istirahat sejenak di hotel, kami berniat melihat sunset di Pantai Klara. Dengan berpedoman pada GPS kami menemukan lokasi Pantai Klara yang berada 105°13’30” BT dan 05°35’10” LS. Pantai Klara, yang berjarak cukup dekat dengan Pantai Mutun, terletak di Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.

Jalan munuju Pantai Klara sangat berliku dan tidak disarankan bagi pemula untuk menyetir di daerah ini.

Nama Klara yang merupakan kepanjangan dari Kepala Rapet, karena lokasi pantai ini sangat banyak pohon kelapa yang jaraknya saling berdekatan satu sama lain sehingga membentuk peneduh bibir pantai. Pantai Klara ini ada dua yaitu Pantai Klara 1 dn Pantai Klara 2 dengan tiket masuk Rp. 25rb/mobil. Pantai ini mempunyai pemandangan yang cukup bagus yaitu pegunungan, perbukitan dengan tebing-tebing dan pulau-pulau kecil di lepas pantai. Di sebelah Tenggara ke lepas pantai terdapat Pulau Kelagian, Pahawang dan Pulau Maitem (sayangnya kami tidak sempat kesana).

DSC_1328

Senja di Pantai Klara

Di Pantai Klara juga tersedia beberapa permainan air seperti kanoe , banana boat dan juga banyak saung-saung untuk sekedar duduk-duduk yang disewakan. Kalau kita duduk di saung tanpa bayar so pasti akan didekati petugas dan diusir ;-)

Menjelajahi Gunung Fuji

Hari terakhir di Jepang, kami berniat ke Gunung Fuji. Belum lengkap rasanya jika ke Jepang tidak mengunjugi Gunung Fuji.

Gunung Fuji merupakan gunung yang tertinggi di Jepang yang dikelilingi oleh 5 danau (Kawaguchi, Yamanaka, Sai, Motosu, Shoji) dan hutan Aokigahara yang membalut kaki gunung Fuji. Semuanya kemudian menjadi bagian dari Taman Nasional Fuji-Hakone-Izu yang dilindungi oleh pemerintah Jepang.

Udara dingin dan berkabut menyelimuti Kota Tokyo di pagi ini, tapi tidak mengurangi niat kami untuk menjelajahi Gunung Fuji. Berangkat dari hotel pukul 08.00 menuju ke station Shinagawa dan kemudian naik JR Tokaido Shinkansen menuju ke Odawara station.
Setelah sampai di Odawara station kami membeli tiket two days Hakone Pass seharga 3900 yen. Jika dihitung-hitung membeli 2 days Hakone pass lebih murah daripada membeli tiket ketengan. Tiket ini dapat digunakan unlimited Odakyu termasuk bus, kereta, boats, cablecar dan ropeway di dalam Hakone area.
Kemudian dari Odawara kami naik kereta Odakyu Romancecar menuju ke Hakone-Yumoto.

Odakyu Romancecar

Di Hakone-Yumoto kami ingin berfoto-foto sambil menunggu kereta berangkat ke Gora alamaaakkk… Camera SLR kami tiba-tiba nggak mau menjepret :-(  :-( untungnya kami membawa cadangan pocket camera.
Kemudian dari Hakone-Yumoto kami naik Hakone Tozan Train menuju ke Gora (kurang lebih 1 jam). Setelah sampai Gora kami naik cable car menuju Sounzan.

Cable car dari Gorake Souzan

Jalan dari Gora menuju Sounzan mulai berkelok-kelok, menanjak dengan tingkat kecuraman sekitar 45 derajat sehingga cable car berjalan zig-zag.  Setelah sampai di Souzan kami naik ropeway ke Togendai. Selama kurang lebih 10 menit didalam ropeway,  kami dapat menikmati pemandangan yang begitu indah. Kami melihat hamparan pohon-pohon yang mulai berwarna kuning dan merah menjadikan kami tetap semangat menuju Gunung Fuji walaupun dingin menyelimuti tubuh.

Ropeway

Dalam perjalanan menuju Togendai kami turun di Owakudani untuk melihat kawah belerang dan melihat Gunung Fuji dari kejauhan. Owakudani ini merupakan salah satu tempat terbaik untuk melihat Gunung Fuji secara jelas. Sayangnya kabut menyelimuti sehingga Gunung Fuji tak tampak :-( :-(

Sayangnya Gunung Fuji berselimut kabut

Owakudani ini terkenal dengan makanan khasnya yaitu telur hitam Kuro-Tamango yang langsung direbus air mendidih alami berbau belerang. Telur hitam yang direbus dalam air belerang ini juga diyakini penduduk sekitar bisa memperpanjang usia. Ini mitos, silakan percaya atau tidak. Saya sendiri tidak mencoba telur hitam ini karena dilihat dari bentuknya kok tidak menarik ;-). Telur-telur hitam itu banyak dijual di toko-toko sekitar Owakudani yang juga menjual souvenir.


Setelah berfoto-foto kami naik ropeway lagi menuju ke Togendai. Dari atas ropeway terlihat hamparan pemandangan yang sangat indah, pohon-pohon berwarna-warni, hijau, kuning dan merah dan jika tidak kabut dari atas ropeway ini akan terlihat puncak Gunung Fuji yang berbalut salju dan permukaan Danau Ashi yang berwarna biru kristal.

Pemandangan Gunung Fuji dan Danau Ashi dari atas

Setelah sampai di Togendai, kami naik Hakone Sight Seeing Boat menyusuri Danau Ashi. Kapal ini dibentuk layaknya kapal bajak lauk jaman baheula.

Hakone sight seeing boat

Tujuan dari kapal ini ke Moto Hakone dan Hakonemachi. Selama kurang lebih 30 menit perjalanan dari Togendai ke Hakonemachi kami dapat melihat pemandangan indahnya Danau Ashi. Danau Ashi ini terbentuk dari dua ledakan besar Gunung Hakone yang membentuk kawah dan sekarang menjadi danau yang indah.

Lake Ashi

Setelah kapal merapat di Hakonemachi kami kembali ke Tokyo dengan naik bus Hakone Tozan Bus ke Hakome-Yumoto (kurang lebih 45 menit)
Melihat keindahan pemadangan di Jepang, jadi teringat akan keindahan yang dimiliki negeri sendiri. Jika kita bisa mengelola keindahan alam di Indonesia dengan baik, tak kalah menariknya dengan Jepang.

Konichiwa Kyoto, Nara dan Osaka

Kyoto

Hari ketiga di Jepang, kami berencana ingin melihat Kyoto. Kyoto adalah kota yang terletak di Pulau Honshu, Jepang. Kota ini merupakan bagian dari daerah metropolitan Osaka-Kobe-Kyoto. Kyoto memiliki banyak situs bersejarah dan merupakan ibu kota Prefektur Kyoto. Di dalam kota mengalir beberapa sungai seperti Kamogawa, Katsuragawa, dan Ujigawa serta dikelilingi oleh tiga buah gunung, yaitu Higashiyama, Kitayama, dan Nishiyama, dengan ketinggian sekitar 1000 m di atas permukaan laut.
Berangkat pagi dari hotel dengan sarapan pagi yang disediakan oleh hotel dengan berbagai pilihan roti, onigari (nasi khas Jepang), ikan asap, soup, salad, dan juice. Keluar hotel, kami langsung menuju Shin Osaka Station yang hanya berjarak beberapa meter dari hotel. Dari Shin Osaka kami naik Shinkansen. Sebelum naik Shinkansen, kami memesan tempat duduk Shinkansen di kantor JR (kantor JR ada di beberapa station). Bisa juga langsung naik tanpa reservasi, tempat duduk tanpa reservasi tersedia di gerbong 1-5.
Kyoto terletak cukup dekat dari Shin Osaka, hanya satu station. Setelah turun di Kyoto station kami langsung mencari informasi untuk membeli one day pass. Keluar lewat pintu keluar Karasuma (north side of station) ada counter penjualan tiket bus. Tiket one day pass seharga 500 yen dan tiket ini bisa dipakai untuk naik semua bus. Di Kyoto juga tersedia city bus sight seeing, yaitu Raku Bus. Raku Bus ada 3 yaitu bus no 100, 101 dan 102.
Rakus Bus 100 dari platform C1 menuju Kiyomizu Tempel, Heian Shrine, dan Ginkaku-ji temple.

Raku Bus 101 dari platform A2 menuju ke: Nijo Castle, Kitano Tenmangu Shrine, Kinkaku-ji Temple.
Raku Bus 102 (berangkat dari Kitaoji bus terminal, platform F) menuju Ginkaku-Ji Temple, Kinkaku-ji Temple, Daitoku-ji Temple.
Raku Bus, merupakan sight seeing bus, tapi berbeda dengan hop-on hop-off seperti di Singapore, Malaysia, New York, dll. Raku Bus tampak seperti bus kota pada umumnya, penuh, berjubel dan ada beberapa orang yang berdiri, tapi memang Raku bus tujuanya ke obyek-obyek wisata. Kita boleh naik-turun di tempat tertentu dan naik lagi tanpa bayar.
Naik Bus di Kyoto, modelnya berbeda dengan di Indonesia, naik lewat belakang turun lewat depan. Jika sudah membeli one day pass, pada saat naik pertama kali kartu harus dimasukan ke mesin pada saat turun sehingga tercetak tanggal di kartu tersebut. Untuk seterusnya hanya menunjukan tanggal pada kartu tersebut kepada sopir.

Di Kyoto sangat banyak kuil dan temple, tapi hanya beberapa saja yang sempat kami kunjungi yaitu:

1. Ginkaku-ji Temple

Bangunan ini dibangun atas perintah Shogun Ashikaga Yoshimasa (1435-1490) sebagai tempat peristirahatan yang nyaman. Paviliun Ginkakuji adalah bangunan sederhana dengan eksterior kayu dan didesain menggabungkan gaya bangunan yang ada di China dan Jepang. Untuk masuk ke dalam temple ini cukup merogoh kocek 500 yen.

Ginkaku-ji Temple diambil dari taman diatasnya..

2.  Kinkaku-ji Temple

Kinkakuji (Golden Pavilion) adalah kuil Buddha Zen yang dikeliling oleh taman dengan gaya Muromachi terletak di tepi danau dengan memiliki tiga lantai, dua lantai dilapisi emas murni yang dibangun sekitar abad ke-14. Kuil ini dibangun sebagai tempat peristirahatan bagi Shogun Yoshimitsu Ashikaga (1358-1409). Dia menginginkan agar seluruh fasad luar bangunan dilapisi dengan emas, tetapi pada kenyataannya hanya mampu menutup atap ketiga dengan daun emas sebelum kematiannya. Kuil ini pernah dibakar oleh seorang biksu muda yang mengalami gangguan jiwa pada tahun 1950, dan kemudian kuil ini dibangun kembali pada tahun 1955. Biaya masuk ke Kinkaku-ji Temple 400 yen

Kinkaku-ji temple (Golden Pavilion)

3. Kyoto Imperial Palace
Kyoto Imperial Palace digunakan sebagai tempat tinggal keluarga kaisar sampai tahun 1868, kemudian kaisar dan ibukotanya dipindahlkan ke Tokyo. Namun demikian, Kaiar tetap meminta Istana tersebut tetap dilestarikan. Istana terdiri dari beberapa bangunan dan dikelilingi taman yang luas. Taman tersebut sering dipakai masyarakat untuk berolahraga. Saya pada saat mengungjungi Istana ini pada musim gugur, jadi pohon-pohon terlihat sangat indah dengan daun-daun yang berwarna-warni (hijau dan kuning). Sayangnya saya datang pada hari Sabtu, dan Istana buka dari Senin sampai Jumat. Jadi pas nyampe sana pas tutup. Kecewa :-(

4. Fushimi Inari Taisha Shrine
Fushimi Inari Taisha terletak di Fushimi-ku, Kyoto. Kuil ini merupakan dasar dari pegunungan Inari yang terletak 233 m di atas permukaan laut dan ada jalur mendaki menuju kuil yang lebih kecil. Kuil ini dikenal sebagai “The Shrine of fox”. Rubah (fox) dianggap sebagai utusan yang menjaga kuil. Untuk menuju ke kuil ini dari Kyoto sta naik JR Nara Line, turun di Fushimi Inari station. Gratis dengan menggunakan JR Pass.

Fushimi Inari Taisha, thousands of vermilion torii gates

Nara
Setelah mengunjugi Kyoto, kami melanjutkan perjalanan ke Nara. Nara sangat dekat dengan Kyoto sekitar 42 km dan ditempuh sekitar 35 menit dengan menggunakan JR Nara Line (gratis dengan JR pass) dan the private Kintetsu Kyoto Line.
Kami menuju Nara dengan menggunakan JR Line dan turun di Nara Station. Station di Jepang sangat tertib, yang turun selalu didahulukan sehingga tidak terjadi saling mendorong antara yang akan masuk dan yang akan keluar. Para penumpang sudah antri di dekat pintu masuk kereta dengan tertib antri, tidak ada yang menyerobot. (bandingkan dengan di Indonesia, hmm jauh sekali)
Nara (奈良市 Nara-shi?, kota Nara) adalah ibu kota Prefektur Nara. Kota ini terletak di bagian utara Prefektur Nara, dan berbatasan dengan Prefektur Kyoto. Nara merupakan ibu kota pertama Jepang sebelum kemudian dipindahkan ke Kyoto selama hampir 1.000 tahun.
Setelah sampai di Nara kami membeli one day pass seharga 500 yen. Lagi-lagi karena keterbatasan waktu, kami hanya sempat mengunjungi dua tempat yaitu:
1. Todaiji temple

Berfoto di depan Todaiji temple

Todaiji temple merupakan temple budha yang terbesar. Di dalamnya terdapat patung Buddha yang sangat besar.

Great Buddha Statue at Todaiji temple

Sebelum memasuki gerbang temple, terlihat banyak rusa berkeliaran dengan jumlah ribuan. Para rusa ini dianggap sebagai utusan dewa yang berkelana di bumi, Mereka mendekati pengunjung dan tampak begitu jinak. Para  pengunjung tidak boleh memberi makanan rusa kecuali makanan yang dijual dengan harga 150 yen.

Foto dengan rusa yang jinak

Todaiji temple ini sangat luas dan besar. Kami berjalan mengelilingi temple ini sambil berfoto-foto. Tetapi aturan setiap masuk kuil dan taman di Jepang tidak boleh membawa tripod (entah apa maskudnya), sehingga kami kalau mau foto berdua harus meminta tolong wisatawan lain.

Di sekitar temple, banyak toko-toko yang menjual souvenir. Kami tidak membeli souvenir di tempat wisata karena kami pikir harganya mahal. Seperti biasa, harga souvenir di tempat wisata 2x lipat lebih mahal daripada di toko yang bukan tempat wisata. Ternyata setelah kami bandingkan di toko yang bukan berada di tempat wisata harganya sama saja. So lebih baik membeli souvenir di tempat wisata sehingga kita tidak perlu lagi menghabiskan waktu hanya mencari oleh-oleh.

Oya, tiket masuk temple seharag 500 yen untuk dewasa, dan 300 yen untuk anak-anak.
Di sepanjang jalan menuju pintu masuk, banyak orang yang berjualan makanan, dan kami pun mencoba membeli makanan seperti bakso tapi terbuat dari ketan. 1 tusuk harganya 100 yen. Rasanya? Silakan dicoba sendiri ;-)

Bakso ketan rasanya manis, asin.

2. Nara Park

Taman Nara dengan pohon yang berwarna-warni

Taman ini merupakan sebuah lapangan terbuka yang terletak di kaki Gunung Wakakusa. Di taman ini berkeliaran banyak rusa yang dibiarkan untuk berbaur dengan masyarakat. Rusa-rusa ini berjalan pelan diantara pengunjung. Kadang mereka bergerombol mendekati pengunjung yang memberi makan mereka. Rusa ini tampak jinak namun dipasang pengumuman bahwa rusa ini walaupun jinak rusa tetap merupakan binatang liar yang dapat menanduk, menendang, dan menggigit sehingga para pengunjung diharap tetap berhati-hati.
Taman Nara ini dipenuhi dengan pohon-pohon yang besar dan akan semakin cantik jika kita mengunjunginya pada waktu musim gugur ataupun musim dingin karena daun-daun akan berubah warna menjadi kuning dan merah. Beruntung sekali kami kesana pada waktu musim gugur sehingga kami bisa melihat keindahan Taman Nara dengan daun-daun yang berwarna-warni.

Osaka

Setelah dari Nara kami kembali Kyoto kemudian naik JR Line ke Osaka. Osaka (大阪市 Ōsaka-shi?, Kota Osaka) adalah sebuah kota di wilayah Kansai dan merupakan sebuah metropolis air yang dikenal dengan sungai-sungainya dengan jumlah jembatan terbanyak di Jepang. Ada dua pusat kota di Osaka, yakni Umeda di sebelah utara, dan Namba di sebelah selatan. Kedua pusat kota ini dihubungkan oleh jalan utama yang bernama Midosuji
Setelah sampai di station Osaka, Kami keluar melalui pintu selatan (south gate) melewati Daimaru Department Store dan Taiyo no Hiroba.

Berjalan di lorong menuju HEP Five

Kemudian kami nyebrang menuju Hankyu Entertainment Park (HEP) Five. HEP Five ini merupakan komplek pertokoan tempat anak muda nongkrong. Kemudian kami naik ferris wheel (kincir ria) dengan ketinggian 106 meter. Dari atas kami bisa melihat Kota Osaka.

Naik kincir ria

Selain HEP Five, di Osaka ada beberapa obyek wisata yang bagus dikunjungi diantaranya (yang tidak sempat kami kunjungi) :

1.Osaka Castle
2.Namba dan Shinsaibashi
3.Aquarium Kaiyukan di Tempozan
4.Universal Studios Japan (USJ)
5.Umeda
6.Pusat Perbelanjaan Tenjinbashi
7.Menara Tsutenkaku
8.Kebun Binatang Tennoji
9.Kuil Sumiyoshitaisha
Oyaa, selama jalan-jalan kalau mau lebih hemat, bisa membeli makan di super market jauh lebih murah daripada kita makan di sebuah restaurant.